Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rumor Ivan Susak dan Matej Markovic Muncul Lagi, Persib Masih Cari Kiper Baru?

Jumat, 18 September 2026 13:02 WIB
Kemacetan

Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari

Jumat, 18 September 2026 12:35 WIB

Hasil Liga Europa: Juventus Pesta 5-0, Bournemouth Bikin Kejutan di Markas Real Sociedad

Jumat, 18 September 2026 12:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rumor Ivan Susak dan Matej Markovic Muncul Lagi, Persib Masih Cari Kiper Baru?
  • Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari
  • Hasil Liga Europa: Juventus Pesta 5-0, Bournemouth Bikin Kejutan di Markas Real Sociedad
  • Bukan Kuliner Kekinian, 5 Tempat Makan Legendaris Bandung Ini Wajib Dicoba
  • Seribu Persen Siap! Kisah Debut Ikwan Ali Tanamal Saat Persib Bungkam FC Seoul
  • Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm
  • Persib Ditunggu Persijap di Jepara, Ini Jadwal Lengkap Pekan Ketiga Super League
  • Sanksi Berat Menanti Persija Usai Bungkam Persib: Terusir dari Jakarta dan Denda Ratusan Juta!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Jadi Prioritas! KUR Rumah Subsidi Dorong Ekonomi Lokal dari Hulu ke Hilir

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 19 September 2025 08:12 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah meluncurkan program ambisius untuk mempercepat kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus perumahan, kuota rumah subsidi tahun ini meningkat menjadi 350 ribu unit secara nasional.

Menteri Perumahan Rakyat, Maruarar Sirait, menyebut langkah ini sebagai terobosan besar dalam sejarah kebijakan perumahan. “Untuk pertama kalinya ada KUR khusus perumahan. Bayangkan, kontraktor, developer, hingga toko bangunannya ikut disubsidi,” ujar Maruarar di Sasana Budaya Ganesha, Kamis (18/9/2025) malam.

Pemerintah memberikan subsidi bunga 5 persen, sehingga masyarakat hanya menanggung bunga kredit sebesar 6 persen. Skema ini bahkan mencakup kebutuhan rumah produktif seperti homestay atau rumah makan dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.

Tak hanya menambah kuota rumah subsidi, pemerintah juga menghapus sejumlah biaya perizinan yang selama ini memberatkan masyarakat. Mulai dari Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) hingga Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) kini digratiskan.

Baca Juga:  Sedih Bukan Lagi Gubernur Jabar, Bima Arya Diam-diam Doakan Ridwan Kamil

Sebagai bagian dari akselerasi, pemerintah akan meluncurkan 25 ribu rumah subsidi secara serentak di Bogor pada 29 September mendatang. Peluncuran ini melibatkan 100 titik di 35 provinsi sekaligus, sebuah gebrakan yang disebut Maruarar sebagai bukti soliditas ekosistem perumahan rakyat.

Baca Juga:  Jasa Tirta II Salurkan Beasiswa untuk Atlet Dayung saat Puncak HUT ke-57

Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem dari hulu ke hilir. Dari sisi suplai, peran developer, kontraktor, hingga toko bangunan harus berjalan beriringan. Dari sisi demand, rumah subsidi juga diarahkan untuk mendorong UMKM agar memiliki hunian sekaligus ruang usaha produktif.

“Program ini masif dengan anggaran Rp130 triliun. Saya berharap penyerapan terbesar datang dari Jawa Barat,” kata Maruarar.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, pembangunan rumah subsidi bukan sekadar angka, melainkan momentum pemerataan ekonomi. Menurutnya, setiap proyek perumahan harus memberi daya dukung bagi banyak pihak, mulai dari supir truk, mandor, tukang kayu, hingga warung-warung di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Profil Kusmana Hartadji, Calon Pj Wali Kota Sukabumi Pendorong UMKM Go Digital

“Setiap rumah yang dibangun itu menggerakkan multiplayer ekonomi. Ada tukang, ada toko bangunan, bahkan warung kopi di dekat proyek yang ikut hidup. Itu yang harus dijaga,” ucap Dedi.

Dedi juga mengingatkan pentingnya prioritas dalam membangun kesejahteraan. Ia mengajak masyarakat untuk menunda gaya hidup konsumtif.

“Jangan dulu kredit mobil kalau rumah belum punya. Jangan dulu kredit motor kalau fondasi kemakmuran belum kokoh,” jelasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor UMKM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kemacetan

Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.