Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Maudy Ayunda Dihujat ‘Tone Deaf’: Kuliah Dibayai LPDP tapi Minim Empati, Kalah Telak dari Cinta Laura?

Senin, 14 September 2026 15:18 WIB

Banyak Diprotes, Pemkot Bandung Pastikan BRT Tetap Dilanjutkan

Senin, 14 September 2026 15:11 WIB

Misi di Korea Terancam? Persib Kehilangan Ujung Tombak Jelang Duel FC Seoul

Senin, 14 September 2026 14:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Maudy Ayunda Dihujat ‘Tone Deaf’: Kuliah Dibayai LPDP tapi Minim Empati, Kalah Telak dari Cinta Laura?
  • Banyak Diprotes, Pemkot Bandung Pastikan BRT Tetap Dilanjutkan
  • Misi di Korea Terancam? Persib Kehilangan Ujung Tombak Jelang Duel FC Seoul
  • Hampir 300 SPPG Beroperasi di Bandung, Farhan Tegaskan Wajib Bersertifikasi
  • 10 Toko Legend Bandung yang Masih Eksis Puluhan Tahun, Nomor 1 Bikin Nostalgia
  • Lewat Seni Pupuh Sinom, BNN Jabar Gencarkan Edukasi Antinarkoba untuk Generasi Muda
  • Pemkot Bandung Perketat Pengawasan SPPG MBG, Diberi Waktu 2 Minggu untuk Berbenah
  • Skandal Korupsi Pemkab Bekasi: Eks Bupati Ade Kuswara Kunang Divonis 6 Tahun Penjara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tetap Selidiki Dugaan Pemotongan Dana Kompensasi Sopir Angkot Puncak Bogor

By Aga GustianaSabtu, 5 April 2025 08:57 WIB2 Mins Read
Ilustrasi angkot. (mediabogor).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Isu pemotongan dana kompensasi untuk sopir angkot di kawasan Puncak, Bogor, ramai jadi sorotan publik. Video pengakuan seorang sopir bernama Emen yang menyebut adanya potongan sebesar Rp200 ribu viral dan menjadi trending di media sosial. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun langsung turun tangan menyelidiki kasus tersebut.

Melalui akun media sosial resminya, @dedimulyadi71, Gubernur Dedi mengunggah perbincangan langsung dengan Emen untuk menggali fakta di balik kabar pemotongan dana yang semestinya diterima utuh oleh para sopir angkot.

Emen awalnya menyebut bahwa uang tersebut dipotong sebagai bentuk “ucapan terima kasih” kepada pihak-pihak yang membantu pengurusan administrasi. Ia mengaku menerima dua amplop dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, masing-masing berisi Rp500 ribu.

Namun, dalam video terbarunya yang juga diunggah di akun Gubernur, Emen menyampaikan bahwa permasalahan sudah selesai. Ia menyatakan tidak ada pungutan dan dana yang sempat dipotong telah dikembalikan kepada para sopir.

Baca Juga:  ‎Dedi Mulyadi Dinilai Berani Prioritaskan Infrastruktur, Satu Tahun Kepemimpinan Tuai Apresiasi

“Alhamdulillah, sudah clear. Tidak ada pungutan apapun. Dana Rp11 juta sudah dikembalikan ke para sopir yang merasa dipungut,” ujar Emen.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan perwakilan Organda, Dishub Kabupaten Bogor, serta Dishub Provinsi Jawa Barat untuk membahas dan menyelesaikan persoalan ini.

Baca Juga:  MQ Iswara Disiapkan Jadi Pendamping Dedi Mulyadi, Pengamat: Pasangan Realistis

Namun, Emen juga meminta agar Gubernur Dedi Mulyadi meralat pernyataan sebelumnya. Ia menyebut bahwa informasi yang sempat disampaikan ke publik tidak sepenuhnya benar.

Mendengar pernyataan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi tidak tinggal diam. Ia menanggapi dengan sebuah pernyataan tegas di Instagram:
“Logika sederhana: Kalau ada pengembalian, itu artinya didahului oleh pengambilan. Satu kata dari saya: SELIDIKI!!!”

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, turut buka suara. Ia membantah keterlibatan pihak Dishub dalam praktik pemotongan dana tersebut.

Baca Juga:  Isu Sekolah Swasta Tahan Ijazah Memanas, Dedi Mulyadi Berang dan Tantang Audit: Sebutin Sekolahnya!

“Anggota Dishub tidak ikut serta dalam pemungutan. Kita sudah sepakat dengan Organda, KKSU, dan para pemilik kendaraan bahwa tidak ada pungutan seperti yang diberitakan,” ujar Dadang kepada Radar Bogor.

Pihak Dishub juga mengklaim bahwa informasi yang disampaikan Emen kepada Gubernur tidak sesuai kenyataan di lapangan.

Dengan sorotan publik yang semakin tajam, permasalahan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Upaya penelusuran dan penyelidikan lanjutan pun masih terus berjalan untuk memastikan transparansi dan keadilan bagi seluruh sopir angkot penerima kompensasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Puncak Bogor sopir angkot
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Banyak Diprotes, Pemkot Bandung Pastikan BRT Tetap Dilanjutkan

Hampir 300 SPPG Beroperasi di Bandung, Farhan Tegaskan Wajib Bersertifikasi

Lewat Seni Pupuh Sinom, BNN Jabar Gencarkan Edukasi Antinarkoba untuk Generasi Muda

Pemkot Bandung Perketat Pengawasan SPPG MBG, Diberi Waktu 2 Minggu untuk Berbenah

Skandal Korupsi Pemkab Bekasi: Eks Bupati Ade Kuswara Kunang Divonis 6 Tahun Penjara

Bikin Heboh Cicadas! Ini Alasan Halte BRT Bandung Raya Justru Dibangun di Tengah Jalan

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.