Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 21:06 WIB

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Minggu, 2 Agustus 2026 20:02 WIB

Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 19:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

By Aga GustianaSabtu, 28 Maret 2026 11:25 WIB3 Mins Read
Kecelakaan beruntun di Tol Cipali Subang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kondisi keselamatan jalan raya di tanah air sedang berada dalam titik yang mengkhawatirkan. Bukan sekadar isapan jempol, data terbaru sepanjang tahun 2025 menunjukkan angka fatalitas yang mengerikan: nyawa manusia seolah menjadi taruhan setiap kali roda kendaraan berputar di aspal.

Berdasarkan laporan dari Road Safety Association (RSA) Indonesia, tercatat ada 158.508 insiden kecelakaan yang mengakibatkan 238.878 orang menjadi korban, di mana 24.296 di antaranya berakhir dengan kematian.

Ketua Dewan Pengawas RSA Indonesia, Rio Octaviano, memberikan gambaran yang lebih memilukan lewat perhitungan waktu.

“Jika ditarik dalam skala waktu, hampir tiga orang meninggal setiap jam, atau satu nyawa hilang setiap 20 menit di jalan raya Indonesia,” kata Rio dalam keterangan tertulisnya.

Ironi Jalan Lurus dan Cuaca Cerah

Banyak orang berasumsi bahwa kecelakaan terjadi karena infrastruktur yang buruk atau cuaca ekstrem. Namun, data justru menunjukkan fakta sebaliknya. Mayoritas kecelakaan terjadi di jalanan yang lurus (137.658 kasus), aspal yang mulus (153.930 kasus), dan saat cuaca sedang cerah (151.289 kasus).

Rio menegaskan bahwa fenomena ini adalah teguran keras bagi pengelola kebijakan keselamatan.

“Temuan ini mematahkan asumsi lama bahwa kecelakaan terutama disebabkan oleh jalan rusak atau kondisi cuaca buruk. Sebaliknya, data menunjukkan bahwa kecelakaan lebih banyak terjadi dalam kondisi ‘normal’-ketika sistem seharusnya mampu memberikan perlindungan yang optimal,” ujar Rio.

Ia juga menambahkan bahwa fenomena ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas.

“Ini bukan sekadar angka statistik. Ia mencerminkan bahwa sistem keselamatan jalan masih memerlukan penguatan yang lebih serius dan terintegrasi,” ujarnya.

Minimnya Kepatuhan dan Dominasi Roda Dua

Dari sisi jenis kendaraan, sepeda motor masih menjadi penyumbang kecelakaan terbesar dengan angka mencapai 212.414 unit. Diikuti oleh angkutan barang (29.174 unit) dan bus (21.269 unit).

Masalah kompetensi pengemudi juga menjadi sorotan tajam. RSA mencatat sebanyak 63.013 pelaku kecelakaan ternyata tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Angka ini jaug lebih besar dibandingkan pengguna SIM C (14.033 orang) atau SIM A (1.052 orang).

“Ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam aspek kepatuhan, kompetensi, serta pengawasan,” kata Rio.

Kritik Keras: Keselamatan Jalan Bukan Proyek Musiman

Salah satu poin paling krusial yang disoroti RSA adalah pola penanganan pemerintah yang dinilai hanya “hangat-hangat kuku” saat momen mudik lebaran saja. Rio mengkritik bagaimana koordinasi antarlembaga tampak sangat masif di depan kamera media saat musim mudik, namun meredup setelahnya.

“Setiap tahun, saat arus mudik menjelang, pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga saling berkoordinasi, dengan para pejabat berdiri gagah di depan kamera untuk menyampaikan rencana-rencana penanggulangan. Semua itu seakan menunjukkan keseriusan dalam menghadapi permasalahan besar ini,” ujar Rio.

Ia mempertanyakan mengapa konsistensi kebijakan tersebut tidak diterapkan sepanjang tahun, mengingat nyawa terancam setiap detik di jalan raya, bukan hanya saat libur panjang.

“Namun, apa yang terjadi setelah itu? Kenapa kebijakan keselamatan tidak berjalan dengan konsisten sepanjang tahun? Mengapa perhatian yang sama tidak diberikan setiap hari, setiap detik di jalan raya Indonesia? Pejabat yang digaji oleh negara untuk melayani masyarakat harusnya sadar bahwa tugas mereka jauh lebih penting daripada sekadar merencanakan dan mengumumkan kebijakan selama mudik,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kecelakaan Lalu Lintas keselamatan jalan Rio Octaviano Road Safety Association RSA Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.