Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya

Minggu, 28 Juni 2026 13:03 WIB

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Minggu, 28 Juni 2026 12:22 WIB

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Minggu, 28 Juni 2026 12:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung
  • Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!
  • Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi
  • Talenta Muda Persib Dilepas Sementara, Zulkifli Lukmansyah Punya Misi Baru
  • Afrika Selatan vs Kanada 32 Besar Piala Dunia 2026: Prediksi Skor dan Line Up Lengkap!
  • Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?
  • Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Siaga Darurat! Begini Peta Lengkap Kerawanan Bencana Jelang Puncak Hujan 2026

By SusanaMinggu, 30 November 2025 12:33 WIB2 Mins Read
Peristiwa banjir di Jabar, Foto: BPBD Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat merilis pemetaan terbaru terkait wilayah rawan bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan.

Pemetaan ini menunjukkan bahwa karakteristik kerawanan di tiap daerah berbeda, mulai dari banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat, mengatakan bahwa seluruh pemetaan tersebut bersumber dari Kajian Risiko Bencana yang rutin diperbarui untuk memantau potensi bencana di seluruh kabupaten/kota.

Wilayah Selatan Dominan Longsor, Utara Lebih Berisiko Banjir

Menurut Hadi, bentang alam Jabar sangat memengaruhi kerawanan bencananya.

Ia menjelaskan, kawasan Jawa Barat bagian selatan, yang didominasi perbukitan dan tebing curam, memiliki potensi longsor paling tinggi. Selain itu, banjir bandang juga kerap mengancam kawasan tersebut.

Sebaliknya, wilayah Jabar bagian utara lebih sering menghadapi banjir karena berada di dataran rendah.

“Karakteristik wilayahnya berbeda. Untuk utara cenderung banjir, sementara selatan lebih rawan longsor,” ujar Hadi, Sabtu (29/11/2025).

Bogor dan Bandung Masuk Zona Risiko Ganda

Untuk area Jabar bagian tengah, terutama Bogor dan Bandung, Hadi menyebut keduanya berada dalam zona risiko ganda.

“Di sana genangan bisa terjadi, dan potensi longsornya juga tetap ada,” jelasnya.

BPBD Jabar kini meningkatkan pemantauan cuaca secara real-time dan memperkuat koordinasi dengan BMKG, seiring penetapan status siaga darurat oleh Pemerintah Provinsi Jabar. Status ini memastikan semua sumber daya dan personel kebencanaan siap digerakkan kapan saja.

Imbauan BPBD untuk Warga Hadapi Cuaca Ekstrem hingga Februari 2026

Menghadapi prakiraan cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung beberapa bulan ke depan, BPBD Jabar meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah mitigasi sejak dini.

1. Selalu pantau informasi cuaca

Hadi mengingatkan masyarakat memonitor perkembangan cuaca melalui kanal resmi.

“Gunakan Info BMKG atau kanal BPBD Jabar supaya mengetahui kondisi cuaca terkini,” katanya.

2. Warga bantaran sungai wajib cek tanggul

Hadi meminta warga yang tinggal dekat aliran sungai rajin memeriksa kondisi tanggul dan segera berkoordinasi ketika hujan turun lebih dari satu jam.

“Kalau debit meningkat, lakukan evakuasi mandiri ke lokasi aman,” ujarnya.

3. Kenali tanda-tanda longsor di daerah perbukitan

Bagi warga yang tinggal di perbukitan, Hadi menegaskan pentingnya memahami gejala awal longsor.

“Suara gemuruh sering menjadi tanda tanah bergerak. Kalau mendengar itu, segera menjauh dan cari tempat aman,” jelasnya.

4. Jangan berteduh di bawah pohon atau baliho

Untuk warga di kota, Hadi mewanti-wanti agar tidak berteduh sembarangan saat hujan deras.

“Cari tempat aman seperti gedung kokoh atau pusat perbelanjaan. Hindari pohon atau papan reklame,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.