Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat

Selasa, 22 September 2026 21:40 WIB

Oktober Mencekam! Persib Harus Jalani 7 Pertandingan di Tengah Jadwal Super Padat

Selasa, 22 September 2026 20:31 WIB

MENGEJUTKAN! 12 Tahun Tanpa Gosip Miring, Borok Rumah Tangga Sara Wijayanto dan Demian Akhirnya Terbongkar?!

Selasa, 22 September 2026 20:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat
  • Oktober Mencekam! Persib Harus Jalani 7 Pertandingan di Tengah Jadwal Super Padat
  • MENGEJUTKAN! 12 Tahun Tanpa Gosip Miring, Borok Rumah Tangga Sara Wijayanto dan Demian Akhirnya Terbongkar?!
  • Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi
  • Jersey Supporter Edition Persib ACL Two 2026/27 Resmi Tersedia Dengan Harga Rp249 Ribu
  • Detik-detik Penutupan Bursa Transfer, Persib Pilih Tutup Buku atau Bikin Kejutan di Ujung Waktu?
  • Pesta Miras Oplosan Maut di Cianjur: 4 Tewas, Dua Remaja Putri Masih Kritis di Rumah Sakit
  • Usai 12 Tahun Menikah, Sara Wijayanto Resmi Gugat Cerai Demian Aditya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jokowi: Probabilitas Resesi Indonesia Masih 1,5 Persen, Harus Kita Jaga

By Putra JuangRabu, 28 Februari 2024 10:29 WIB2 Mins Read
Presiden Joko Widodo. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, jika tantangan Indonesia ke depan tidaklah mudah. Bukan hanya tantangan dalam negeri, namun juga tantangan global yang bisa berdampak pada situasi ekonomi dan sosial.

Begitu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Rapim TNI-Polri ‘Siap Wujudkan Pertahanan Keamanan untuk Indonesia Maju’ di Cilangkap, Jakarta pada Rabu (28/2/2024).

“Tantangan yang kita hadapi sekarang ini bukan tantangan-tantangan yang mudah, bukan hanya tantangan di dalam negeri, bukan hanya tantangan di domestik tapi justru yang paling berat adalah tantangan eksternal, tantangan global, sangat rumit juga bisa berdampak signifikan pada situasi ekonomi dan situasi sosial di dalam negeri,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku sangat bersyukur, di tengah banyaknya negara yang sudah jatuh ke jurang resesi, namun angka probabilitas resesi Indonesia masih di angka 1,5 persen.

Baca Juga:  Jokowi Tegaskan Tak Akan Ikut Kampanye di Pemilu 2024

“Sudah banyak negara yang masuk dalam jurang resesi. Terakhir kita tahu, Inggris sudah masuk ke resesi, Jepang sudah masuk ke resesi dan probabilitas resesi sudah melanda negara-negara besar sebagai contoh Jerman sudah diangka 72 persen, kemungkinan bisa masuk ke resesi. Uni Eropa juga sudah diangka 60 persen, Amerika di angka 40 persen dan kita patut kita syukuri probabilitas Indonesia masih di angka 1,5 persen, ini yang harus kita jaga,” tuturnya.

Baca Juga:  Final AFF U-23: Timnas Indonesia Gagal Juara, Vietnam Cetak Hattrick Gelar

Jokowi mengatakan, saat ini inflasi pangan tengah melanda dunia akibat ketidakpastian ekonomi dan kondisi geopolitik dunia yang sulit untuk dihitung.

“Kita tahu ketidakpastian ekonomi masih belum jelas, masih belum pasti. Geopolitik dunia juga sulit dihitung, sulit dikalkulasi, landscape ekonomi, landscape politik dunia juga sulit dikalkulasi, sulit dihitung. Kita tahu konflik di Ukraina belum selesai, datang konflik Gaza, ada Yaman sehingga menyebabkan inflasi pangan melanda dunia,” tuturnya.

Jokowi mengakui, saat ini untuk mencari produsen beras ke berbagai negara itu sangatlah sulit. Berbeda dengan dahulu, dimana semua negara yang memiliki perusahaan beras berdatangan ke Indonesia.

Baca Juga:  Salsa Erwina: Penjara Gagal Bikin Koruptor Jera, Saatnya Sita Aset Mereka

Menurut Jokowi, hal itu disebabkan karena adanya perubahan iklim yang mengganggu rantai pasok di berbagai negara.

“Kita tahu kalau dulu banyak yang menawarkan kepada kita misalnya beras hampir semua negara perusahaan beras menawarkan berasnya kepada kita. Sekarang ini kita mencari beras ke negara-negara produsen itu juga tidak gampang dan tidak mudah karena semuanya sekarang ngerem untuk tidak eksport bahan pangannya, baik gandum maupun beras akibat perubahan iklim, akibat perubahan cuaca dan gangguan rantai pasok,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Indonesia jokowi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat

Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi

Pesta Miras Oplosan Maut di Cianjur: 4 Tewas, Dua Remaja Putri Masih Kritis di Rumah Sakit

Rayakan HUT ke-36, JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Mitra Setia ke Tanah Suci

Karhutla Sumedang Tembus 64 Kejadian, Tertinggi di Jawa Barat hingga September 2026

Waspadai ‘Super Flu’, Wali Kota Bandung Minta Anak Bergejala Tak Sekolah

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.