Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic

Kamis, 30 Juli 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran

Kamis, 30 Juli 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Kamis, 30 Juli 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Video Menteri Israel Olok-olok Ratusan Aktivis Kemanusiaan Gaza yang Diikat dan Dipaksa Berlutut

By Aga GustianaKamis, 21 Mei 2026 17:10 WIB3 Mins Read
Viral video aktivis kemanusiaan dilakukan bak binatang oleh Israel. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang protes dari berbagai belahan dunia kembali menghantam Israel. Kali ini, pemicunya adalah tindakan represif aparat keamanan terhadap ratusan aktivis pro-Palestina yang berada di atas kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Ketegangan diplomatik semakin membara setelah rekaman proses penahanan yang dinilai merendahkan martabat manusia itu sengaja dipublikasikan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.

Video kontroversial yang diunggah di platform X pada Rabu (21/5/2026) tersebut memperlihatkan pemandangan memilukan di sebuah area dermaga. Ratusan relawan lintas negara dipaksa duduk berjejer di tanah dengan posisi tangan terkunci ke belakang menggunakan pengikat kabel (kabel ties). Di bawah todongan senjata laras panjang, para aktivis kemanusiaan ini diperlakukan secara keji layaknya tawanan perang.

Armada kapal (flotilla) pengangkut logistik darurat tersebut dicegat secara paksa oleh militer Israel saat masih berada di perairan internasional pada Selasa (20/5), sebelum akhirnya seluruh penumpang diseret ke pelabuhan Israel.

Pihak penyelenggara misi kemanusiaan mengungkapkan bahwa ada sekitar 430 sukarelawan dari 40 negara yang terlibat dalam aksi ini, termasuk di antaranya warga negara Korea Selatan dan Italia. Misi yang bertolak dari wilayah selatan Turki tersebut sejatinya bertujuan untuk menembus barikade laut dan menyalurkan bantuan ke Gaza.

Provokasi Ben-Gvir Membakar Kemarahan Publik

Kondisi kian runyam ketika Ben-Gvir memanfaatkan momen penahanan tersebut untuk melontarkan ejekan kepada para aktivis melalui sebuah rekaman video.

“Mereka datang sebagai pahlawan besar. Lihat mereka sekarang. Tidak lagi jadi pahlawan dan bukan apa-apa,” kata Ben-Gvir dalam video tersebut sambil membawa bendera Israel besar.

Dalam potongan video terpisah, terlihat pula aksi kekerasan fisik di mana seorang sukarelawan perempuan didepak hingga tersungkur ke tanah usai dengan lantang menyuarakan yel-yel “Free, free Palestine”.

Perpecahan di Internal Kabinet Israel

Tindakan arogan Ben-Gvir ternyata memicu konflik internal di dalam lingkaran pemerintahan Israel sendiri. Menteri Luar Negeri Gideon Saar secara terbuka mengecam Ben-Gvir karena dinilai telah merusak citra geopolitik negara di mata dunia.

“Anda telah menghancurkan upaya besar, profesional, dan berhasil yang dilakukan begitu banyak pihak, mulai dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan lainnya,” tulis Saar.

Di sisi lain, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mencoba mengambil jarak dari kegaduhan ini. Walaupun tetap mendukung penuh operasi pencegatan armada bantuan tersebut, Netanyahu menilai bahwa gaya penanganan terhadap relawan asing itu telah melewati batas norma.

“Perlakuan itu tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel,” ujar Netanyahu meski sebatas retorika saja.

Netanyahu mengklaim telah memerintahkan jajarannya untuk segera memproses deportasi seluruh aktivis. Hingga saat ini, pihak Israel tetap bersikukuh bahwa blokade maritim di sekitar perairan Gaza memiliki legalitas hukum.

Otoritas setempat menyatakan bahwa para peserta aksi telah dievakuasi ke kapal milik Israel dan diberikan fasilitas untuk berkomunikasi dengan pihak konsulat negara masing-masing. Namun, lembaga pemantau hak asasi manusia di Israel mengonfirmasi bahwa ratusan aktivis tersebut saat ini masih disekap di kawasan Pelabuhan Ashdod sembari menunggu proses pendampingan hukum.

Krisis Gaza yang Kian Mencekik

Aksi pelayaran ini menjadi ikhtiar kesekian kalinya dari koalisi kemanusiaan global untuk menjebol blokade ketat di Gaza, yang mana sebagian besar misi pendahulunya selalu berakhir dengan pembungkaman oleh militer Israel.

Sejumlah lembaga kemanusiaan sedunia menegaskan bahwa pasokan bantuan yang masuk ke wilayah kantong tersebut masih sangat minim dan jauh dari kata layak. Padahal, kesepakatan gencatan senjata yang diinisiasi oleh Amerika Serikat telah berjalan sejak Oktober 2025.

Akibat konflik berkepanjangan ini, mayoritas dari total dua juta lebih warga Gaza kini terpaksa bertahan hidup di tengah puing-puing bangunan yang hancur serta tenda-tenda darurat yang serba terbatas.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aktivis Palestina berita viral Israel Itamar Ben-Gvir Kapal Bantuan Gaza Pelabuhan Ashdod viral video
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.