Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Minggu, 11 Oktober 2026 20:34 WIB

Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat

Minggu, 11 Oktober 2026 20:01 WIB

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Minggu, 11 Oktober 2026 19:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
  • Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!
  • Persib vs Dewa United Malam Ini, Bobotoh Wajib Tahu Aturan Stadion Si Jalak Harupat
  • Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cerita Relawan Indonesia yang Sempat ‘Diculik’ Israel: Disetrum hingga Dipukul Selama Ditahan

By Aga GustianaJumat, 22 Mei 2026 15:30 WIB2 Mins Read
Viral video aktivis kemanusiaan dilakukan bak binatang oleh Israel. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sembilan relawan kemanusiaan asal Indonesia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla dilaporkan telah dibebaskan dan kini telah tiba di Istanbul, Turki, pada Kamis (21/05/2026). Sebelumnya, para aktivis tersebut sempat ditahan oleh pihak otoritas Israel dalam apa yang disebut oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) sebagai aksi penculikan.

Melalui unggahan di akun resmi Instagram @globalpeaceconvoy, dilaporkan bahwa para relawan mengalami serangkaian tindakan kekerasan fisik dan intimidasi selama masa penahanan mereka.

Mengalami Penyiksaan Fisik

Koordinator Dewan Pengarah dan Steering Committee GPCI, Dr. Maimon Herawati, mengonfirmasi bahwa seluruh WNI dalam misi kemanusiaan tersebut telah berada dalam kondisi aman dan dibebaskan. Namun, ia membeberkan adanya luka-luka fisik yang dialami oleh para relawan akibat penyiksaan dari pihak penahan.

“Sedikit memang ada yang sepertinya ada memar di dada, sehingganya sesak nafas. Juga ada yang disetrum. Juga ada yang ditendang, dipukul sampai kemudian mata memar-memar,” ujar Maimon Herawati langsung dari Istanbul.

Dalam video yang beredar, beberapa relawan pria yang mendampingi Maimon juga memberikan kesaksian singkat. Salah satu relawan mengaku sempat dibanting dan didera luka di kepala akibat dibenturkan ke tanah (dijedotkan), sementara relawan lainnya mengaku ditonjok, disetrum sebanyak dua kali, serta ditendang.

Menurut Maimon, kondisi yang dialami tim Indonesia ini masih tergolong “lumayan ringan” dibanding relawan internasional lainnya. Beberapa aktivis dari negara lain dilaporkan mengalami cedera yang jauh lebih parah, seperti patah tulang tangan dan kaki, hingga harus ditandu (stretcher) dan menjalani tindakan operasi medis.

Soroti Kondisi Warga Palestina

Melihat kebrutalan yang diterima oleh para aktivis kemanusiaan internasional, Maimon pun merefleksikan nasib buruk yang harus dihadapi oleh ribuan warga sipil Palestina yang saat ini masih mendekam di balik jeruji besi Israel.

“Jika mereka melakukan itu kepada para relawan kemanusiaan, maka kita bisa membayangkan apa yang dilakukan kepada warga Palestina,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini ada sekitar 9.000 warga Palestina—termasuk ratusan anak-anak dan perempuan—yang ditahan di penjara-penjara Israel dan kerap mengalami penyiksaan luar biasa, bahkan hingga berujung pada kematian. Maimon berharap insiden yang menimpa tim flotilla kemanusiaan ini dapat membuka mata dunia internasional terhadap brutalnya tindakan kolonialisme tersebut.

Saat ini, sembilan WNI bersama ratusan aktivis global lainnya tengah menjalani pemeriksaan kesehatan, proses dokumentasi, serta pengumpulan testimoni untuk keperluan hukum. Setelah seluruh proses administrasi tersebut selesai, tim relawan Indonesia dijadwalkan akan segera bertolak kembali ke Tanah Air.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.