Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Waspada Mudik! Nagreg Mulai Padat, Cikaledong Jadi Titik Kepadatan Sementara

Kamis, 19 Maret 2026 13:53 WIB

Ibu Aceh Ini Buktikan Jadi Viral Gak Perlu Joget, Cukup Laporin Nasib Kue Lebaran!

Kamis, 19 Maret 2026 13:47 WIB

Kapan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar? Ini Bocoran Jam Pengumuman dari Kemenag

Kamis, 19 Maret 2026 13:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada Mudik! Nagreg Mulai Padat, Cikaledong Jadi Titik Kepadatan Sementara
  • Ibu Aceh Ini Buktikan Jadi Viral Gak Perlu Joget, Cukup Laporin Nasib Kue Lebaran!
  • Kapan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar? Ini Bocoran Jam Pengumuman dari Kemenag
  • Persib Dekati Sejarah Hattrick Juara Liga Indonesia, Begini Rahasianya
  • Jadwal Sidang Isbat 19 Maret 2026, Ini Prediksi Hari Raya Lebaran
  • Potongan Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Adegan Disensor Bikin Spekulasi
  • Jangan Terlewat! Ini Link Live Streaming dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
  • Maung Bandung Bisa Juara Lebih Cepat, Catat Laga Kunci Persib di Sisa Musim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ini Alasan Menkeu Purbaya Guyur Bank Rp200 Triliun Saat Ekonomi Rakyat Lesu

By Aga GustianaSelasa, 16 September 2025 12:33 WIB2 Mins Read
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana segar Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menuai tanda tanya. Pasalnya, langkah itu dilakukan di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih lemah.

Sejumlah pihak menilai langkah tersebut berpotensi tidak efektif karena permintaan kredit juga belum bergairah. Ketika ditanya soal alasan kebijakan itu, Purbaya memberi jawaban retoris.

“Ini Anda bertanya telur sama ayam duluan yang mana? Uang duluan atau ekonomi duluan?,” ujar Purbaya usai rapat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Mengulang Strategi 2021

Purbaya kemudian menyinggung pengalaman pada 2021, ketika ekonomi mulai merangkak bangkit setelah hantaman pandemi COVID-19. Menurutnya, kala itu penyaluran kredit masih lesu karena ekonomi belum kuat. Pemerintah lantas menambah likuiditas ke sistem keuangan, yang akhirnya mendorong perbankan lebih agresif menyalurkan kredit.

Baca Juga:  Bukan Jawab Nama-nama Ikan, Sri Mulyani Bahagia Dapat Sepeda dari Jokowi

“Jadi saya pikir sih ketika uang bertambah ke sistem, dua sisi akan bergerak. Yang pertama tentunya likuiditas bertambah dan itu otomatis pelan-pelan bunga di pasar akan turun. Yang tadinya orang naruh uang di bank seneng karena bunganya tinggi, pasti akan turun,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketika bunga simpanan menurun, masyarakat cenderung mengalihkan dana mereka untuk berbelanja. Hal itu diharapkan bisa menggairahkan konsumsi domestik.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tantang Purbaya Buka Data Daerah yang Simpan APBD di Deposito

“Karena bunganya juga kelebihan duit kan. Dia gak akan menarik dengan terlalu susah payah uang dari masyarakat lagi. Kalau bunga turun, masyarakat yang tadinya suka nyimpan uang di bank mulai belanja,” terang Purbaya.

Harapan Perusahaan Lebih Berani Ekspansi

Tidak hanya untuk konsumsi, Purbaya berharap kebijakan ini juga bisa mendorong dunia usaha. Menurutnya, bunga pinjaman yang lebih rendah akan memacu korporasi untuk mengambil kredit modal ekspansi.

“Dan gampang pinjam bunganya, mungkin bunganya juga turun sedikit. Tapi dengan adanya uang itu, mereka jadi berani pinjam uang di bank. Artinya sisi demand dan supply akan tumbuh berbarengan,” paparnya.

Baca Juga:  Karut Marut Penanganan Utang Fantastis Whoosh, Proyek Prestisius Jadi Bola Panas?

Bank-bank yang Kebagian Kucuran Dana

Penempatan dana jumbo ini diatur lewat Keputusan Menteri Keuangan (KMK) yang sudah diteken langsung oleh Purbaya. Lima bank pelat merah yang mendapatkan alokasi antara lain:

  • Bank Mandiri: Rp55 triliun
  • Bank BNI: Rp55 triliun
  • Bank BRI: Rp55 triliun
  • Bank BTN: Rp25 triliun
  • BSI Syariah: Rp10 triliun

Rakyat Menunggu Dampak Nyata

Meski Purbaya optimistis, publik masih mempertanyakan apakah strategi menyalurkan dana ke bank benar-benar bisa langsung menyentuh rakyat kecil yang sedang kesulitan. Daya beli masyarakat masih tertekan, dan dunia usaha pun masih berhitung untuk ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Himbara ekonomi Indonesia Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waspada Mudik! Nagreg Mulai Padat, Cikaledong Jadi Titik Kepadatan Sementara

Jadwal Sidang Isbat 19 Maret 2026, Ini Prediksi Hari Raya Lebaran

Pantau Jalur Selatan, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Pastikan Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H di Bandung, Jumat 20 Maret 2026

Ramadhan Hampir Berakhir, Simak Waktu Imsak Hari ke-29 di Bandung

Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.