bukamata.id – Tugas berat super mustahil tampaknya harus dihadapi Malut United di laga pamungkas Super League 2025-2026. Menantang Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Sabtu (21/5/2026), Laskar Kie Raha dipastikan tampil “ompong” setelah kehilangan hampir seluruh pilar inti mereka akibat cedera, skorsing, hingga urusan personal.
Tidak tanggung-tanggung, sembilan pemain penting dipastikan absen atau diragukan tampil. Duo Sayuri (Yakob dan Yance), Wbeymar Angulo, serta Lucas Cardoso terkena skorsing kartu.
Penderitaan Malut United makin lengkap dengan cederanya Ciro Alves, Tyronne del Pino, dan kiper utama, Alan. Ditambah lagi, kondisi kapten Gustavo Franca yang pincang serta absennya Igor Inocencio karena urusan keluarga.
Situasi pincang ini tentu menjadi angin segar bagi Borneo FC yang berada di peringkat kedua dan tengah bernafsu mengudeta Persib Bandung di puncak klasemen. Jika Pesut Etam menang dan Persib terpeleset dari Persijap, gelar juara otomatis terbang ke Samarinda.
Meski datang dengan skuad seadanya, manajemen Malut United menolak pasrah. Wakil Presiden Klub, Weshley Hutagalung, menegaskan timnya tidak akan memberi kemenangan mudah bagi tuan rumah.
“Malut datang tetap dengan prinsip bermain untuk mencari kemenangan,” ujar Weshley, pada Kamis (21/5/2/2026).
Ia menegaskan bahwa Malut United ingin kembali menyentuh level musim debut kemarin di mana mereka mengakhiri musim Liga 1 dengan raihan 57 poin.
Kemenangan pada laga terakhir akan mengangkat Malut ke angka 56 poin dan berpotensi menggeser Persebaya Surabaya apabila Bajul Ijo kalah dari Persik Kediri.
“Pelatih sudah menyiapkan pemain pengganti dan ingin mengakhiri kompetisi dengan hasil yang baik. Tak ada niat lain kecuali berusaha memberikan kebahagaiaan bagi masyarakat Maluku Utara dan Maluku serta semua pendukung Malut United,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










