Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang

Minggu, 8 November 2026 21:17 WIB

Baru Dimaafkan!! Evelyn Kembali Digoreng Gara-gara Mimpi Jadi Diva?

Minggu, 8 November 2026 19:28 WIB

Tolic Rotasi Besar-besaran! Ini Susunan Pemain Persib Lawan Java United

Minggu, 8 November 2026 18:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang
  • Baru Dimaafkan!! Evelyn Kembali Digoreng Gara-gara Mimpi Jadi Diva?
  • Tolic Rotasi Besar-besaran! Ini Susunan Pemain Persib Lawan Java United
  • Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung
  • Lelah Usai dari Australia, Persib Malah Bikin Pelatih Java United Ketar-ketir
  • CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang
  • Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan
  • Ogah Cari Istri Baru! Demian Aditya Blak-blakan Tak Kepikiran Nikah Lagi Usai Cerai dari Sara Wijayanto
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 8 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jokowi: Probabilitas Resesi Indonesia Masih 1,5 Persen, Harus Kita Jaga

By Putra JuangRabu, 28 Februari 2024 10:29 WIB2 Mins Read
Presiden Joko Widodo. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, jika tantangan Indonesia ke depan tidaklah mudah. Bukan hanya tantangan dalam negeri, namun juga tantangan global yang bisa berdampak pada situasi ekonomi dan sosial.

Begitu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Rapim TNI-Polri ‘Siap Wujudkan Pertahanan Keamanan untuk Indonesia Maju’ di Cilangkap, Jakarta pada Rabu (28/2/2024).

“Tantangan yang kita hadapi sekarang ini bukan tantangan-tantangan yang mudah, bukan hanya tantangan di dalam negeri, bukan hanya tantangan di domestik tapi justru yang paling berat adalah tantangan eksternal, tantangan global, sangat rumit juga bisa berdampak signifikan pada situasi ekonomi dan situasi sosial di dalam negeri,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku sangat bersyukur, di tengah banyaknya negara yang sudah jatuh ke jurang resesi, namun angka probabilitas resesi Indonesia masih di angka 1,5 persen.

Baca Juga:  Respon Prabowo soal Mundurnya Mahfud MD dari Menko Polhukam

“Sudah banyak negara yang masuk dalam jurang resesi. Terakhir kita tahu, Inggris sudah masuk ke resesi, Jepang sudah masuk ke resesi dan probabilitas resesi sudah melanda negara-negara besar sebagai contoh Jerman sudah diangka 72 persen, kemungkinan bisa masuk ke resesi. Uni Eropa juga sudah diangka 60 persen, Amerika di angka 40 persen dan kita patut kita syukuri probabilitas Indonesia masih di angka 1,5 persen, ini yang harus kita jaga,” tuturnya.

Baca Juga:  Jokowi Lakukan Pendaratan Perdana di Bandara Nusantara IKN

Jokowi mengatakan, saat ini inflasi pangan tengah melanda dunia akibat ketidakpastian ekonomi dan kondisi geopolitik dunia yang sulit untuk dihitung.

“Kita tahu ketidakpastian ekonomi masih belum jelas, masih belum pasti. Geopolitik dunia juga sulit dihitung, sulit dikalkulasi, landscape ekonomi, landscape politik dunia juga sulit dikalkulasi, sulit dihitung. Kita tahu konflik di Ukraina belum selesai, datang konflik Gaza, ada Yaman sehingga menyebabkan inflasi pangan melanda dunia,” tuturnya.

Jokowi mengakui, saat ini untuk mencari produsen beras ke berbagai negara itu sangatlah sulit. Berbeda dengan dahulu, dimana semua negara yang memiliki perusahaan beras berdatangan ke Indonesia.

Baca Juga:  Timnas AMIN Sebut Kecenderungan Jokowi pada Paslon 02 Hal Wajar

Menurut Jokowi, hal itu disebabkan karena adanya perubahan iklim yang mengganggu rantai pasok di berbagai negara.

“Kita tahu kalau dulu banyak yang menawarkan kepada kita misalnya beras hampir semua negara perusahaan beras menawarkan berasnya kepada kita. Sekarang ini kita mencari beras ke negara-negara produsen itu juga tidak gampang dan tidak mudah karena semuanya sekarang ngerem untuk tidak eksport bahan pangannya, baik gandum maupun beras akibat perubahan iklim, akibat perubahan cuaca dan gangguan rantai pasok,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Indonesia jokowi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung

CPNS

CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang

Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan

Kabar Duka! Bobotoh Meninggal saat Menuju Laga Persib di Semarang

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.