Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

Minggu, 15 Maret 2026 21:53 WIB
CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Minggu, 15 Maret 2026 21:45 WIB

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Minggu, 15 Maret 2026 21:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
  • Alwi Farhan dan Putri KW Tembus Final Swiss Open 2026, Indonesia Bidik Dua Gelar
  • Selisih 4 Poin di Klasemen, Persib vs Borneo FC Jadi Laga Krusial Perebutan Gelar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 15 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Isu Jual Saham BIJB Kertajati Menguat, Dedi Mulyadi Ajukan Opsi Tak Terduga

By Aga GustianaSenin, 26 Januari 2026 11:16 WIB4 Mins Read
Bandara Husein
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai pengelolaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Isu tersebut menyebutkan adanya rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melepas kepemilikan saham bandara. Dedi menegaskan, informasi tersebut tidak sesuai fakta.

Menurut Dedi, tidak pernah ada rencana penjualan saham BIJB Kertajati. Pembahasan yang saat ini berlangsung justru berkaitan dengan opsi tukar guling aset (ruislag) antara Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat, sebagai solusi atas beban keuangan daerah yang terus meningkat.

“Bukan saham BIJB Kertajati yang dilepas. Pemerintah pusat, dalam hal ini Pak Presiden, melihat ada beban fiskal APBD provinsi yang berat karena setiap tahun harus mengeluarkan biaya operasional,” kata Dedi, Jumat (23/1/2026).

Beban APBD dan Operasional Bandara

Dedi menjelaskan, hingga kini BIJB Kertajati belum mampu menopang operasionalnya secara mandiri. Aktivitas penerbangan yang belum konsisten membuat bandara tersebut masih bergantung pada suntikan anggaran dari APBD Jawa Barat setiap tahun.

“Kepastian Kertajati bisa beroperasi dengan baik dan menghasilkan uang untuk operasional itu sampai sekarang belum terlihat,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi latar belakang perlunya pembahasan lebih serius dengan pemerintah pusat terkait arah dan masa depan pengelolaan BIJB Kertajati.

Baca Juga:  Profil Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara yang Jadi Sorotan Usai Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi

Transportasi Dinilai Belum Terintegrasi

Selain persoalan fiskal, Dedi juga menyinggung belum sinkronnya kebijakan transportasi nasional. Ia menilai upaya mendorong optimalisasi Kertajati tidak sejalan dengan realitas pilihan transportasi masyarakat.

“Ada sesuatu yang aneh. Satu sisi kita dorong ke Kertajati, tapi di sisi lain ada Whoosh, kemudian Halim tetap buka. Ya, orang pasti pilih Halim dibanding Kertajati,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Kertajati sulit berkembang maksimal jika tidak dibarengi penataan kebijakan transportasi secara menyeluruh.

Usulan Kertajati Jadi Kawasan Strategis Nasional

Melihat situasi tersebut, Dedi mengusulkan perubahan fungsi kawasan Kertajati agar memiliki peran strategis baru. Usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

“Saya mengusulkan kawasan Kertajati menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri. Ini mendapat respons positif, sehingga Presiden memiliki harapan Kertajati menjadi pangkalan TNI Angkatan Udara,” ungkap Dedi.

Baca Juga:  Alasan Dedi Mulyadi Pecat Kepala Sekolah SMAN 6 Depok

Menurutnya, gagasan tersebut sejalan dengan kebutuhan nasional dan berpotensi mengoptimalkan kawasan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Komunikasi Intensif dengan Pemerintah Pusat

Dedi memastikan komunikasi dengan pemerintah pusat terus berjalan. Ia mengaku telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi negara untuk membahas opsi-opsi pengelolaan ke depan.

“Saya sudah bertemu Mensesneg, juga sudah berkoordinasi dengan Menhan, tinggal menunggu opsinya saja,” katanya.

Saat ini, Pemprov Jawa Barat masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat terkait arah kebijakan yang akan diambil.

Skema Tukar Guling Aset Jadi Opsi Utama

Dalam pembahasan tersebut, Pemprov Jawa Barat mengajukan skema tukar guling aset sebagai solusi. Melalui skema ini, BIJB Kertajati diusulkan menjadi aset pemerintah pusat.

Sebagai gantinya, Pemprov Jawa Barat mengajukan pengelolaan Bandara Husein Sastranegara, kawasan PT Dirgantara Indonesia (PT DI), serta wilayah sekitarnya.

“Opsi saya adalah tukar aset. Husein, PT DI, dan sekitarnya diserahkan ke Pemprov, sedangkan Kertajati diserahkan ke pemerintah pusat,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tetap Selidiki Dugaan Pemotongan Dana Kompensasi Sopir Angkot Puncak Bogor

Husein Dinilai Lebih Siap Dikelola

Dedi menilai Bandara Husein Sastranegara memiliki keunggulan dari sisi kesiapan infrastruktur sehingga lebih cepat untuk dikembangkan kembali.

“Kita tinggal memperkuat dan memodernisasi Husein. Tidak butuh waktu lama untuk membenahinya. Misalnya, jika landasan pacu ditambah, dalam waktu singkat pasti ramai,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa wacana tersebut sama sekali bukan penjualan aset daerah.

“Bukan jual aset, tapi tukar. Jadi kita mengelola Husein, Kertajati diserahkan ke pusat,” tegasnya.

Terkait perbedaan nilai aset, Dedi menyebut persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme penilaian profesional.

“Tinggal dihitung saja, kan nilai aset di Bandung berbeda. Itu bisa dihitung lewat appraisal, gampang karena ini urusan sesama pemerintah,” ucapnya.

Menanti Keputusan Akhir

Hingga kini, Pemprov Jawa Barat masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait kelanjutan skema tersebut.

“Saya menunggu pusat. Namun dari Mensesneg sudah ada sinyal, saya sudah diminta bertemu dengan salah satu direktur di sana,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandara Kertajati BIJB Kertajati Dedi Mulyadi Isu Jual Saham Pemprov Jawa Barat Tukar Aset
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.