bukamata.id – Cristiano Ronaldo tidak lagi mampu membendung air matanya. Begitu wasit meniup peluit panjang di Alawwal Park pada Jumat (22/5/2026) dini hari WIB, benteng pertahanan emosional sang megabintang runtuh. Di pelukan salah satu staf kepelatihan Al Nassr, pemain berusia 41 tahun itu menangis sesenggukan, merayakan momen magis yang sudah ia perjuangkan selama empat musim di Timur Tengah.
Malam itu, Al Nassr resmi menobatkan diri sebagai raja baru sepak bola Arab Saudi musim 2025/2026 setelah menggilas Damac dengan skor meyakinkan 4-1. Kemenangan krusial di pekan pamungkas ini sekaligus mengunci trofi liga ke-11 sepanjang sejarah klub.
Akhir Drama Kejar-kejaran dengan Al Hilal
Persaingan menuju tangga juara musim ini terbilang sangat ketat. Al Nassr menyudahi kompetisi dengan koleksi 86 poin di puncak klasemen akhir. Skuad berjuluk Faris Najd tersebut hanya terpaut dua angka dari juara bertahan sekaligus rival sewilayah mereka, Al Hilal, yang finis di peringkat kedua dengan 84 poin.
Ronaldo menjadi pahlawan penentu lewat lesatan dua gol penutup ke gawang Damac. Sesaat setelah mencetak gol terakhirnya, kapten Timnas Portugal itu langsung emosional. Sambil menyeka air mata, ia mengarahkan pandangannya ke tribune stadion, mendedikasikan momen tersebut untuk anak dan istrinya yang hadir menonton.
Penebusan Luka Setelah Dua Kegagalan Beruntun
Tangisan CR7 di lapangan hijau bukan tanpa alasan. Gelar juara ini menjadi obat penawar yang sangat melegakan setelah Al Nassr dihantam badai kekecewaan dalam dua pekan terakhir.
Publik Riyadh tentu masih ingat drama tanggal 13 Mei lalu. Al Nassr yang kala itu menjamu Al Hilal hampir saja mengunci trofi lebih cepat saat unggul 1-0. Namun, kemenangan di depan mata buyar seketika akibat gol bunuh diri kiper Bento di menit-menit akhir laga. Skor imbang 1-1 memaksa pesta juara tertunda dan memukul mental tim.
Penderitaan Ronaldo kian lengkap ketika empat hari berselang, tepatnya pada 17 Mei, Al Nassr dipaksa menyerah 0-1 di partai final Asian Champions League Two. Dua kegagalan menyakitkan dalam waktu berdekatan itulah yang membuat trofi Liga Arab Saudi kali ini terasa begitu emosional dan berharga.
Manusia Empat Negara
Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan status Cristiano Ronaldo sebagai legenda lintas benua. Ia resmi mengukir sejarah baru sebagai pesepak bola yang mampu mengangkat trofi kasta tertinggi di empat kompetisi negara berbeda.
Sebelum menaklukkan Arab Saudi bersama Al Nassr, Ronaldo telah lebih dulu mendominasi Eropa dengan meraih kejayaan di Liga Inggris (Manchester United), Liga Spanyol (Real Madrid), serta Liga Italia (Juventus).
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










