Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Jumat, 16 Oktober 2026 19:30 WIB

Kabar Duka! Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 19:02 WIB

3 Wakil Indonesia Berburu Semifinal Denmark Open 2026, Putri KW Hadapi Penguasa China

Jumat, 16 Oktober 2026 18:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka
  • Kabar Duka! Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
  • 3 Wakil Indonesia Berburu Semifinal Denmark Open 2026, Putri KW Hadapi Penguasa China
  • Agnez Mo Jadi Artis Indonesia Pertama yang Punya Patung Lilin di Madame Tussauds Hollywood
  • Viral Petugas SPBU Menangis di Depan I Wayan Koster: Saya Bukan Robot, Pak!
  • 6 Batagor Legendaris di Bandung yang Wajib Dicoba, Cocok Jadi Oleh-Oleh Khas Kota Kembang
  • Kisah Pemuda Kebumen Wakafkan Hidupnya untuk Mengajar Ngaji Para Lansia di Pelosok
  • Luciano Guaycochea Comeback, Persib Punya Amunisi Baru Jelang Duel Panas Lawan Persik!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 16 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Revisi UU Sisdiknas hingga Sistem Zonasi PPDB Jadi Konsen Komisi X DPR RI

By Putra JuangRabu, 18 Desember 2024 18:30 WIB3 Mins Read
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amalia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amalia menyatakan, ada beberapa isu yang menjadi konsen Komisi X DPR RI Periode 2024-2029 yang membidangi pendidikan, olahraga, dan riset dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Salah satunya pihaknya tengah menyiapkan Revisi Undang-Undang (RUU) tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang rencananya akan digabungkan dengan Undang-undang Pendidikan Tinggi dan Undang-Undang Guru dan Dosen.

“Ada beberapa isu yang cukup banyak yang harus kita perbaiki terkait dengan bagaimana pengelolaan pendidikan dasar dan menengah, pendidikan tinggi, bagaimana juga perlindungan terhadap dosen dan guru, bagaimana tentang kesejahteraan, bagaimana tentang standar, dan juga karena perkembangan teknologi juga banyak,” kata Ledia di Kota Bandung, Rabu (18/12/2024).

Termasuk juga di dalamnya ada tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, semua hal tersebut perlu adanya penyesuaian-penyesuaian ulang.

“Terus kemudian juga bagaimana kita memaksa anak-anak Indonesia untuk bisa dapat pendidikan yang lebih baik, bagaimana pendidikan di Indonesia bisa merata dan berkualitas. Itu jadi bagian yang jadi konsen Komisi X,” ungkapnya.

Baca Juga:  Catat! Ini Jadwal dan Syarat PPDB 2024 Jenjang SMP Kabupaten Bandung

Selain itu, adanya perubahan struktur kementerian yang mengelola pendidikan dasar dan menengah dan juga pendidikan tingginya juga menjadi hal yang tak luput dari pembahasan. Sebab menurutnya, hal itu akan berpengaruh terkait dengan anggaran.

“Tentang anggarannya, apa yang perlu ditambah, kemudian juga soal pembiayaan pendidikan. Pembiayaan pendidikan kita masih lebih kepada sebagian besar karena daya beli masyarakat itu kurang, maka kemudian kita dorong untuk memastikan agar masyarakat bisa menempuh pendidikan dasar dan menengah, memenuhi kewajib belajarnya, dan kemudian menambah lagi dengan pendidikan tingginya,” tuturnya.

Ledia mengatakan, pihaknya ingin melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, provinsi maupun kabupaten/kota agar semua kewenangan yang dimiliki itu dan kewajibannya bisa dipenuhi.

“Sehingga 20 persen anggaran pendidikan di APBN dan APBD menjadi terpenuhi sebenarnya. Jadi ini jadi hal yang jadi konsen Komisi X,” ujarnya.

Kemudian berkaitan dengan kepemudaan, kata Ledia, bahwa saat ini generasi yang tumbuh semakin berbeda. Meski begitu, pihaknya masih mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) gar menjadikan pemuda itu sebagai pengarusutamaan di dalam pembangunan.

Baca Juga:  Bey Machmudin: UDM Indramayu Harus Lahirkan Generasi Berakhlak dan Berkualitas

“Karena yang pernah muda alias yang tua-tua kan nanti juga akan berlalu, pasti harus ada anak-anak muda dan itu perlu dipersiapkan, dipastikan dari sisi pendidikannya sampai kemudian juga bagaimana mereka bisa membangun bangsa ini, berkontribusi pada bangsa ini,” katanya.

Selanjutnya terkait dengan isu tahunan yakni sistem PPDB zonasi, Ledia mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu pembahasan internal dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah.

“Mudah-mudahan Januari ini ada penjelasan,” sebutnya.

Ledia memandang bahwa sistem zonasi PPDB ini menjadi isu tahunan yang selalu berulang.

“Itu kan sebenarnya mengulang yang dulu. Seperti diberhentikan terus diberlakukan lagi gitu. Karena itu kan ribut terus kita masalah zonasi apalagi tadi seperti yang kita bahas juga blank spot tuh Kota Bandung aja sendiri ada 12 kecamatan,” jelasnya.

Ledia mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus dalam pemerataan pendidikan. Dimana setiap sekolah harus memiliki kualitas yang rata, prestasinya juga merata, serta budaya belajarnya juga sama.

Baca Juga:  Pengangguran Tinggi, Pendidikan Darurat: Krisis Ganda Menghantui Jawa Barat

“Nah itu yang belum ada. Sehingga jadi tidak adil kalau diberlakukan zonasi. Ada yang bisa dengan mudah selalu dapat, ada yang tidak bisa sama sekali,” ungkapnya.

“Ini jadi catatan kami kepada kementerian yang memang itu harus direvisi. Saat ini sedang dalam pembahasan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, itu untuk nanti penataannya zonasi di 2025,” tambahnya.

Terkait dengan kasus perundungan atau bullying, kata Ledia, bahwa hal ini menjadi persoalan bersama baik itu orang tua maupun guru di sekolah.

“Semua harus punya kesadaran untuk melakukan bimbingan kepada anak-anak. Orang tua harus mendampingi dan memberikan contoh bagaimana mereka bisa berperilaku dengan lebih baik dan tidak melakukan perundungan pada orang lain,” imbuhnya.

“Sehingga itu kan menjadi membangun sebuah kesadaran yang harusnya mereka tahu bahwa manusia itu punya kelebihan yang masing-masing,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ledia Hanifa Pendidikan PPDB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Viral Petugas SPBU Menangis di Depan I Wayan Koster: Saya Bukan Robot, Pak!

Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen PIK 2

Nasib Tragis Pria di Bandung, Mengaku Ditipu Rekan Bisnis Puluhan Juta lalu Dibuang di Cimenyan

Kecelakaan Maut di Bandung, Pria Tanpa Identitas Tewas di Jalan Soekarno-Hatta

Dugaan Kekerasan Seksual Libatkan Dosen, Satgas P2KS UIN Bandung Buka Suara

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.