Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Persib Bandung

Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League

Minggu, 15 Maret 2026 22:48 WIB

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

Minggu, 15 Maret 2026 21:53 WIB
CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Minggu, 15 Maret 2026 21:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
  • Alwi Farhan dan Putri KW Tembus Final Swiss Open 2026, Indonesia Bidik Dua Gelar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakan Kompensasi Sopir Angkot Tuai Sorotan: Dana Diduga Dipotong, Data Jadi Masalah Utama

By Aga GustianaJumat, 4 April 2025 17:16 WIB3 Mins Read
Ilustrasi angkot. (mediabogor).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk meliburkan angkot trayek Puncak Bogor selama libur Lebaran 2025 menuai perhatian publik. Meskipun bertujuan mengurai kemacetan, pelaksanaannya justru memunculkan persoalan baru, dugaan pemotongan dana kompensasi serta ketidaktepatan data penerima bantuan.

Dalam kebijakan tersebut, Pemprov Jabar menjanjikan kompensasi senilai Rp1,5 juta untuk setiap sopir angkot yang tidak beroperasi selama masa libur, terdiri dari Rp1 juta tunai dan Rp500 ribu dalam bentuk sembako.

Namun kenyataan di lapangan berbeda. Banyak sopir angkot mengaku hanya menerima Rp800 ribu, memunculkan dugaan bahwa bantuan mereka dipotong oleh oknum tertentu.

Pengamat: Kebijakan Baik, Tapi Lemah di Data

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai masalah utama terletak pada akurasi data penerima.

Baca Juga:  Keluarga Hilang Kontak di Aceh, Dedi Mulyadi Gerak Cepat Terbang ke Lokasi Bencana

“Intensi Gubernur Dedi Mulyadi sangat baik, yakni mengurangi kemacetan dengan memberikan kompensasi. Namun, lemahnya data jumlah sopir angkot menyebabkan implementasi kebijakan jadi tidak maksimal,” kata Kristian, Jumat (4/4/2025).

Kristian menambahkan, pemimpin memang dituntut cepat mengambil keputusan, tapi tetap harus berbasis data dan informasi yang memadai agar kebijakan bisa efektif.

“Kebijakan yang diambil secara cepat harus tetap mengandalkan sistem informasi yang kuat. Kalau tidak, akan sulit dalam pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.

Dishub: Akan Pantau Dugaan Pemotongan

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, mengakui masih ada angkot yang beroperasi saat Lebaran. Menurutnya, hal ini terjadi karena tidak semua kendaraan terdata sebagai penerima kompensasi.

Baca Juga:  Pengamat Sebut Pertarungan Pilgub Jabar Akan Lebih Menarik Ketimbang Jakarta

“Beberapa sopir tetap beroperasi karena mereka tidak masuk dalam daftar penerima subsidi,” ungkap Dadang.

Ia juga mengaku menerima laporan adanya pemotongan dana kompensasi. Sejumlah sopir menyampaikan bahwa bantuan yang mereka terima tidak utuh.

“Saya juga dapat informasi, ada yang hanya terima Rp800 ribu. Kami akan pantau siapa yang melakukan ini, karena seharusnya Rp1,5 juta diterima full oleh sopir,” tegasnya.

Tuntutan Klarifikasi dan Transparansi

Kristian Widya menyoroti pentingnya klarifikasi dari pihak pemerintah mengenai skema pencairan bantuan. Apakah dilakukan bertahap atau memang satu kali termin, sebab ini sangat menentukan kejelasan proses yang berjalan.

Baca Juga:  Simak Rute Kirab Budaya HUT Jabar 2025, Ini Jalan yang Ditutup Sementara

“Jika dilakukan sekali termin tapi sopir hanya menerima sebagian, maka besar kemungkinan terjadi penyimpangan,” jelasnya.

Pelajaran Bagi Pemerintah Daerah

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk selalu mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan akurasi data dalam merumuskan kebijakan yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Gubernur Dedi Mulyadi sendiri sudah menyatakan akan mengganti dana kompensasi yang disunat dan memproses para oknum secara hukum.

Dengan komitmen ini, publik menaruh harapan agar kebijakan ke depan tak hanya cepat dan responsif, tapi juga bebas dari celah penyelewengan dan berdampak nyata bagi masyarakat kecil.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Kompensasi Puncak Bogor sopir angkot
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.