Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti

Jumat, 21 Agustus 2026 05:00 WIB

4 Gol dalam 7 Laga! Balsa Sekulic Jadi Mesin Gol Persib Jelang Play-off ACL Two

Jumat, 21 Agustus 2026 04:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Kapan PKH dan BPNT 2026 Cair? Ini Jadwal Tahap 3 dan Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP

Jumat, 21 Agustus 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti
  • 4 Gol dalam 7 Laga! Balsa Sekulic Jadi Mesin Gol Persib Jelang Play-off ACL Two
  • Kapan PKH dan BPNT 2026 Cair? Ini Jadwal Tahap 3 dan Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP
  • Klaim Saldo DANA Gratis 21 Agustus 2026: Dapatkan Link DANA Kaget dan Bonus Saldo Langsung Cair
  • Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Masih Suka Buka LK21? Ini 21 Aplikasi Nonton Film Legal Bebas Virus dan Tanpa Iklan!
  • Malaysia Kena Imbas Karhutla di Kalimantan, 108 Sekolah Tutup Sementara
  • Kasus HIV/AIDS di Kuningan Naik Tiap Tahun: Tembus 1.354 Penderita, Merata di 32 Kecamatan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cerita Relawan Indonesia yang Sempat ‘Diculik’ Israel: Disetrum hingga Dipukul Selama Ditahan

By Aga GustianaJumat, 22 Mei 2026 15:30 WIB2 Mins Read
Viral video aktivis kemanusiaan dilakukan bak binatang oleh Israel. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sembilan relawan kemanusiaan asal Indonesia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla dilaporkan telah dibebaskan dan kini telah tiba di Istanbul, Turki, pada Kamis (21/05/2026). Sebelumnya, para aktivis tersebut sempat ditahan oleh pihak otoritas Israel dalam apa yang disebut oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) sebagai aksi penculikan.

Melalui unggahan di akun resmi Instagram @globalpeaceconvoy, dilaporkan bahwa para relawan mengalami serangkaian tindakan kekerasan fisik dan intimidasi selama masa penahanan mereka.

Mengalami Penyiksaan Fisik

Koordinator Dewan Pengarah dan Steering Committee GPCI, Dr. Maimon Herawati, mengonfirmasi bahwa seluruh WNI dalam misi kemanusiaan tersebut telah berada dalam kondisi aman dan dibebaskan. Namun, ia membeberkan adanya luka-luka fisik yang dialami oleh para relawan akibat penyiksaan dari pihak penahan.

“Sedikit memang ada yang sepertinya ada memar di dada, sehingganya sesak nafas. Juga ada yang disetrum. Juga ada yang ditendang, dipukul sampai kemudian mata memar-memar,” ujar Maimon Herawati langsung dari Istanbul.

Dalam video yang beredar, beberapa relawan pria yang mendampingi Maimon juga memberikan kesaksian singkat. Salah satu relawan mengaku sempat dibanting dan didera luka di kepala akibat dibenturkan ke tanah (dijedotkan), sementara relawan lainnya mengaku ditonjok, disetrum sebanyak dua kali, serta ditendang.

Menurut Maimon, kondisi yang dialami tim Indonesia ini masih tergolong “lumayan ringan” dibanding relawan internasional lainnya. Beberapa aktivis dari negara lain dilaporkan mengalami cedera yang jauh lebih parah, seperti patah tulang tangan dan kaki, hingga harus ditandu (stretcher) dan menjalani tindakan operasi medis.

Soroti Kondisi Warga Palestina

Melihat kebrutalan yang diterima oleh para aktivis kemanusiaan internasional, Maimon pun merefleksikan nasib buruk yang harus dihadapi oleh ribuan warga sipil Palestina yang saat ini masih mendekam di balik jeruji besi Israel.

“Jika mereka melakukan itu kepada para relawan kemanusiaan, maka kita bisa membayangkan apa yang dilakukan kepada warga Palestina,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini ada sekitar 9.000 warga Palestina—termasuk ratusan anak-anak dan perempuan—yang ditahan di penjara-penjara Israel dan kerap mengalami penyiksaan luar biasa, bahkan hingga berujung pada kematian. Maimon berharap insiden yang menimpa tim flotilla kemanusiaan ini dapat membuka mata dunia internasional terhadap brutalnya tindakan kolonialisme tersebut.

Saat ini, sembilan WNI bersama ratusan aktivis global lainnya tengah menjalani pemeriksaan kesehatan, proses dokumentasi, serta pengumpulan testimoni untuk keperluan hukum. Setelah seluruh proses administrasi tersebut selesai, tim relawan Indonesia dijadwalkan akan segera bertolak kembali ke Tanah Air.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Global Sumud Flotilla GPCI Relawan Indonesia WNI ditahan Israel
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Kapan PKH dan BPNT 2026 Cair? Ini Jadwal Tahap 3 dan Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP

Malaysia Kena Imbas Karhutla di Kalimantan, 108 Sekolah Tutup Sementara

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Kasus HIV/AIDS di Kuningan Naik Tiap Tahun: Tembus 1.354 Penderita, Merata di 32 Kecamatan

BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap! Cek Penerima Bansos Pakai NIK KTP, 18,25 Juta KPM Terdata

Duka Gempa NTT, Korban Meninggal Bertambah Jadi 75 Orang, Pengungsi Nyaris 93 Ribu

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.