bukamata.id – Aktivis diaspora Indonesia sekaligus influencer, Salsa Erwina, kembali menjadi perhatian publik setelah merilis video pengakuan adanya upaya untuk membungkam dirinya.
Dalam video tersebut, Salsa menyebut ada pihak-pihak yang mengirimkan surat langsung ke perusahaan tempat ia bekerja di luar negeri. Menurutnya, isi surat itu cenderung menyerang pribadi dan berusaha merusak reputasinya.
“Ada beberapa yang ngirimin surat ke perusahaan aku, berkata bahwa aku adalah provokator, aku adalah perusak bangsa, dan lain sebagainya,” ungkap Salsa dalam videonya, Jumat (12/9/2025).
Respons Perusahaan yang Tak Terduga
Ia menilai tindakan tersebut merupakan upaya serius untuk menghentikannya bersuara. Salsa belakangan memang aktif menyuarakan isu demokrasi di Indonesia, termasuk saat menggelar demonstrasi di Denmark. Ia juga pernah menantang debat anggota DPR Ahmad Sahroni.
“Ingat ya, dengan kalian mengirim surat ke perusahaan aku, kalian yang sebenarnya mencoreng nama baik bangsa ini,” tegasnya.
Namun, respons perusahaan tempat ia bekerja justru tak sesuai harapan pengirim surat. Alih-alih memberikan sanksi, pihak perusahaan menilai tindakan itu sebagai bentuk pelecehan.
“Justru perusahaan tempat aku bekerja sekarang malah merasa, ‘kok begini banget?’ Emang di Indonesia tuh kayak gitu ya? Ini jadinya kayak harassment,” ujar Salsa menirukan reaksi atasannya.
Sorotan terhadap Kebebasan Berpendapat
Menurutnya, perusahaan asing yang bergerak di sektor energi tersebut justru semakin menunjukkan simpati terhadap perjuangan yang ia lakukan. Mereka, kata Salsa, menjunjung tinggi kebebasan berpendapat sebagai salah satu pilar demokrasi.
Salsa menilai, laporan ke perusahaan justru menjadi bumerang. Tindakan itu gagal membungkamnya dan malah membuka mata pihak luar negeri soal kondisi kebebasan berekspresi di Indonesia.
“Orang-orang di Denmark yang tadinya tidak tahu tentang Indonesia, nggak aware tentang situasi politik di Indonesia, akhirnya mereka jadi tahu dan malah jadi makin merasa empati dengan perjuangan yang kita jalankan,” katanya.
Sentil Kriminalisasi Aktivis dan Pesan Penutup
Dalam kesempatan itu, Salsa juga menyinggung dugaan kriminalisasi terhadap tokoh kritis lain seperti Ferry Irwandi, yang ia sebut sebagai pahlawan. Ia menilai serangan yang dilancarkan kepada aktivis lebih banyak bersifat personal dan menghindari substansi argumen.
Menutup videonya, Salsa menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang berusaha meredam suara kritis. Menurutnya, energi dan sumber daya negara lebih baik diarahkan pada persoalan nyata yang merugikan masyarakat.
“Jangan rusak citra kalian sendiri. Kalau kalian terus-terusan maunya dihormati tapi melakukan aksi-aksi seperti ini, itu membuat kami semakin tidak percaya,” tutupnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








