Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Kuasai Grup E ACL Two, FC Seoul Terpuruk di Dasar Klasemen

Kamis, 15 Oktober 2026 14:46 WIB

Peringati Harlah KPU RI ke-73, KPU Kota Bandung Gelar Dialog Buku Bersama Anas Urbaningrum

Kamis, 15 Oktober 2026 13:52 WIB

Sidang Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat, Hakim Segera Bacakan Putusan Sela

Kamis, 15 Oktober 2026 13:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Kuasai Grup E ACL Two, FC Seoul Terpuruk di Dasar Klasemen
  • Peringati Harlah KPU RI ke-73, KPU Kota Bandung Gelar Dialog Buku Bersama Anas Urbaningrum
  • Sidang Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat, Hakim Segera Bacakan Putusan Sela
  • 5 Tempat Ngopi 24 Jam di Bandung: Cocok Buat Nugas, Nongkrong, sampai Ngalong
  • Viral Wanita Bawa Golok Intimidasi Gadis di Garut, Korban Lapor Polisi
  • Jadi Player of the Match, Mariano Peralta Siap Tempati Posisi Mana Pun di Persib
  • Diduga Begal di Bandung Barat Ditangkap Warga, Motor Dibakar hingga Rekannya Kabur
  • 7 Wisata Alam Purwakarta Paling Hits: Dari Curug Cipurut Hingga Tebing Parang yang Menguji Adrenalin
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Oleng? Dedi Mulyadi Nekat Ngutang Rp2 Triliun ke Bank Demi Proyek Ambisius

By Aga GustianaJumat, 27 Februari 2026 19:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang “bocor”, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah mengejutkan dengan memutuskan untuk berutang dalam jumlah fantastis. Tak tanggung-tanggung, dana segar sebesar Rp2 triliun diajukan sebagai pinjaman modal untuk menutupi ambisi pembangunan infrastruktur.

Pengakuan “ngutang” ini disampaikan langsung oleh Dedi usai menandatangani sejumlah kesepakatan (MoU) di Gedung Sate, Kamis (26/2/2026). Ia berdalih, pinjaman ini adalah jalan pintas untuk menyelesaikan proyek-proyek raksasa.

“Saya jujur aja tahun ini saya mengajukan pinjaman Rp 2 triliun, tetapi hanya berlaku selama saya memimpin untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur-infrastruktur yang besar,” ungkap Dedi.

Beban Fiskal Menghimpit, Pinjaman Jadi Pelarian

Keputusan untuk berutang ke PT Bank BJB Tbk ini rupanya dipicu oleh kondisi fiskal Jawa Barat yang sedang tidak sehat. Dedi mengakui adanya “lubang” dana transfer dari pusat yang hilang hingga Rp2,458 triliun pada tahun 2026. Alih-alih melakukan efisiensi ketat, Pemprov justru memilih menumpuk kewajiban bayar di masa depan.

Baca Juga:  Cuan dari Transaksi! Program Valas bank bjb 2026 Bikin Nasabah Makin Untung

Dedi berargumen bahwa hilangnya anggaran hampir Rp3 triliun membuat alokasi pembangunan infrastruktur seperti underpass dan jembatan layang menjadi terancam jika tidak dibiayai dari hasil meminjam.

“Nanti ada beberapa tempat yang kita bangun (infrastruktur) dengan biaya yang relatif lumayan, dan terus-terang saja untuk mewujudkan itu alokasi Pemda Provinsi Jawa Barat mengalami kehilangan fiskal hampir Rp 3 triliun,” katanya.

Baca Juga:  Ribuan Penggemar Hadiri Konser Sheila On 7 di Pekanbaru, bank bjb Hadirkan Kemudahan dan Fasilitas Istimewa

Gali Lubang, Tutup Sebelum 2030

Meski membebani kas daerah dengan cicilan besar, Dedi sesumbar bahwa utang tersebut tidak akan diwariskan ke gubernur selanjutnya. Ia menargetkan seluruh utang Rp2 triliun tersebut lunas sebelum masa jabatannya habis pada tahun 2030.

“Itu dicicilnya sampai 2030, selama saya memimpin, tidak boleh lebih,” tegasnya.

Dana utangan tersebut rencananya akan digelontorkan untuk proyek Puncak II, pembangunan jembatan layang, hingga underpass di Kota Cimahi yang diklaim sebagai solusi kemacetan.

Baca Juga:  Bank bjb Perkuat Peran di Sektor Perumahan: Solusi Rumah Terjangkau dan Berkelanjutan

Andalkan Swasta untuk Padalarang

Selain mengandalkan uang pinjaman Bank BJB, Dedi juga mencoba melempar beban pembangunan ke pihak swasta. Untuk mengurai kemacetan di kawasan Padalarang yang melingkar dari terminal Whoosh ke Cipatat, ia menyerahkan urusan biaya kepada pengembang besar.

“Dan nanti dibangunnya oleh Kota Baru Parahyangan, jadi saya tidak ngeluarin lagi biaya,” pungkasnya.

Langkah berani (atau nekat) Dedi Mulyadi ini memicu pertanyaan besar: apakah infrastruktur megah tersebut sebanding dengan risiko beban bunga dan pokok utang yang harus ditanggung rakyat Jawa Barat hingga empat tahun ke depan?

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bank bjb
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Peringati Harlah KPU RI ke-73, KPU Kota Bandung Gelar Dialog Buku Bersama Anas Urbaningrum

Sidang Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat, Hakim Segera Bacakan Putusan Sela

Viral Wanita Bawa Golok Intimidasi Gadis di Garut, Korban Lapor Polisi

Ilustrasi begal

Diduga Begal di Bandung Barat Ditangkap Warga, Motor Dibakar hingga Rekannya Kabur

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos BPNT Tahap 4 Oktober 2026, Simak Cara Cek Penerima dan Status Pencairan

Bansos

BPNT Tahap 4 Oktober 2026, Ini Cara Cek Penerima dan Informasi Pencairannya

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.