Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Detik-detik Lansia 78 Tahun di Cigadung Disekap Rampok: CCTV Dirusak, Motor-HP Raib!

Jumat, 22 Mei 2026 15:43 WIB

Cerita Relawan Indonesia yang Sempat ‘Diculik’ Israel: Disetrum hingga Dipukul Selama Ditahan

Jumat, 22 Mei 2026 15:30 WIB

Pemotor Nekat Terobos Palang hingga Kereta Berhenti Mendadak, Farhan: Sabar!

Jumat, 22 Mei 2026 15:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Detik-detik Lansia 78 Tahun di Cigadung Disekap Rampok: CCTV Dirusak, Motor-HP Raib!
  • Cerita Relawan Indonesia yang Sempat ‘Diculik’ Israel: Disetrum hingga Dipukul Selama Ditahan
  • Pemotor Nekat Terobos Palang hingga Kereta Berhenti Mendadak, Farhan: Sabar!
  • Disentil Netizen Malaysia Soal IQ di Bawah 78, Video Kelulusan SMA Indonesia Berujung Malu Nasional!
  • Kabar Buruk bagi Persib? Malut United Kehilangan 9 Pemain Inti Jelang Lawan Borneo FC
  • Pesan Menohok Bojan Hodak Jelang Laga Penentu Persib: Setop Bahas Konvoi, Kita Belum Juara!
  • Pecah Tangis Cristiano Ronaldo Usai Bawa Al Nassr Juara: Penebusan Sempurna di Tanah Arab
  • Podomoro Park Gandeng PT Bakul Nasi Bersama, Hadirkan Kampung Kecil ke-69 di Bandung Selatan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 22 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cerita Relawan Indonesia yang Sempat ‘Diculik’ Israel: Disetrum hingga Dipukul Selama Ditahan

By Aga GustianaJumat, 22 Mei 2026 15:30 WIB2 Mins Read
Viral video aktivis kemanusiaan dilakukan bak binatang oleh Israel. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sembilan relawan kemanusiaan asal Indonesia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla dilaporkan telah dibebaskan dan kini telah tiba di Istanbul, Turki, pada Kamis (21/05/2026). Sebelumnya, para aktivis tersebut sempat ditahan oleh pihak otoritas Israel dalam apa yang disebut oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) sebagai aksi penculikan.

Melalui unggahan di akun resmi Instagram @globalpeaceconvoy, dilaporkan bahwa para relawan mengalami serangkaian tindakan kekerasan fisik dan intimidasi selama masa penahanan mereka.

Mengalami Penyiksaan Fisik

Koordinator Dewan Pengarah dan Steering Committee GPCI, Dr. Maimon Herawati, mengonfirmasi bahwa seluruh WNI dalam misi kemanusiaan tersebut telah berada dalam kondisi aman dan dibebaskan. Namun, ia membeberkan adanya luka-luka fisik yang dialami oleh para relawan akibat penyiksaan dari pihak penahan.

“Sedikit memang ada yang sepertinya ada memar di dada, sehingganya sesak nafas. Juga ada yang disetrum. Juga ada yang ditendang, dipukul sampai kemudian mata memar-memar,” ujar Maimon Herawati langsung dari Istanbul.

Dalam video yang beredar, beberapa relawan pria yang mendampingi Maimon juga memberikan kesaksian singkat. Salah satu relawan mengaku sempat dibanting dan didera luka di kepala akibat dibenturkan ke tanah (dijedotkan), sementara relawan lainnya mengaku ditonjok, disetrum sebanyak dua kali, serta ditendang.

Menurut Maimon, kondisi yang dialami tim Indonesia ini masih tergolong “lumayan ringan” dibanding relawan internasional lainnya. Beberapa aktivis dari negara lain dilaporkan mengalami cedera yang jauh lebih parah, seperti patah tulang tangan dan kaki, hingga harus ditandu (stretcher) dan menjalani tindakan operasi medis.

Soroti Kondisi Warga Palestina

Melihat kebrutalan yang diterima oleh para aktivis kemanusiaan internasional, Maimon pun merefleksikan nasib buruk yang harus dihadapi oleh ribuan warga sipil Palestina yang saat ini masih mendekam di balik jeruji besi Israel.

“Jika mereka melakukan itu kepada para relawan kemanusiaan, maka kita bisa membayangkan apa yang dilakukan kepada warga Palestina,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini ada sekitar 9.000 warga Palestina—termasuk ratusan anak-anak dan perempuan—yang ditahan di penjara-penjara Israel dan kerap mengalami penyiksaan luar biasa, bahkan hingga berujung pada kematian. Maimon berharap insiden yang menimpa tim flotilla kemanusiaan ini dapat membuka mata dunia internasional terhadap brutalnya tindakan kolonialisme tersebut.

Saat ini, sembilan WNI bersama ratusan aktivis global lainnya tengah menjalani pemeriksaan kesehatan, proses dokumentasi, serta pengumpulan testimoni untuk keperluan hukum. Setelah seluruh proses administrasi tersebut selesai, tim relawan Indonesia dijadwalkan akan segera bertolak kembali ke Tanah Air.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Global Sumud Flotilla GPCI Relawan Indonesia WNI ditahan Israel
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Detik-detik Lansia 78 Tahun di Cigadung Disekap Rampok: CCTV Dirusak, Motor-HP Raib!

Pemotor Nekat Terobos Palang hingga Kereta Berhenti Mendadak, Farhan: Sabar!

Buktikan BoP Ada Gunanya! MUI Minta Pemerintah Desak Pembebasan Relawan yang Diculik Israel

PMII Jabar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Pembangunan Terlalu Fokus Infrastruktur, Abai Kebutuhan Dasar

Viral Video Menteri Israel Olok-olok Ratusan Aktivis Kemanusiaan Gaza yang Diikat dan Dipaksa Berlutut

Seolah Menyentuh Langsung, Detail Foto Resolusi Tinggi Hajar Aswad Ini Bikin Merinding

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
  • Link ‘Guru Bahasa Inggris Viral’ Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.