bukamata.id– Memasuki hari ke empat setelah pembukaan Piala Dunia U-17 pada 10 November 2023, jumlah penonton pada laga Internasional ini belum memenuhi target yang ditentukan oleh Feredasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
sebelumnya , Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengatakan FIFA menetapkan target 10 ribu sampai 18 ribu penonton per pertandingan untuk Piala Dunia U-17.
“Kami itu ada target dari FIFA kurang lebih 10 ribu sampai 18 ribu penonton untuk setiap pertandingannya,” ujarnya dia dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 19 September 2023.
“Itu target yang harus didorong sama-sama. Saya punya komitmen tinggi untuk mendorong target tiket. Dengan mengupayakan berbagai cara, mulai dari kerja sama dengan pihak swasta, pemerataan pertandingan, hingga menggelar trophy tour untuk mempromosikan acaranya,” lanjutnya.
Namun, Berdasarkan data dari situs resmi FIFA, laga Venezuela vs Selandia yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Jawa Barat, merupakan laga dengan penonton terendah yaitu, disaksikan 2.932 penonton.
Lalu terendah kedua ada di pertandingan Mali vs Uzbekistan di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, dihadiri 3.014 penonton. Sementara di Jakarta International Stadium (JIS) menunjukkan jumlah penonton lebih banyak, walau masih jauh dengan target yang di tentukan.
Adapun Jumlah penonton terbanyak yaitu 30.583 orang, yaitu Laga perdana Skuad Garuda Vs Ekuador ditonton pasang mata. Sedangkan duel lainnya antara Panama vs Maroko dihadiri 13.437 penonton.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum II PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan, Local Organizing Committee (LOC) dan PSSI bersama FIFA sampai hari ini masih mempromosikan sisa pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Jakarta International Stadium (JIS), Stadion Manahan (Surakarta), dan Stadion Si Jalak Harupat (Bandung).
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Posisinya kami LOC dan PSSI bersama FIFA selalu meningkatkan publikasi kami. Apa yang harus diperbaiki, kami harus tingkatkan. Itu setiap hari, jangan khawatir,” ujarnya.
Selain promosi gelaran Piala Dunia U-17, panitia juga akan memperbaiki setiap detail yang ada di stadion, dengan menata penempatan sponsor dan letak pembuangan sampah.
“Kita harus tahu seberapa sih level u-17 dunia, yang seharusnya kita harapkan. Jadi, kalau nanti ke depan sama monitoring progres, kami tahu ekspekstasi harus menuju ke mana. Selama ini kan nggak kebayang, anak yang disebut bagus umur 17 tahun tuh gimana. Nah, kita sama-sama lihat itu,” tutupnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










