bukamata.id – Laga lanjutan AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 antara FC Seoul kontra Persib Bandung di Seoul World Cup Stadium, Rabu (16/9/2026), meninggalkan cerita unik sekaligus kontroversial. Seorang pendukung klub asal Korea Selatan mengaku menjadi korban “kerusuhan” bahasa yang dilakukan oleh oknum suporter Maung Bandung.
Pengalaman kurang menyenangkan tersebut dibagikan langsung oleh sang suporter melalui akun Instagram pribadinya, @forevermanofcypark_, usai menyaksikan tim kesayangannya takluk 0-1 lewat gol cepat Julio Cesar pada menit kelima.
Kisah bermula saat suporter berbandana merah itu mendatangi tribun tim tamu dengan niat baik untuk bertukar atribut seperti syal dan jersey, sebuah tradisi lazim di ajang antarklub Asia. Suasana awalnya tampak cair dan penuh keakraban ketika sejumlah Bobotoh meminta swafoto bersamanya.
“Saya mengambil beberapa foto bersama fans Bandung. Saya pikir saya menekan tombol kamera sekitar 50 kali hari itu,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Namun, situasi berubah ketika sekelompok suporter Persib mulai meneriakkan sebuah chant. Lantaran mendengar kata yang mirip dengan aktivitas mereka sebelumnya, pria tersebut mengira yel-yel itu berarti “FC Seoul photo” dan ikut bernyanyi tanpa curiga sedikit pun. Ia bahkan sempat menganggap momen di perjalanan pulang itu sebagai sebuah lelucon yang lucu.
Baru Sadar Arti Sebenarnya Setibanya di Rumah
Gelak tawa suporter tersebut seketika berubah menjadi rasa kecewa setibanya di kediamannya. Rasa penasaran membawanya mencari arti kata yang diteriakkan oleh para Bobotoh di internet. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa frasa tersebut memiliki konotasi negatif dan makna kasar dalam terjemahan bahasa Korea.
“Saya merasa tidak senang dengan fans Bandung setelah menyadarinya,” ungkapnya blak-blakan.
Meski demikian, ia bersikap objektif dan menegaskan bahwa insiden memalukan ini tidak merepresentasikan seluruh basis suporter Persib secara keseluruhan.
“Tidak semua fans Bandung adalah masalah,” imbuhnya.
Kendati demikian, ia menyayangkan tindakan oknum tersebut karena dinilai dapat merusak citra positif suporter Indonesia di kancah internasional, terutama bagi orang asing yang tidak memahami konteks bahasa lokal.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pemilik akun meminta pihak-pihak yang terlibat untuk segera menyampaikan permintaan maaf serta menghapus seluruh konten video yang merekam insiden tersebut dari media sosial.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









