Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terungkap! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Diduga Konten Asing yang Dipelintir

Senin, 6 April 2026 21:48 WIB

Persib Krisis Bek? Julio Cesar Dipastikan Tak Tampil di GBLA

Senin, 6 April 2026 21:31 WIB

Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius

Senin, 6 April 2026 21:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terungkap! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Diduga Konten Asing yang Dipelintir
  • Persib Krisis Bek? Julio Cesar Dipastikan Tak Tampil di GBLA
  • Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius
  • Timnas Futsal Indonesia Hajar Brunei 7-0, Puncaki Klasemen Grup B
  • Fakta Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2: Bukan Asli, Jangan Klik Link!
  • Viral Deretan Motor MBG, Diduga Gunakan Motor Listrik Berharga Puluhan Juta
  • 16 Clean Sheet! Teja Paku Alam Kejar Rekor Legendaris Yoo Jae-hoon
  • Cek Fakta: Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Bukan Konten Asli, Ini Temuannya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 6 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jokowi: Probabilitas Resesi Indonesia Masih 1,5 Persen, Harus Kita Jaga

By Putra JuangRabu, 28 Februari 2024 10:29 WIB2 Mins Read
Presiden Joko Widodo. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, jika tantangan Indonesia ke depan tidaklah mudah. Bukan hanya tantangan dalam negeri, namun juga tantangan global yang bisa berdampak pada situasi ekonomi dan sosial.

Begitu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Rapim TNI-Polri ‘Siap Wujudkan Pertahanan Keamanan untuk Indonesia Maju’ di Cilangkap, Jakarta pada Rabu (28/2/2024).

“Tantangan yang kita hadapi sekarang ini bukan tantangan-tantangan yang mudah, bukan hanya tantangan di dalam negeri, bukan hanya tantangan di domestik tapi justru yang paling berat adalah tantangan eksternal, tantangan global, sangat rumit juga bisa berdampak signifikan pada situasi ekonomi dan situasi sosial di dalam negeri,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku sangat bersyukur, di tengah banyaknya negara yang sudah jatuh ke jurang resesi, namun angka probabilitas resesi Indonesia masih di angka 1,5 persen.

Baca Juga:  Jadwal Padat Cristiano Ronaldo di Indonesia: Bertemu Sri Mulyani, Kunjungi NTT, hingga Bali

“Sudah banyak negara yang masuk dalam jurang resesi. Terakhir kita tahu, Inggris sudah masuk ke resesi, Jepang sudah masuk ke resesi dan probabilitas resesi sudah melanda negara-negara besar sebagai contoh Jerman sudah diangka 72 persen, kemungkinan bisa masuk ke resesi. Uni Eropa juga sudah diangka 60 persen, Amerika di angka 40 persen dan kita patut kita syukuri probabilitas Indonesia masih di angka 1,5 persen, ini yang harus kita jaga,” tuturnya.

Jokowi mengatakan, saat ini inflasi pangan tengah melanda dunia akibat ketidakpastian ekonomi dan kondisi geopolitik dunia yang sulit untuk dihitung.

Baca Juga:  Jokowi Akui Tak Beri Wejangan pada Gibran Jelang Debat Cawapres

“Kita tahu ketidakpastian ekonomi masih belum jelas, masih belum pasti. Geopolitik dunia juga sulit dihitung, sulit dikalkulasi, landscape ekonomi, landscape politik dunia juga sulit dikalkulasi, sulit dihitung. Kita tahu konflik di Ukraina belum selesai, datang konflik Gaza, ada Yaman sehingga menyebabkan inflasi pangan melanda dunia,” tuturnya.

Jokowi mengakui, saat ini untuk mencari produsen beras ke berbagai negara itu sangatlah sulit. Berbeda dengan dahulu, dimana semua negara yang memiliki perusahaan beras berdatangan ke Indonesia.

Baca Juga:  Mundurnya Mahfud MD Tak Pengaruhi Kabinet Jokowi, Airlangga: Kami Masih Solid

Menurut Jokowi, hal itu disebabkan karena adanya perubahan iklim yang mengganggu rantai pasok di berbagai negara.

“Kita tahu kalau dulu banyak yang menawarkan kepada kita misalnya beras hampir semua negara perusahaan beras menawarkan berasnya kepada kita. Sekarang ini kita mencari beras ke negara-negara produsen itu juga tidak gampang dan tidak mudah karena semuanya sekarang ngerem untuk tidak eksport bahan pangannya, baik gandum maupun beras akibat perubahan iklim, akibat perubahan cuaca dan gangguan rantai pasok,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Indonesia jokowi resesi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hari Kelabu di Bandung Barat, Polisi Selidiki Dua Kematian Misterius

Viral Deretan Motor MBG, Diduga Gunakan Motor Listrik Berharga Puluhan Juta

Dosen PPPK Keluhkan Karier Mandek dan Tukin Tak Adil, DPR RI Diminta Turun Tangan

Ijazah Terancam, Wali Murid SMK IDN Kejar Waktu Demi Masa Depan Siswa

Lahan KAI di Bandung Disiapkan Jadi Hunian Subsidi Terintegrasi, Konsep TOD Disiapkan

DPRD Jabar Dorong Perizinan SMK IDN Segera Tuntas, Nasib Ijazah Siswa XII Jadi Prioritas

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Misteri Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Terbongkar, Identitas Pemeran Masih Gelap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.