Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

VIRAL! Buka Baju dan Tantang Duel Karena Parkiran, Identitas Sosok Ini Dikuliti Netizen!

Senin, 17 Agustus 2026 15:21 WIB

20.500 Narapidana di Jabar Terima Remisi HUT ke-81 RI, 346 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 15:13 WIB

Cristiano Ronaldo Isyaratkan Pensiun, Sudah Siapkan Hobi Baru

Senin, 17 Agustus 2026 14:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • VIRAL! Buka Baju dan Tantang Duel Karena Parkiran, Identitas Sosok Ini Dikuliti Netizen!
  • 20.500 Narapidana di Jabar Terima Remisi HUT ke-81 RI, 346 Langsung Bebas
  • Cristiano Ronaldo Isyaratkan Pensiun, Sudah Siapkan Hobi Baru
  • Bukan Pengupas Bawang, Keluarga Ungkap Keseharian Susanah Jahit Majun Diupah Rp700 per Kg
  • Tepat HUT ke-81 RI, 4 Wakil Indonesia Berjuang di Kejuaraan Dunia BWF 2026
  • Daftar 10 Kota dengan Gaji Paling Fantastis di Dunia, Ada dari Indonesia?
  • Prediksi Persib Bandung vs Bali United di Dewata Challenge Series 2026
  • Pasanggrahan Panca Rasa Resmi Dibuka, Kawasan Gedung Sate Kini Bergaya Tempo Dulu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Oleng? Dedi Mulyadi Nekat Ngutang Rp2 Triliun ke Bank Demi Proyek Ambisius

By Aga GustianaJumat, 27 Februari 2026 19:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang “bocor”, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah mengejutkan dengan memutuskan untuk berutang dalam jumlah fantastis. Tak tanggung-tanggung, dana segar sebesar Rp2 triliun diajukan sebagai pinjaman modal untuk menutupi ambisi pembangunan infrastruktur.

Pengakuan “ngutang” ini disampaikan langsung oleh Dedi usai menandatangani sejumlah kesepakatan (MoU) di Gedung Sate, Kamis (26/2/2026). Ia berdalih, pinjaman ini adalah jalan pintas untuk menyelesaikan proyek-proyek raksasa.

“Saya jujur aja tahun ini saya mengajukan pinjaman Rp 2 triliun, tetapi hanya berlaku selama saya memimpin untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur-infrastruktur yang besar,” ungkap Dedi.

Beban Fiskal Menghimpit, Pinjaman Jadi Pelarian

Keputusan untuk berutang ke PT Bank BJB Tbk ini rupanya dipicu oleh kondisi fiskal Jawa Barat yang sedang tidak sehat. Dedi mengakui adanya “lubang” dana transfer dari pusat yang hilang hingga Rp2,458 triliun pada tahun 2026. Alih-alih melakukan efisiensi ketat, Pemprov justru memilih menumpuk kewajiban bayar di masa depan.

Dedi berargumen bahwa hilangnya anggaran hampir Rp3 triliun membuat alokasi pembangunan infrastruktur seperti underpass dan jembatan layang menjadi terancam jika tidak dibiayai dari hasil meminjam.

“Nanti ada beberapa tempat yang kita bangun (infrastruktur) dengan biaya yang relatif lumayan, dan terus-terang saja untuk mewujudkan itu alokasi Pemda Provinsi Jawa Barat mengalami kehilangan fiskal hampir Rp 3 triliun,” katanya.

Gali Lubang, Tutup Sebelum 2030

Meski membebani kas daerah dengan cicilan besar, Dedi sesumbar bahwa utang tersebut tidak akan diwariskan ke gubernur selanjutnya. Ia menargetkan seluruh utang Rp2 triliun tersebut lunas sebelum masa jabatannya habis pada tahun 2030.

“Itu dicicilnya sampai 2030, selama saya memimpin, tidak boleh lebih,” tegasnya.

Dana utangan tersebut rencananya akan digelontorkan untuk proyek Puncak II, pembangunan jembatan layang, hingga underpass di Kota Cimahi yang diklaim sebagai solusi kemacetan.

Andalkan Swasta untuk Padalarang

Selain mengandalkan uang pinjaman Bank BJB, Dedi juga mencoba melempar beban pembangunan ke pihak swasta. Untuk mengurai kemacetan di kawasan Padalarang yang melingkar dari terminal Whoosh ke Cipatat, ia menyerahkan urusan biaya kepada pengembang besar.

“Dan nanti dibangunnya oleh Kota Baru Parahyangan, jadi saya tidak ngeluarin lagi biaya,” pungkasnya.

Langkah berani (atau nekat) Dedi Mulyadi ini memicu pertanyaan besar: apakah infrastruktur megah tersebut sebanding dengan risiko beban bunga dan pokok utang yang harus ditanggung rakyat Jawa Barat hingga empat tahun ke depan?

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bank bjb Dedi Mulyadi Ngutang Hutang Pemprov Jabar Infrastruktur Jawa Barat Krisis Fiskal Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

VIRAL! Buka Baju dan Tantang Duel Karena Parkiran, Identitas Sosok Ini Dikuliti Netizen!

20.500 Narapidana di Jabar Terima Remisi HUT ke-81 RI, 346 Langsung Bebas

Bukan Pengupas Bawang, Keluarga Ungkap Keseharian Susanah Jahit Majun Diupah Rp700 per Kg

Pasanggrahan Panca Rasa Resmi Dibuka, Kawasan Gedung Sate Kini Bergaya Tempo Dulu

81 Tahun Indonesia Merdeka, Ratusan Ribu Warga Jabar Belum Punya Akses Listrik

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH-BPNT Tahap 3 Masih Jalan, Ini Kabar Terbaru Bansos Agustus 2026 dan BLT Kesra Rp900 Ribu

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
  • Daftar Lengkap Keluar-Masuk Pemain Persib 2026/2027: Kuota Asing Menumpuk, Bakal Makan Korban?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.