Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indonesia Jadi Tuan Rumah, Skuad Garuda Siap Tempur! Ini Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026

Minggu, 13 September 2026 11:34 WIB

Sulit Diterima! Luka Menalo Buka Suara Usai Persib Dipermalukan Persija

Minggu, 13 September 2026 11:05 WIB

Harga Emas Hari Ini Naik Rp5.000, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback Lengkap

Minggu, 13 September 2026 10:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah, Skuad Garuda Siap Tempur! Ini Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026
  • Sulit Diterima! Luka Menalo Buka Suara Usai Persib Dipermalukan Persija
  • Harga Emas Hari Ini Naik Rp5.000, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback Lengkap
  • Ruben Onsu Dikejar Badai Bertubi-tubi, Jadi Tersangka Kini Betrand Peto Dilaporkan Polisi
  • Sikat Deretan Kode Redeem FF 13 September 2026, Amankan Hadiah Eksklusif Hari Ini!
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Video Menteri Israel Olok-olok Ratusan Aktivis Kemanusiaan Gaza yang Diikat dan Dipaksa Berlutut

By Aga GustianaKamis, 21 Mei 2026 17:10 WIB3 Mins Read
Viral video aktivis kemanusiaan dilakukan bak binatang oleh Israel. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang protes dari berbagai belahan dunia kembali menghantam Israel. Kali ini, pemicunya adalah tindakan represif aparat keamanan terhadap ratusan aktivis pro-Palestina yang berada di atas kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Ketegangan diplomatik semakin membara setelah rekaman proses penahanan yang dinilai merendahkan martabat manusia itu sengaja dipublikasikan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.

Video kontroversial yang diunggah di platform X pada Rabu (21/5/2026) tersebut memperlihatkan pemandangan memilukan di sebuah area dermaga. Ratusan relawan lintas negara dipaksa duduk berjejer di tanah dengan posisi tangan terkunci ke belakang menggunakan pengikat kabel (kabel ties). Di bawah todongan senjata laras panjang, para aktivis kemanusiaan ini diperlakukan secara keji layaknya tawanan perang.

Armada kapal (flotilla) pengangkut logistik darurat tersebut dicegat secara paksa oleh militer Israel saat masih berada di perairan internasional pada Selasa (20/5), sebelum akhirnya seluruh penumpang diseret ke pelabuhan Israel.

Pihak penyelenggara misi kemanusiaan mengungkapkan bahwa ada sekitar 430 sukarelawan dari 40 negara yang terlibat dalam aksi ini, termasuk di antaranya warga negara Korea Selatan dan Italia. Misi yang bertolak dari wilayah selatan Turki tersebut sejatinya bertujuan untuk menembus barikade laut dan menyalurkan bantuan ke Gaza.

Baca Juga:  Netanyahu Akui Israel Alami Kerugian Serius Usai Serangan Balasan Iran, Trump Beri Dukungan Penuh

Provokasi Ben-Gvir Membakar Kemarahan Publik

Kondisi kian runyam ketika Ben-Gvir memanfaatkan momen penahanan tersebut untuk melontarkan ejekan kepada para aktivis melalui sebuah rekaman video.

“Mereka datang sebagai pahlawan besar. Lihat mereka sekarang. Tidak lagi jadi pahlawan dan bukan apa-apa,” kata Ben-Gvir dalam video tersebut sambil membawa bendera Israel besar.

Dalam potongan video terpisah, terlihat pula aksi kekerasan fisik di mana seorang sukarelawan perempuan didepak hingga tersungkur ke tanah usai dengan lantang menyuarakan yel-yel “Free, free Palestine”.

Perpecahan di Internal Kabinet Israel

Tindakan arogan Ben-Gvir ternyata memicu konflik internal di dalam lingkaran pemerintahan Israel sendiri. Menteri Luar Negeri Gideon Saar secara terbuka mengecam Ben-Gvir karena dinilai telah merusak citra geopolitik negara di mata dunia.

Baca Juga:  Modus Jalur Khusus Masuk Akpol, Warga Pekalongan Rugi Miliaran: 'Katanya Bisa Lolos, Ternyata Tipu-tipu'

“Anda telah menghancurkan upaya besar, profesional, dan berhasil yang dilakukan begitu banyak pihak, mulai dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan lainnya,” tulis Saar.

Di sisi lain, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mencoba mengambil jarak dari kegaduhan ini. Walaupun tetap mendukung penuh operasi pencegatan armada bantuan tersebut, Netanyahu menilai bahwa gaya penanganan terhadap relawan asing itu telah melewati batas norma.

“Perlakuan itu tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel,” ujar Netanyahu meski sebatas retorika saja.

Netanyahu mengklaim telah memerintahkan jajarannya untuk segera memproses deportasi seluruh aktivis. Hingga saat ini, pihak Israel tetap bersikukuh bahwa blokade maritim di sekitar perairan Gaza memiliki legalitas hukum.

Otoritas setempat menyatakan bahwa para peserta aksi telah dievakuasi ke kapal milik Israel dan diberikan fasilitas untuk berkomunikasi dengan pihak konsulat negara masing-masing. Namun, lembaga pemantau hak asasi manusia di Israel mengonfirmasi bahwa ratusan aktivis tersebut saat ini masih disekap di kawasan Pelabuhan Ashdod sembari menunggu proses pendampingan hukum.

Baca Juga:  Netanyahu dan Pejabat Israel Berlindung di Bunker Saat Tel Aviv Diserang Iran

Krisis Gaza yang Kian Mencekik

Aksi pelayaran ini menjadi ikhtiar kesekian kalinya dari koalisi kemanusiaan global untuk menjebol blokade ketat di Gaza, yang mana sebagian besar misi pendahulunya selalu berakhir dengan pembungkaman oleh militer Israel.

Sejumlah lembaga kemanusiaan sedunia menegaskan bahwa pasokan bantuan yang masuk ke wilayah kantong tersebut masih sangat minim dan jauh dari kata layak. Padahal, kesepakatan gencatan senjata yang diinisiasi oleh Amerika Serikat telah berjalan sejak Oktober 2025.

Akibat konflik berkepanjangan ini, mayoritas dari total dua juta lebih warga Gaza kini terpaksa bertahan hidup di tengah puing-puing bangunan yang hancur serta tenda-tenda darurat yang serba terbatas.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita viral Israel
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.