bukamata.id – Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara akad massal 26 ribu KPR FLPP dan serah terima kunci rumah subsidi menyala di Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025). Dalam kesempatan ini, hadir pula Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Di hadapan para tamu dan pejabat, Prabowo menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan partai politik. “Kita sudah tidak perang ideologi lagi. Kita sudah sepakat ideologi kita Pancasila. Bersaing itu tidak masalah, tapi jangan sampai rakyat dirugikan,” ujar Prabowo.
Pesan ini juga ditujukan khusus kepada Dedi Mulyadi, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dari Partai Gerindra. “Kalau ‘erengsek’, saya usut kau, tapi saya yakin kau tidak brengsek,” tambah Prabowo disertai senyum, menegaskan harapan agar kader partai tetap mengedepankan etika dan pelayanan publik.
Kehadiran Dedi Mulyadi dalam acara ini sekaligus menegaskan posisi politiknya yang kian mapan, setelah perjalanan panjang dari aktivis hingga politisi nasional. Berikut jejak karier Dedi Mulyadi yang menarik dicermati.
Awal Kehidupan dan Pendidikan
Dedi Mulyadi lahir pada 11 April 1971 di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dari pasangan Sahlin Ahmad Suryana dan Karsiti. Ia tumbuh di keluarga sederhana; ayahnya seorang pensiunan prajurit dan ibunya bekerja keras sebagai aktivis Palang Merah Indonesia sekaligus kuli sawah untuk menopang ekonomi keluarga.
Dedi menempuh pendidikan dasar di SD Subakti Subang hingga lulus 1984, dilanjutkan di SMP Kalijati dan SMA Negeri 1 Purwadadi. Setelah lulus SMA, Dedi mencoba masuk AKABRI dan Secapa, namun gagal karena berat badannya belum memenuhi syarat.
Tak putus asa, ia mendaftar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), namun terpaksa mundur karena keterbatasan biaya. Pilihan berikutnya, Dedi kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Purnawarman Purwakarta pada 1995. Di kampus, Dedi aktif di berbagai organisasi mahasiswa, termasuk HMI Cabang Purwakarta, dan berbagai serikat pekerja, yang membentuk dasar kepedulian politik dan sosialnya.
Karier Awal dan Kehidupan Pribadi
Untuk menyelesaikan kuliah, Dedi bekerja sebagai tenaga kontrak di PT Indho Bharat Rayon, kemudian menjadi tenaga administrasi di PT Binawan Praduta. Ia akhirnya meraih gelar sarjana hukum pada 1999.
Dalam kehidupan pribadi, Dedi pernah menikah dengan Sri Muliawati dan dikaruniai satu anak sebelum sang istri meninggal. Ia kemudian menikah dengan Anne Ratna Mustika, mantan Mojang Purwakarta, dan memiliki dua anak. Pernikahan ini berakhir pada 22 Februari 2023 setelah 20 tahun bersama.
Jejak Politik Dedi Mulyadi
Karier politik Dedi dimulai pada 1999 melalui Partai Golkar, di mana ia menjadi Wakil Sekretaris Golkar Purwakarta dan berhasil duduk sebagai anggota DPRD Purwakarta. Di periode 1999-2004, ia menjabat Ketua Komisi E DPRD Purwakarta, membangun basis politik lokal yang kuat.
Pada Pilkada Purwakarta 2003, Dedi dipercaya sebagai calon wakil bupati dan berhasil menang. Ia kemudian menjadi wakil bupati pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat. Posisi ini membuka jalan bagi Dedi untuk meniti karier eksekutif lebih jauh.
Pada 2008, Dedi maju sebagai calon bupati Purwakarta dan menang. Ia kembali terpilih pada Pilkada 2013, menjadikannya Bupati Purwakarta selama dua periode. Selama memimpin, Dedi dikenal dengan gaya kepemimpinan populis dan dekat dengan masyarakat, sehingga namanya menjadi figur politik penting di Jawa Barat.
Pada 2016, Dedi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat secara aklamasi, menegaskan pengaruhnya di level provinsi. Ia kemudian mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat pada 2018, namun kalah dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.
Kiprah Nasional
Dedi tidak hanya fokus di level lokal. Pada Pilpres 2019, ia dipercaya sebagai Ketua Tim Kampanye Regional Jawa Barat untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Penunjukan ini menegaskan pengakuan atas kapasitasnya di kancah politik nasional.
Pada 2019, Dedi menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, menduduki posisi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI hingga 2024. Ia aktif dalam berbagai isu nasional, terutama terkait pembangunan dan infrastruktur di Jawa Barat.
Bergabung dengan Partai Gerindra
Langkah signifikan terjadi pada 2023, ketika Dedi mundur dari Partai Golkar dan DPR RI, lalu bergabung dengan Partai Gerindra sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina. Keputusan ini menandai babak baru dalam perjalanan politiknya, sekaligus membuka peluang untuk kontestasi lebih luas.
Dedi mencalonkan diri kembali sebagai anggota DPR pada Pemilu 2024 dari Partai Gerindra dan berhasil meraih suara tertinggi di Dapil Jabar VII dengan total 375.658 suara. Keberhasilan ini menunjukkan basis dukungan politiknya tetap solid meski berpindah partai.
Gubernur Jawa Barat
Puncak karier politik Dedi Mulyadi terjadi pada Pilkada Jawa Barat 2024. Berpasangan dengan Erwan Setiawan, Dedi berhasil terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat dan dilantik pada 20 Februari 2025. Kemenangan ini menjadi bukti pengaruhnya yang kuat, baik di tingkat lokal maupun provinsi, serta kemampuan manuver politik yang matang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










