bukamata.id – Bagi yang memiliki sakit maag, pasti tahu bagaimana sulitnya mengatur pola makan untuk menghindari naiknya asam lambung yang berakibat kambuhnya sakit maag.
Apalagi jika harus menjalani ibadah puasa saat Ramadhan, tentu pengaturan pola makan harus diperhatikan sedemikian rupa untuk menghindari kambuhnya penyakit maag di tengah-tengah ibadah puasa.
Selain itu, jangan lupa menghindari berbagai pantangan. Agar puasa lancar dan maag tidak kambuh saat berpuasa, berikut tips-tips bagi penderita maag menjalani puasa.
- Konsumsi Makanan yang Lambat Dicerna saat Sahur
Agar lambung tidak kosong dan tetap terisi pada saat puasa, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memilih makanan-makanan yang memerlukan waktu lama untuk dicerna.
Contoh dari makanan yang lambat dicerna adalah pisang yang kaya akan potasium dan karbohidrat magnesium, kacang almon yang kaya protein dan serat, serta kurma yang juga mengandung serat, potasium dan juga magnesium.
- Air Putih saja Nggak Cukup
Untuk memperlancar ibadah puasa, asupan cairan yang cukup tentu penting. Namun, bagi penderita maag, asupan 8 gelas air per hari saja nggaklah cukup. Sebagai pelengkap, minumlah segelas susu pada saat sahur untuk meminimalisir gejala maag dan ulkus peptik.
Meminum jus buah yang tak asam dan kaya kalium seperti pisang juga sangat dianjurkan pada saat sahur.
- Pantangan
Setelah mengetahui makanan dan minuman yang baik untuk penderita maag yang berpuasa, berikut makanan dan minuman yang harus dihindari pada saat puasa jika kamu mengindap penyakit maag:
- Makanan yang meningkatkan asam lambung (contoh: cokelat, makanan berlemak dan makanan yang digoreng, buah-buahan dengan kandungan asam tinggi seperti jeruk, lemon, tomat, dan lainnya).
- Makanan pedas dan tajam yang dapat merusak dinding lambung (seperti cabai, merica, cuka, bumbu-bumbu buatan).
- Minuman berkafein tinggi (seperti kopi dan minuman energi), dan juga alkohol.
- Obat-obatan yang dapat membuat lambung iritasi.
4. Jangan Sahur Terlalu Dini, Hindari Terlambat Berbuka Puasa
Bagi penderita maag yang berpuasa, jadwal makan harus sangat ketat diperhatikan. Sahurnya mendekati waktu imsak, hindari terlalu cepat sahur. Makanlah makanan sahur perlahan.
Pada saat waktu buka puasa, segeralah berbuka. Hindari terlambat berbuka puasa. Meskipun kamu tengah sibuk atau ada keperluan lainnya, paling tidak makanlah sedikit makanan ringan berkarbohidrat.
Seperti roti dan biskuit dan juga minum segelas susu dan air putih sebelum berbuka puasa dengan makanan berat nantinya.
- Tetap Konsumsi Obat dan Suplemen yang Dianjurkan Dokter
Meskipun berpuasa, tetaplah konsumsi obat atau suplemen yang dianjurkan dokter pada saat sahur dan jam buka puasa. Bila perlu konsultasikan pada dokter mengenai dosis dan jam makan atau apakah perlu ada suplemen yang perlu ditambah untuk memperlancar ibadah puasa.
- Hindari Stres
Terlepas dari puasa atau tidak, stress adalah salah satu hal yang bisa memicu meningkatnya produksi asam lambung. Stress pada saat sedang berpuasa akan memperparah kondisi lambung yang tengah kosong dan akan memicu kambuhnya gejala maag.
- Istirahat Perlu, Namun Hindari Tidur Selepas Makan
Istirahat adalah salah satu cara menghindari stress dan menjaga tubuh tetap fit dan segar. Namun, hindari tidur setelah makan.
Hal ini biasanya dilakukan setelah menyantap sahur. Tidur setelah makan adalah salah satu pemicu meningkatnya produksi asam lambung yang sangat tidak baik bagi penderita maag.
Berilah jeda sekitar satu jam jika ingin beristirahat dengan tidur sejenak selepas sahur ataupun berbuka puasa.
- Jangan Konsumsi Makanan yang Mengandung Gas
Bagi penderita maag, makanan yang mengandung banyak gas akan membuat perut menjadi kembung. Biasanya, yang banyak mengandung gas adalah sayuran seperti kol.
- Jauhi Makanan Berlemak Tinggi
Selain makanan yang mengandung gas, pedas, dan minuman berkafein, kamu juga harus menjauhi makan makanan berlemak tinggi. Karena jenis makanan ini bisa memperlambat kerja lambung.
- Tidak Boleh Makan Terburu-buru
Sebaiknya, saat berbuka maupun sahur kamu dianjurkan mengonsumsi makanan secara perlahan-lahan. Jangan terburu-buru, karena makan terlalu cepat bisa menyakiti lambung kamu dan membuatnya bekerja keras.
Kunyah lah makanan secar perlahan hingga halus, agar lambung bisa menerima makanan yang lebih lembut dan tidak bekerja terlalu keras.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











