Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H di Bandung, Jumat 20 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 09:15 WIB
penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Daftar Bansos yang Cair Usai Lebaran 2026: PKH, BPNT, dan Beras 10 Kg Meluncur!

Kamis, 19 Maret 2026 07:05 WIB

Kapan Lebaran 2026? Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Hari Ini

Kamis, 19 Maret 2026 06:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H di Bandung, Jumat 20 Maret 2026
  • Daftar Bansos yang Cair Usai Lebaran 2026: PKH, BPNT, dan Beras 10 Kg Meluncur!
  • Kapan Lebaran 2026? Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Hari Ini
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Ladang Sawit, Netizen Heboh Cari Link Telegram Durasi 7 Menit
  • Ramadhan Hampir Berakhir, Simak Waktu Imsak Hari ke-29 di Bandung
  • Jadwal Liga Champions 19 Maret 2026: Laga Penentuan Perempat Final Bakal Penuh Drama
  • Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet
  • Sembilan Laga Penentu, Persib Tak Boleh Lengah Demi Gelar Juara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan, Kemenparekraf dan Komisi X DPR RI Sosialisasi Pengelolaan Sampah

By Putra JuangJumat, 22 Maret 2024 13:06 WIB4 Mins Read
Kemenparekraf dan Komisi X DPR RI Sosialisasi Pengelolaan Sampah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Direktorat Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Deputi Bidang Industri dan Invenstasi berkolaborasi bersama Komisi X DPR RI menggelar sosialisasi Pengelolaan Sampah Industri dan Rumah Tangga Dalam Rangka Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Bandung, Jumat (22/3/2024).

Anggota Komisi X DPR-RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah mengatakan, peserta yang hadir merupakan pelaku UMKM ekonomi kreatif dari wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi.

“Seperti tadi saya sampaikan sebagai contoh itu ada pedagang di atas kali daerah Cicendo, usahanya persis di pinggir kali Cicendo, jadi ada hubungan antara usaha dan pengelolaan sampahnya,” ucap Ledia.

Ledia mengungkapkan, berbicara tentang pengelolaan sampah harus dimulai dari sisi regulasi yang dilakukan oleh anggota legislatif.

“Jadi memang regulasinya harus dievaluasi oleh DPRD, terus masyarakatnya akan diajak ke arah mana nanti. Itu menurut saya yang jadi bagian penting, karena bab sampah itu konsistensi yang diperlukan,” imbuhnya.

“Hari ini kita tertib, besok tidak, nanti bakalan mulai dari awal lagi, gaakan bisa berhasil dengan baik,” tambahnya.

Ledia mengatakan, sejauh ini sejumlah program Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terkait pengelolaan sampah sudah cukup baik. Hanya saja, program tersebut perlu adanya percepatan.

“Sebenernya dengan program seperti Kang Pisman, Buruan Sae yang ada di Kota Bandung itu udah mulai ada tahapannya, udah mulai bagus, tapi selama yang membuang sampahnya makin banyak, itu juga gak boleh,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pagelaran Wayang Golek di Bandung, Strategi Bangkitkan Minat Generasi Muda

Menurutnya, regulasi pengelolaan sampah juga harus diterapkan di rumah makan atau restoran. Sehingga nantinya, jumlah sampah yang dibuang ke TPA akan sangat berkurang.

“Mungkin juga harus dibikin regulasi di rumah makan atau restoran, gaboleh nyisain makanan, kalau tersisa didenda, kaya All You Can Eat (AYCE) gitu. Nanti hanya sedikit yang dibuang ke TPA itu, residunya yang udah sulit mereka kelola sendiri,” katanya.

Ledia menyebut, kampanye untuk mengentaskan sampah dari sumber di Kota Bandung dengan program Kang Pisman, Kang Empos, hingga Buruan Sae harus dilakukan secara konsisten.

“Itu perlu konsisten, komitmen dan mau repot. Tadinya kangkung sisa batangnya main buang aja langsung, sekarang mah sok dicacah biar bisa jadi kompos. Mending repot ngelola sampah, daripada repot kena banjir,” imbuhnya.

Ledia menilai, jika pengelolaan sampah sudah tertara dengan baik, nantinya akan berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan. Sebab menurutnya, kebersihan menjadi hal utama yang diperhatikan oleh para pengunjung.

“Kalau orang datang ke suatu tempat, salah satu yang ditanyakan itu tempatnya enak ga yah? Bersih ga yah? Nyaman ga yah? Kalau dia udah ngerasa ga nyaman, udah dia gaakan balik lagi ke situ,” jelasnya.

Baca Juga:  Dukung Musik Hadroh, Kemenparekraf dan Komisi X DPR Gelar Bisa Fest di Bandung

“Sengantri apapun itu untuk membeli produk ekonomi kreatif, kalau di kiri kanannya tidak menyenangkan, umumnya orang cenderung untuk ga balik lagi. Meskipun masuk gang, kalau bersih mah insya Allah dikejar sama orang-orang,” samhungnya.

Oleh karena itu, pengelolaan sampah ini bukan hanya menjadi tugas dari pemerintah saja, namun juga menjadi tugas bersama termasuk masyarakat itu sendiri dan dilakukan secara konsisten.

“Kota Bandung ini udah jauh lebih baik dibandingkan dulu soal pengelolaan sampah. Tapi memang harus konsisten, urusan gini kalau ga konsisten bakalan dari nol lagi,” ungkapnya.

“Pemerintah dan masyarakat harus sinergi, upaya antara keduanya harus sejalan. Percuma kalau pemerintah nerapin aturan dan memberikan infrastruktur kalau masyarakatnya tidak sadar,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Kemenparekraf, Hanifah Makarim mengatakan, pelatihan dan edukasi dari sekolah alias sejak dini itu perlu diajarkan, bagaimana mereka berprilaku bersih dan sehat.

“Kita sering lihat di media sosial, gimana anak-anak di Jepang itu dididik budaya bersih dan sehat sejak mereka kecil. Gimana mereka membersihkan sekolahnya, membersihkan kelasnya, membersihkan rumahnya, itu kan pendidikan dari dini, itu perlu disisipkan di sekolah,” kata Hanifah.

Baca Juga:  Ciptakan Ruang Belajar yang Gembira, Guru di Bandung dan Cimahi Ikuti Workshop Tingkatkan Kualitas Pengajaran

“Nantinya anak-anak bisa ngajarin juga kan ke ibunya, ‘bu saya di sekolah diajarin begini’ gitu, nanti diterapkan di rumah, sekolah memantau juga. Lalu kaya bikin botol minuman jadi pot bunga atau kerajinan apa gitu yang bisa dikombinasikan,” tambahnya.

Hanifah berharap, apa yang telah disampaikan oleh Ledia Hanifa bisa langsung dipraktikan oleh para peserta.

“Seperti yang Bu Ledia bilang saat menyampaikan Keynote Speech, kalau teori, itu hanya menjadi kumpulan resep doang di buku resep, jadi kliping aja, ga bermanfaat. Kita berharap hari ini, mereka kedepannya bisa mengimplementasikan di daerah masing-masing,” tuturnya.

Hanifah mengatakan, Kota Bandung selalu menjadi daya tarik utama para wisatawan khususnya warga Jakarta untuk berwisata.

“Tinggal bagaimana menjaga daya tarik ini dengan kebersihan lingkungan, kenyamanan, dan lain-lain. Sehingga tamunya itu datang lagi dan lagi, karena kalau di Bandung itu selalu ada aja hal baru, makanannya, tempat wisatanya, hasil ekonomi kreatifnya luar biasa,” jelasnya.

“Tinggal bagaimana menjaga kebersihannya, sehingga orang nyaman. Saya yakin insya Allah Bandung bisa menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik demi kemajuan Pariwisata dan ekonomi kreatifnya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kemenparekraf Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Pariwisata Berkelanjutan Sosialisasi Pengelolaan Sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H di Bandung, Jumat 20 Maret 2026

Ramadhan Hampir Berakhir, Simak Waktu Imsak Hari ke-29 di Bandung

Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet

Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.