Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT

Rabu, 21 Oktober 2026 06:00 WIB

Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam

Rabu, 21 Oktober 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan

Rabu, 21 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT
  • Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam
  • Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan
  • Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya
  • Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Hits di Cianjur yang Wajib Dicicipi Saat Liburan Akhir Tahun
  • 15 Spot Wisata Terbaik di Cianjur Buat ‘Short Escape’ Akhir Pekan
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
  • Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Siaga Darurat! Begini Peta Lengkap Kerawanan Bencana Jelang Puncak Hujan 2026

By SusanaMinggu, 30 November 2025 12:33 WIB2 Mins Read
Peristiwa banjir di Jabar, Foto: BPBD Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat merilis pemetaan terbaru terkait wilayah rawan bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan.

Pemetaan ini menunjukkan bahwa karakteristik kerawanan di tiap daerah berbeda, mulai dari banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat, mengatakan bahwa seluruh pemetaan tersebut bersumber dari Kajian Risiko Bencana yang rutin diperbarui untuk memantau potensi bencana di seluruh kabupaten/kota.

Wilayah Selatan Dominan Longsor, Utara Lebih Berisiko Banjir

Menurut Hadi, bentang alam Jabar sangat memengaruhi kerawanan bencananya.

Ia menjelaskan, kawasan Jawa Barat bagian selatan, yang didominasi perbukitan dan tebing curam, memiliki potensi longsor paling tinggi. Selain itu, banjir bandang juga kerap mengancam kawasan tersebut.

Sebaliknya, wilayah Jabar bagian utara lebih sering menghadapi banjir karena berada di dataran rendah.

“Karakteristik wilayahnya berbeda. Untuk utara cenderung banjir, sementara selatan lebih rawan longsor,” ujar Hadi, Sabtu (29/11/2025).

Bogor dan Bandung Masuk Zona Risiko Ganda

Untuk area Jabar bagian tengah, terutama Bogor dan Bandung, Hadi menyebut keduanya berada dalam zona risiko ganda.

“Di sana genangan bisa terjadi, dan potensi longsornya juga tetap ada,” jelasnya.

BPBD Jabar kini meningkatkan pemantauan cuaca secara real-time dan memperkuat koordinasi dengan BMKG, seiring penetapan status siaga darurat oleh Pemerintah Provinsi Jabar. Status ini memastikan semua sumber daya dan personel kebencanaan siap digerakkan kapan saja.

Imbauan BPBD untuk Warga Hadapi Cuaca Ekstrem hingga Februari 2026

Menghadapi prakiraan cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung beberapa bulan ke depan, BPBD Jabar meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah mitigasi sejak dini.

1. Selalu pantau informasi cuaca

Hadi mengingatkan masyarakat memonitor perkembangan cuaca melalui kanal resmi.

“Gunakan Info BMKG atau kanal BPBD Jabar supaya mengetahui kondisi cuaca terkini,” katanya.

2. Warga bantaran sungai wajib cek tanggul

Hadi meminta warga yang tinggal dekat aliran sungai rajin memeriksa kondisi tanggul dan segera berkoordinasi ketika hujan turun lebih dari satu jam.

“Kalau debit meningkat, lakukan evakuasi mandiri ke lokasi aman,” ujarnya.

3. Kenali tanda-tanda longsor di daerah perbukitan

Bagi warga yang tinggal di perbukitan, Hadi menegaskan pentingnya memahami gejala awal longsor.

“Suara gemuruh sering menjadi tanda tanah bergerak. Kalau mendengar itu, segera menjauh dan cari tempat aman,” jelasnya.

4. Jangan berteduh di bawah pohon atau baliho

Untuk warga di kota, Hadi mewanti-wanti agar tidak berteduh sembarangan saat hujan deras.

“Cari tempat aman seperti gedung kokoh atau pusat perbelanjaan. Hindari pohon atau papan reklame,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.