Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Senin, 16 Maret 2026 01:00 WIB
Persib Bandung

Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League

Minggu, 15 Maret 2026 22:48 WIB

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

Minggu, 15 Maret 2026 21:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Pelecehan Santri Terungkap, Warga Bakar Material Ponpes di Soreang

By SusanaMinggu, 18 Mei 2025 18:00 WIB2 Mins Read
Kasus pelecehan terungkap, sejumlah warga Kampung Gunung Aseupan, Desa Karamatmulya, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, melakukan aksi protes dengan membakar material di Pondok Pesantren Santri Sinatria pada Sabtu (17/5/2025). Foto: Instagram @infokabupatenbandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Viral di media sosial, sejumlah warga Kampung Gunung Aseupan, Desa Karamatmulya, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, melakukan aksi protes dengan mendatangi Pondok Pesantren Santri Sinatria pada Sabtu (17/5/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam aksi tersebut, warga sempat melakukan perusakan dan membakar sejumlah material bangunan milik pesantren.

Kapolsek Soreang, Kompol Oeng Hoeruman, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebutkan bahwa petugas kepolisian segera turun ke lokasi untuk meredam situasi dan mencegah aksi massa berkembang menjadi anarkis.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi dan mengimbau warga agar tidak bertindak melampaui batas hukum,” ujar Kompol Oeng, dikutip dari Instagram @infokabupatenbandung, Minggu (18/5/2025).

Baca Juga:  Horor! Sore-sore Pria di Gading Tutuka Soreang Ditusuk hingga Meninggal

Menurutnya, yang dibakar warga hanyalah pagar bambu yang sudah rusak serta beberapa kayu bangunan. Aksi lebih lanjut berhasil dicegah sebelum bangunan utama ponpes turut menjadi sasaran.

“Kami pastikan tidak ada bagian bangunan utama yang dirusak. Petugas cepat meredam aksi agar tidak membahayakan penghuni pesantren, karena di dalam masih ada para pengurus dan santri,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kampanye ke-18, Mahfud MD Kunjungi Pesantren di Priangan Timur

Kompol Oeng juga menambahkan bahwa pelaku utama yang menjadi pemicu kemarahan warga telah diamankan pihak berwajib. Hal ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang terjadi di lingkungan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, pimpinan Pondok Pesantren Pesantren Santri Sinatria di Soreang, Kabupaten Bandung, berinisial RR, dilaporkan telah mencabuli lebih dari lima santriwati yang berusia antara 14 hingga 19 tahun sejak tahun 2023.

Baca Juga:  Pengurus Pesantren di Soreang Diduga Lecehkan 8 Santriwati, Pelaku Diringkus Polisi

Dari informasi yang dihimpun, modus yang digunakan pelaku disebut sangat sistematis dan terencana.

RR diduga memanipulasi ajaran agama dengan memelintir kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam ceramahnya, untuk membungkam pertanyaan atau keraguan dari para korban terhadap tindakan tidak senonoh yang dilakukan.

Aksi pencabulan disebut berlangsung berulang kali di beberapa lokasi, mulai dari kobong (asrama), rumah pribadi pelaku, hingga saung di lingkungan pesantren.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aksi protes pelecehan Pesantren Soreang warga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.