bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 5,4 juta kepala keluarga pekerja informal mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan pada 2027. Target tersebut meningkat sekitar lima kali lipat dibandingkan sasaran 2026 yang mencapai 1 juta pekerja informal.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pembayaran premi kepesertaan tersebut akan ditanggung bersama oleh Pemprov Jabar dan pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Program tersebut menyasar pekerja informal yang dinilai membutuhkan perlindungan, di antaranya petani, nelayan, buruh bangunan, sopir, pengemudi ojek daring maupun ojek pangkalan, pedagang asongan, asisten rumah tangga, hingga pekerja angkut.
Adapun penerima bantuan iuran ditujukan bagi pekerja informal berusia 18 hingga 64 tahun yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 sampai 4.
“Agar pekerja informal bisa langsung mengakses kepesertaan asuransi ini, silahkan akses fitur Asuransi Aing di aplikasi Sapawarga,” ujar Dedi, Senin (21/9/2026).
Melalui program tersebut, peserta memperoleh perlindungan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk jaminan biaya pengobatan dan perawatan apabila mengalami kecelakaan kerja.
Dedi mencontohkan, salah satu pekerja di Bekasi sebelumnya mendapatkan pembiayaan pengobatan akibat kecelakaan kerja hingga sekitar Rp500 juta.
Selain perlindungan kecelakaan kerja, program tersebut juga mencakup Jaminan Kematian (JKM). Peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja mendapatkan santunan Rp42 juta. Sementara untuk kematian akibat kecelakaan kerja, santunan yang disebutkan mencapai Rp72 juta, disertai manfaat jaminan pendidikan bagi dua anak peserta.
Pemprov Jabar menyebut perluasan program ini diproyeksikan tidak hanya melindungi pekerja informal, tetapi juga keluarga yang bergantung pada penghasilan mereka.
Jika target 5,4 juta kepala keluarga tercapai, program tersebut diproyeksikan dapat menjangkau sekitar 17 juta anggota keluarga pekerja informal di Jawa Barat.
Dedi berharap perluasan perlindungan jaminan sosial tersebut dapat memberikan rasa aman bagi pekerja informal yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










