Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pagelaran Wayang Golek di Bandung, Strategi Bangkitkan Minat Generasi Muda

By Muhammad Rafki Razif KiransyahMinggu, 22 Juni 2025 21:25 WIB2 Mins Read
Acara “Semarak Budaya” di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Minggu (22/6/2025). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Upaya pelestarian budaya lokal terus digalakkan di tengah derasnya pengaruh budaya luar. Salah satu langkah nyatanya ditunjukkan melalui acara “Semarak Budaya” yang digelar di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Minggu (22/6/2025).

Kegiatan ini menampilkan pertunjukan seni wayang golek, kesenian khas Tanah Pasundan yang sarat makna dan nilai-nilai filosofi.

Program ini merupakan sinergi antara Kementerian Kebudayaan bersama Komisi X DPR RI dalam rangka menguatkan peran generasi muda dalam mencintai dan melestarikan budaya bangsa.

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, menyampaikan bahwa upaya ini tidak hanya sekadar pagelaran seni, tetapi juga bagian dari strategi memperkenalkan kekayaan budaya kepada kaum muda di era digital.

Baca Juga:  Anak Disabilitas Tak Bisa Diperlakukan Sama, Ledia Hanifa Dorong Asesmen Masuk RUU Sisdiknas

“Wayang golek adalah warisan budaya yang tidak hanya artistik, tetapi juga mengandung pesan moral dan sejarah. Namun saat ini, peminatnya dari kalangan muda semakin berkurang. Melalui Semarak Budaya ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya sendiri,” ujar Ledia.

Ia menambahkan bahwa dalam kesempatan tersebut, tampil pula generasi penerus dari keluarga dalang ternama yang sudah melahirkan puluhan dalang profesional. Namun regenerasi, menurutnya, tidak bisa hanya mengandalkan garis keturunan.

“Kita perlu membuka ruang luas bagi anak muda dari latar belakang manapun untuk bisa ikut belajar dan tampil dalam seni tradisional. Wayang awalnya juga jadi alat dakwah oleh para Walisongo, lalu berkembang menjadi media seni yang dinamis,” tuturnya.

Baca Juga:  Semarak Budaya 2025: Lestarikan Tradisi Lewat Festival Nasi Liwet

Ledia juga menyoroti tantangan besar dalam pelestarian budaya tradisional, termasuk minimnya promosi, keterbatasan dana produksi, dan penggunaan bahasa lokal yang mulai tergeser.

“Anak muda sekarang kalau nonton wayang nanya ‘mana terjemahannya?’ karena bahasa Sundanya makin asing di telinga. Ini harus jadi evaluasi bersama,” ujarnya.

Pagelaran wayang golek juga memiliki kebutuhan teknis yang cukup kompleks. Tidak seperti pertunjukan solo modern, pagelaran ini memerlukan gamelan lengkap dan tim pengiring, menjadikannya seni pertunjukan yang padat karya.

Baca Juga:  Persaingan Usaha Tinggi, Ledia Hanifa Dorong Kreativitas Pelaku Ekraf Lewat Pelatihan Public Speaking

Karena itu, Ledia mendorong peran aktif lembaga pemerintah dan komunitas kreatif untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi yang efektif.

“Anak muda yang suka bikin konten bisa diarahkan untuk mengangkat budaya lokal. Budaya kita harus jadi konten utama, jangan sampai kalah oleh tren asing yang terus mengalir,” tegasnya.

Acara “Semarak Budaya” menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali kecintaan terhadap wayang golek dan mengajak publik, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan akar budaya mereka di tengah arus globalisasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ledia Hanifa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.