Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Klik Sembarangan! Link Viral Batang Bisa Jadi Jebakan Berbahaya

Senin, 4 Mei 2026 14:31 WIB
Persib

Bojan Hodak Bantah Isu Rasisme Marc Klok, Desak Bhayangkara FC Beri Klarifikasi

Senin, 4 Mei 2026 14:02 WIB

Bukan Sekadar Ramalan? Bedah Sosok Tirta Siregar dan Sosok yang ‘Membisikkan’ Pesan Misterius

Senin, 4 Mei 2026 13:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Klik Sembarangan! Link Viral Batang Bisa Jadi Jebakan Berbahaya
  • Bojan Hodak Bantah Isu Rasisme Marc Klok, Desak Bhayangkara FC Beri Klarifikasi
  • Bukan Sekadar Ramalan? Bedah Sosok Tirta Siregar dan Sosok yang ‘Membisikkan’ Pesan Misterius
  • Fenomena Link Video Tasya Bandar Batang Viral, Pakar Ingatkan Bahaya ‘Clickbait’ dan Pencurian Data
  • Update Harga BBM Senin 4 Mei 2026: Pertamina Dex Melonjak, Cek Daftar Lengkapnya!
  • Bursa Transfer Panas! Persib Incar 7 Bintang Dunia, 2 Pemain Sudah Deal?
  • Gaspol Senin! Cara Amankan Saldo DANA Gratis Hari Ini: Tips Cepat Menang “Perang” Link Dana Kaget
  • Viral CCTV Begal Astanaanyar! Dua Pelaku Tertangkap, Dua Masih Buron
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 4 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Jadi Prioritas! KUR Rumah Subsidi Dorong Ekonomi Lokal dari Hulu ke Hilir

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 19 September 2025 08:12 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah meluncurkan program ambisius untuk mempercepat kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus perumahan, kuota rumah subsidi tahun ini meningkat menjadi 350 ribu unit secara nasional.

Menteri Perumahan Rakyat, Maruarar Sirait, menyebut langkah ini sebagai terobosan besar dalam sejarah kebijakan perumahan. “Untuk pertama kalinya ada KUR khusus perumahan. Bayangkan, kontraktor, developer, hingga toko bangunannya ikut disubsidi,” ujar Maruarar di Sasana Budaya Ganesha, Kamis (18/9/2025) malam.

Pemerintah memberikan subsidi bunga 5 persen, sehingga masyarakat hanya menanggung bunga kredit sebesar 6 persen. Skema ini bahkan mencakup kebutuhan rumah produktif seperti homestay atau rumah makan dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.

Tak hanya menambah kuota rumah subsidi, pemerintah juga menghapus sejumlah biaya perizinan yang selama ini memberatkan masyarakat. Mulai dari Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) hingga Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) kini digratiskan.

Baca Juga:  Terima Pinjaman Dana Bergulir dari Dadang Supriatna, Pelaku UMKM: Sangat Membantu

Sebagai bagian dari akselerasi, pemerintah akan meluncurkan 25 ribu rumah subsidi secara serentak di Bogor pada 29 September mendatang. Peluncuran ini melibatkan 100 titik di 35 provinsi sekaligus, sebuah gebrakan yang disebut Maruarar sebagai bukti soliditas ekosistem perumahan rakyat.

Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem dari hulu ke hilir. Dari sisi suplai, peran developer, kontraktor, hingga toko bangunan harus berjalan beriringan. Dari sisi demand, rumah subsidi juga diarahkan untuk mendorong UMKM agar memiliki hunian sekaligus ruang usaha produktif.

Baca Juga:  UMKM Tersungkur Akibat TikTok Live Diblokir, Publik Sindir Judol Masih Bebas

“Program ini masif dengan anggaran Rp130 triliun. Saya berharap penyerapan terbesar datang dari Jawa Barat,” kata Maruarar.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, pembangunan rumah subsidi bukan sekadar angka, melainkan momentum pemerataan ekonomi. Menurutnya, setiap proyek perumahan harus memberi daya dukung bagi banyak pihak, mulai dari supir truk, mandor, tukang kayu, hingga warung-warung di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Kebijakan Dedi Mulyadi Soal Kompensasi Sopir Angkot di Puncak Bogor Tidak Efektif

“Setiap rumah yang dibangun itu menggerakkan multiplayer ekonomi. Ada tukang, ada toko bangunan, bahkan warung kopi di dekat proyek yang ikut hidup. Itu yang harus dijaga,” ucap Dedi.

Dedi juga mengingatkan pentingnya prioritas dalam membangun kesejahteraan. Ia mengajak masyarakat untuk menunda gaya hidup konsumtif.

“Jangan dulu kredit mobil kalau rumah belum punya. Jangan dulu kredit motor kalau fondasi kemakmuran belum kokoh,” jelasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor KUR perumahan Perumahan rakyat program pemerintah rumah murah rumah produktif rumah subsidi subsidi bunga UMKM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Sekadar Ramalan? Bedah Sosok Tirta Siregar dan Sosok yang ‘Membisikkan’ Pesan Misterius

Viral CCTV Begal Astanaanyar! Dua Pelaku Tertangkap, Dua Masih Buron

Definisi Hilang Jalur VIP! Bocah Ini Malah Jadi ‘Artis’ Dadakan di Polres Labuhanbatu

Menjual Masa Lalu, Mengabaikan Masa Depan? Catatan Kritis di Balik Hari Tatar Sunda

HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib

Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.