bukamata.id – Nama Khairun Nisya kembali menjadi sorotan publik setelah beberapa media dan unggahan di media sosial menyebutnya kini resmi menjadi pramugari Garuda Indonesia. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Garuda maupun lembaga terkait, sehingga kabar tersebut masih bersifat rumor.
Nisya, 23 tahun, asal Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sebelumnya viral pada Januari 2026 karena menyamar sebagai pramugari Batik Air. Ia mengenakan seragam lengkap awak kabin, membawa koper maskapai, dan menggunakan kartu identitas palsu yang desainnya sudah tidak digunakan bertahun-tahun. Peristiwa itu terjadi saat ia hendak melakukan perjalanan Palembang–Jakarta melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, dan sempat lolos pemeriksaan awal karena terlihat seperti kru tambahan.
Tekanan dan Langkah Nekat
Langkah nekat Nisya tidak muncul begitu saja dari cita-citanya menjadi pramugari. Di balik insiden viral tersebut, terselip tekanan psikologis dan rasa malu kepada keluarga, karena uang Rp30 juta habis tanpa hasil setelah janji lolos seleksi pramugari tak pernah terwujud.
“Dia merasa tertekan karena ingin membuat orang tua bangga, tapi hasilnya mengecewakan,” ungkap salah satu kerabatnya. Tekanan ini menjadi salah satu pemicu Nisya nekat mengenakan seragam dan pergi ke bandara, yang kemudian menjadi viral.
Kesempatan Baru di Aeronef Academy
Kini, harapan Nisya untuk menjadi pramugari kembali muncul melalui jalur resmi dan pendidikan yang sah. Pihak Aeronef Academy, lembaga pelatihan awak kabin ternama, membuka kesempatan bagi Nisya untuk menempuh pendidikan pramugari secara gratis.
Melalui unggahan resmi di akun @aeronefacademy.official di Threads, Aeronef Academy menyampaikan dukungan moral sekaligus peluang pendidikan:
“Mungkin Kak Nisa saat ini sedang bersedih, namun Kak Nisa perlu tahu bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari cerita baru yang lebih hebat.”
Dalam poster yang dibagikan, Aeronef Academy secara khusus mengundang Nisya mengikuti pendidikan pramugari gratis, sebagai bentuk dukungan agar ia tetap bisa meraih mimpinya di dunia penerbangan.
“Kami tahu salah satu kewajiban anak berbakti adalah membuat ayah dan ibu bangga. Mari berjuang bersama,” tulis lembaga itu.
Aeronef Academy sendiri dikenal dengan konsep World Class Cabin Crew Training, fokus pada pengembangan profesionalisme dan kesiapan kerja di industri penerbangan. Lembaga ini berlokasi di Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tepatnya di Jl. Soekarno Hatta No. 71b, Bendo Kidul, Bendo, Pare, Kediri, 64225.
Masa Depan Khairun Nisya
Meskipun rumor tentang Nisya menjadi pramugari Garuda masih belum dikonfirmasi, peluang di Aeronef Academy bisa menjadi titik balik bagi gadis ini untuk menempuh jalur resmi. Dari viral karena kesalahan hingga kesempatan pendidikan profesional, kisah Khairun Nisya menjadi pengingat bahwa kesalahan masa lalu bukan akhir dari mimpi, dan ketekunan serta keberanian untuk bangkit adalah kunci meraih masa depan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










