Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hasil Drawing 16 Besar UCL 2025/2026: Raksasa Inggris Dikepung Kuda Hitam!

Jumat, 27 Februari 2026 21:12 WIB
Persib

‎Kemenangan Telak Persib Bukan Gara-gara Bojan Hodak Absen, Ini Kata Igor Tolic

Jumat, 27 Februari 2026 21:02 WIB

‎Tragedi Longsor Pasir Kuning: 10 Korban Dimakamkan Massal, Identitas Masih Belum Diketahui

Jumat, 27 Februari 2026 20:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hasil Drawing 16 Besar UCL 2025/2026: Raksasa Inggris Dikepung Kuda Hitam!
  • ‎Kemenangan Telak Persib Bukan Gara-gara Bojan Hodak Absen, Ini Kata Igor Tolic
  • ‎Tragedi Longsor Pasir Kuning: 10 Korban Dimakamkan Massal, Identitas Masih Belum Diketahui
  • ‎THR Pensiunan 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Resminya di Taspen‎
  • ‎Prediksi Persebaya vs Persib: Maung Bandung On Fire, Bajul Ijo Siap Balas Dendam?‎
  • ‎Heboh Link Video Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor di TikTok, Benarkah Ada Versi Lengkap?‎
  • Jabar Oleng? Dedi Mulyadi Nekat Ngutang Rp2 Triliun ke Bank Demi Proyek Ambisius
  • ‎Persis Ramadhan Expo 2026 Digelar di TSM Bandung, Hadirkan Dakwah dan Bazar UMKM
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 27 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Oleng? Dedi Mulyadi Nekat Ngutang Rp2 Triliun ke Bank Demi Proyek Ambisius

By Aga GustianaJumat, 27 Februari 2026 19:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang “bocor”, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah mengejutkan dengan memutuskan untuk berutang dalam jumlah fantastis. Tak tanggung-tanggung, dana segar sebesar Rp2 triliun diajukan sebagai pinjaman modal untuk menutupi ambisi pembangunan infrastruktur.

Pengakuan “ngutang” ini disampaikan langsung oleh Dedi usai menandatangani sejumlah kesepakatan (MoU) di Gedung Sate, Kamis (26/2/2026). Ia berdalih, pinjaman ini adalah jalan pintas untuk menyelesaikan proyek-proyek raksasa.

“Saya jujur aja tahun ini saya mengajukan pinjaman Rp 2 triliun, tetapi hanya berlaku selama saya memimpin untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur-infrastruktur yang besar,” ungkap Dedi.

Baca Juga:  Dicicil Belum Lunas, Ridwan Kamil Diduga Beli Mobil BJ Habibie Pakai Uang Korupsi

Beban Fiskal Menghimpit, Pinjaman Jadi Pelarian

Keputusan untuk berutang ke PT Bank BJB Tbk ini rupanya dipicu oleh kondisi fiskal Jawa Barat yang sedang tidak sehat. Dedi mengakui adanya “lubang” dana transfer dari pusat yang hilang hingga Rp2,458 triliun pada tahun 2026. Alih-alih melakukan efisiensi ketat, Pemprov justru memilih menumpuk kewajiban bayar di masa depan.

Dedi berargumen bahwa hilangnya anggaran hampir Rp3 triliun membuat alokasi pembangunan infrastruktur seperti underpass dan jembatan layang menjadi terancam jika tidak dibiayai dari hasil meminjam.

“Nanti ada beberapa tempat yang kita bangun (infrastruktur) dengan biaya yang relatif lumayan, dan terus-terang saja untuk mewujudkan itu alokasi Pemda Provinsi Jawa Barat mengalami kehilangan fiskal hampir Rp 3 triliun,” katanya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sindir Parung Panjang Rusak Akibat Proyek Jakarta-Tangerang

Gali Lubang, Tutup Sebelum 2030

Meski membebani kas daerah dengan cicilan besar, Dedi sesumbar bahwa utang tersebut tidak akan diwariskan ke gubernur selanjutnya. Ia menargetkan seluruh utang Rp2 triliun tersebut lunas sebelum masa jabatannya habis pada tahun 2030.

“Itu dicicilnya sampai 2030, selama saya memimpin, tidak boleh lebih,” tegasnya.

Dana utangan tersebut rencananya akan digelontorkan untuk proyek Puncak II, pembangunan jembatan layang, hingga underpass di Kota Cimahi yang diklaim sebagai solusi kemacetan.

Baca Juga:  Prestasi Nasional! bank bjb Raih The Excellent Performance Bank 2025

Andalkan Swasta untuk Padalarang

Selain mengandalkan uang pinjaman Bank BJB, Dedi juga mencoba melempar beban pembangunan ke pihak swasta. Untuk mengurai kemacetan di kawasan Padalarang yang melingkar dari terminal Whoosh ke Cipatat, ia menyerahkan urusan biaya kepada pengembang besar.

“Dan nanti dibangunnya oleh Kota Baru Parahyangan, jadi saya tidak ngeluarin lagi biaya,” pungkasnya.

Langkah berani (atau nekat) Dedi Mulyadi ini memicu pertanyaan besar: apakah infrastruktur megah tersebut sebanding dengan risiko beban bunga dan pokok utang yang harus ditanggung rakyat Jawa Barat hingga empat tahun ke depan?

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bank bjb Dedi Mulyadi Ngutang Hutang Pemprov Jabar Infrastruktur Jawa Barat Krisis Fiskal Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

‎Tragedi Longsor Pasir Kuning: 10 Korban Dimakamkan Massal, Identitas Masih Belum Diketahui

‎Persis Ramadhan Expo 2026 Digelar di TSM Bandung, Hadirkan Dakwah dan Bazar UMKM

Jadwal Adzan Maghrib dan Buka Puasa Bandung Raya Hari Ini, 26 Februari 2026

Kuningan Heboh! Sinkhole Raksasa Muncul di Ciawigebang, Jalur Penghubung Cihaur Putus Total

‎Resmi! Jadwal Gaji Pensiunan Maret 2026 dan Estimasi THR Lengkap di Sini

THR Pensiunan dan Ahli Waris 2026 Cair Awal Ramadan? Ini Jadwal, Besaran, dan Cara Ceknya

Terpopuler
  • Gaji dan THR Pensiunan Cair Tepat Waktu, Ini Jadwal Resmi Taspen 2026
  • Viral Besar! Link Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Diburu Warganet, Benarkah Ada di Telegram?
  • Viral Tanpa Sensor? Isu Video Teh Pucuk 17 Menit Terbongkar
  • Link Video Ukhti Mukena Pink Guncang TikTok: Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor?
  • Viral Panas! Link Video Teh Pucuk 17 Menit Bisa Curi Data Pribadi, Waspada Phishing!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.