Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dari Oncom hingga Cokelat Keju, Surabi Waroeng Setiabudhi Punya Pesona yang Bikin Nagih

Rabu, 26 Agustus 2026 04:00 WIB

Bukan Sub-Zero Lagi! Joe Taslim Resmi Gantikan Steven Yeun Jadi Musuh Spider-Man?

Selasa, 25 Agustus 2026 20:43 WIB

Persib Luncurkan Jersey 2026/27, Antusiasme Bobotoh Tembus 2.000 Pesanan

Selasa, 25 Agustus 2026 20:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dari Oncom hingga Cokelat Keju, Surabi Waroeng Setiabudhi Punya Pesona yang Bikin Nagih
  • Bukan Sub-Zero Lagi! Joe Taslim Resmi Gantikan Steven Yeun Jadi Musuh Spider-Man?
  • Persib Luncurkan Jersey 2026/27, Antusiasme Bobotoh Tembus 2.000 Pesanan
  • BPNT Rp600 Ribu Menanti? Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 Lewat NIK KTP
  • Persib Perkenalkan 32 Pemain, Umuh Muchtar Pastikan Skuad Musim 2026/27 Sudah Cukup
  • Misteri Absennya Ramon Tanque di Pesta Biru Persib Terjawab, Manajemen Beri Bocoran
  • Sah! Jonatan Christie Resmi Nomor 1 Dunia, Penantian 26 Tahun Berakhir
  • Resmi! Daftar Lengkap 32 Pemain Persib Bandung Musim 2026/27 dan 6 Pilar Asing Anyar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Siaga Darurat! Begini Peta Lengkap Kerawanan Bencana Jelang Puncak Hujan 2026

By SusanaMinggu, 30 November 2025 12:33 WIB2 Mins Read
Peristiwa banjir di Jabar, Foto: BPBD Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat merilis pemetaan terbaru terkait wilayah rawan bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan.

Pemetaan ini menunjukkan bahwa karakteristik kerawanan di tiap daerah berbeda, mulai dari banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat, mengatakan bahwa seluruh pemetaan tersebut bersumber dari Kajian Risiko Bencana yang rutin diperbarui untuk memantau potensi bencana di seluruh kabupaten/kota.

Wilayah Selatan Dominan Longsor, Utara Lebih Berisiko Banjir

Menurut Hadi, bentang alam Jabar sangat memengaruhi kerawanan bencananya.

Ia menjelaskan, kawasan Jawa Barat bagian selatan, yang didominasi perbukitan dan tebing curam, memiliki potensi longsor paling tinggi. Selain itu, banjir bandang juga kerap mengancam kawasan tersebut.

Sebaliknya, wilayah Jabar bagian utara lebih sering menghadapi banjir karena berada di dataran rendah.

“Karakteristik wilayahnya berbeda. Untuk utara cenderung banjir, sementara selatan lebih rawan longsor,” ujar Hadi, Sabtu (29/11/2025).

Bogor dan Bandung Masuk Zona Risiko Ganda

Untuk area Jabar bagian tengah, terutama Bogor dan Bandung, Hadi menyebut keduanya berada dalam zona risiko ganda.

“Di sana genangan bisa terjadi, dan potensi longsornya juga tetap ada,” jelasnya.

BPBD Jabar kini meningkatkan pemantauan cuaca secara real-time dan memperkuat koordinasi dengan BMKG, seiring penetapan status siaga darurat oleh Pemerintah Provinsi Jabar. Status ini memastikan semua sumber daya dan personel kebencanaan siap digerakkan kapan saja.

Imbauan BPBD untuk Warga Hadapi Cuaca Ekstrem hingga Februari 2026

Menghadapi prakiraan cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung beberapa bulan ke depan, BPBD Jabar meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah mitigasi sejak dini.

1. Selalu pantau informasi cuaca

Hadi mengingatkan masyarakat memonitor perkembangan cuaca melalui kanal resmi.

“Gunakan Info BMKG atau kanal BPBD Jabar supaya mengetahui kondisi cuaca terkini,” katanya.

2. Warga bantaran sungai wajib cek tanggul

Hadi meminta warga yang tinggal dekat aliran sungai rajin memeriksa kondisi tanggul dan segera berkoordinasi ketika hujan turun lebih dari satu jam.

“Kalau debit meningkat, lakukan evakuasi mandiri ke lokasi aman,” ujarnya.

3. Kenali tanda-tanda longsor di daerah perbukitan

Bagi warga yang tinggal di perbukitan, Hadi menegaskan pentingnya memahami gejala awal longsor.

“Suara gemuruh sering menjadi tanda tanah bergerak. Kalau mendengar itu, segera menjauh dan cari tempat aman,” jelasnya.

4. Jangan berteduh di bawah pohon atau baliho

Untuk warga di kota, Hadi mewanti-wanti agar tidak berteduh sembarangan saat hujan deras.

“Cari tempat aman seperti gedung kokoh atau pusat perbelanjaan. Hindari pohon atau papan reklame,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Rp600 Ribu Menanti? Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 Lewat NIK KTP

Nyaris Diamuk Massa! Pedagang Cimin di Cirebon Ditangkap Polisi Buntut Dugaan Kasus Pedofilia

Mau Jadi Petugas Haji 2027? Pendaftaran PPIH Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Di Balik Isu Ekowisata Puncak, Tangisan Dedi Mulyadi Berakhir Tanpa Hasil?

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Bansos Sekarang! Status ‘YA’ dan ‘Proses Transfer’ Ternyata Punya Arti Berbeda

Data BPS: Penduduk Miskin di Jawa Barat Capai 3,44 Juta Jiwa

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.