Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar

Senin, 3 Agustus 2026 09:00 WIB
Padam Listrik

Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN

Senin, 3 Agustus 2026 08:23 WIB

Negara Konsumen Micin Tertinggi Justru Punya IQ Tinggi, Begini Fakta Ilmiah di Balik Bumbu Penyedap

Senin, 3 Agustus 2026 08:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
  • Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN
  • Negara Konsumen Micin Tertinggi Justru Punya IQ Tinggi, Begini Fakta Ilmiah di Balik Bumbu Penyedap
  • Korban Salah Sasaran, Santri di Karawang Dianiaya hingga Alami Luka Bakar Usai Dituduh Begal
  • Prediksi Indonesia vs Vietnam Piala AFF 2026: Momentum Skuad Garuda Jegal Langkah Golden Star Warriors
  • Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026
  • Dedi Kusnandar Beri Peringatan ke Persija! Persib Siap Tempur di Bali
  • Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Jadi Prioritas! KUR Rumah Subsidi Dorong Ekonomi Lokal dari Hulu ke Hilir

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 19 September 2025 08:12 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah meluncurkan program ambisius untuk mempercepat kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus perumahan, kuota rumah subsidi tahun ini meningkat menjadi 350 ribu unit secara nasional.

Menteri Perumahan Rakyat, Maruarar Sirait, menyebut langkah ini sebagai terobosan besar dalam sejarah kebijakan perumahan. “Untuk pertama kalinya ada KUR khusus perumahan. Bayangkan, kontraktor, developer, hingga toko bangunannya ikut disubsidi,” ujar Maruarar di Sasana Budaya Ganesha, Kamis (18/9/2025) malam.

Pemerintah memberikan subsidi bunga 5 persen, sehingga masyarakat hanya menanggung bunga kredit sebesar 6 persen. Skema ini bahkan mencakup kebutuhan rumah produktif seperti homestay atau rumah makan dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.

Tak hanya menambah kuota rumah subsidi, pemerintah juga menghapus sejumlah biaya perizinan yang selama ini memberatkan masyarakat. Mulai dari Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) hingga Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) kini digratiskan.

Sebagai bagian dari akselerasi, pemerintah akan meluncurkan 25 ribu rumah subsidi secara serentak di Bogor pada 29 September mendatang. Peluncuran ini melibatkan 100 titik di 35 provinsi sekaligus, sebuah gebrakan yang disebut Maruarar sebagai bukti soliditas ekosistem perumahan rakyat.

Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem dari hulu ke hilir. Dari sisi suplai, peran developer, kontraktor, hingga toko bangunan harus berjalan beriringan. Dari sisi demand, rumah subsidi juga diarahkan untuk mendorong UMKM agar memiliki hunian sekaligus ruang usaha produktif.

“Program ini masif dengan anggaran Rp130 triliun. Saya berharap penyerapan terbesar datang dari Jawa Barat,” kata Maruarar.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, pembangunan rumah subsidi bukan sekadar angka, melainkan momentum pemerataan ekonomi. Menurutnya, setiap proyek perumahan harus memberi daya dukung bagi banyak pihak, mulai dari supir truk, mandor, tukang kayu, hingga warung-warung di sekitar lokasi.

“Setiap rumah yang dibangun itu menggerakkan multiplayer ekonomi. Ada tukang, ada toko bangunan, bahkan warung kopi di dekat proyek yang ikut hidup. Itu yang harus dijaga,” ucap Dedi.

Dedi juga mengingatkan pentingnya prioritas dalam membangun kesejahteraan. Ia mengajak masyarakat untuk menunda gaya hidup konsumtif.

“Jangan dulu kredit mobil kalau rumah belum punya. Jangan dulu kredit motor kalau fondasi kemakmuran belum kokoh,” jelasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor KUR perumahan Perumahan rakyat program pemerintah rumah murah rumah produktif rumah subsidi subsidi bunga UMKM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar

Padam Listrik

Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN

Korban Salah Sasaran, Santri di Karawang Dianiaya hingga Alami Luka Bakar Usai Dituduh Begal

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.