BARU beberapa hari lalu, publik Kota Bandung menyambut baik langkah tegas Wakil Wali Kota Bandung yang menggencarkan pemberantasan minuman keras (minol) di berbagai titik rawan. Langkah ini tidak hanya tepat, tapi juga sejalan dengan nilai-nilai religius dan budaya masyarakat Bandung yang mayoritas Muslim. Namun ironis, belum genap seminggu, sebuah event lari justru menyuguhkan hal yang bertolak belakang: pembagian bir gratis kepada peserta.
Kami sebagai bagian dari elemen pemuda Kota Bandung merasa prihatin dan geram. Ini bukan sekadar soal minuman keras, tetapi menyangkut konsistensi arah kebijakan kota dan penghormatan terhadap nilai-nilai masyarakat. Olahraga seharusnya menjadi ajang untuk membangun gaya hidup sehat, bukan malah mempromosikan konsumsi alkohol, apalagi secara cuma-cuma di ruang publik.
Yang lebih mengecewakan, event ini melibatkan komunitas yang jelas-jelas bergerak dalam promosi bir, dan pelaksanaannya berada di wilayah Kota Bandung — yang tentu saja dalam tanggung jawab Wali Kota sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan kota. Kami mempertanyakan, bagaimana event semacam ini bisa mendapat izin? Siapa yang memberi restu?
Pemuda Persis Kota Bandung meminta dengan tegas:
- Evaluasi izin dan penyelenggaraan event-event publik agar tidak bertentangan dengan visi kota yang religius dan berbudaya.
- Peningkatan pengawasan dan keterlibatan ormas serta masyarakat sipil dalam mengawal nilai-nilai moral di ruang publik.
Kami tidak anti-olahraga. Tapi kami menolak keras segala bentuk normalisasi minuman keras di ruang publik, terlebih di kota yang menjunjung tinggi nilai keislaman seperti Bandung. Jika dibiarkan, kejadian ini akan menjadi preseden buruk bagi generasi muda dan arah moral Kota Bandung ke depan.
Bandung tidak kekurangan cara untuk menjadi kota yang sehat, kreatif, dan ramah anak muda — tanpa harus melibatkan alkohol.
Mari jaga Bandung bersama, sebelum identitas kotanya terkikis pelan-pelan oleh pembiaran yang diam-diam.
Penulis adalah Ketua Pemuda Persis PC Kec. Kiaracondong, Moh. Fajar Shiddiq Permana
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










