Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Striker Biasa! Aymen Hussein Masuk Radar Persib Bandung 2026/2027

Kamis, 30 April 2026 11:57 WIB

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kamis, 30 April 2026 10:59 WIB

Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein, Sahabat Frans Putros Siap Merapat?

Kamis, 30 April 2026 10:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Striker Biasa! Aymen Hussein Masuk Radar Persib Bandung 2026/2027
  • Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein, Sahabat Frans Putros Siap Merapat?
  • Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah
  • Persaingan Juara Memanas! Persib Wajib Putus Tren Imbang di Kandang Bhayangkara FC
  • Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi
  • Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang
  • Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kemensos Fokus Tanggulangi Kemiskinan dengan Data Terpadu dan Sinergi Antar Lembaga

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 13 November 2024 14:00 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Sosial (Kemensos) RI menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antara berbagai lembaga untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menjelaskan, koordinasi yang dimaksud melibatkan Kemensos, pemerintah provinsi dan daerah, serta kementerian dan lembaga lainnya.

Saifullah mengungkapkan bahwa langkah pertama yang sedang dilakukan adalah konsolidasi data oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Nantinya, data tersebut menjadi referensi tunggal untuk semua pihak yang terlibat dalam program-program pengentasan kemiskinan.

“Data ini akan menjadi pedoman dalam mengintervensi program bantuan sosial, jaminan sosial, serta rehabilitasi dan pemberdayaan. Program-program ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk gradiasi, yaitu keluar dari ketergantungan pada bantuan sosial dan menjadi mandiri,” kata Saifullah usai acara Dialog Gus Mensos Bersama Pilar-Pilar Sosial di Masjid Pusdai Kota Bandung, Rabu (13/11/2024).

Baca Juga:  Permudah Masyarakat Peroleh Data, EDJ Barhasil Pangkas Waktu Tunggu Jadi 3 Hari

Saifullah mengatakan bahwa target jangka panjang untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia adalah mengurangi kemiskinan ekstrem hingga 0 persen dalam waktu dua tahun.

“Dan menurunkan angka kemiskinan umum yang saat ini berada di angka 9 persen, menjadi di bawah 6 persen pada tahun 2029,” ujarnya.

Adapun mengenai program bantuan sosial (bansos), kata Saifullah, bahwa pemerintah akan melakukan penyaluran bansos triwulan keempat pada akhir tahun 2024.

“Intervensi yang diberikan akan berdasarkan data yang telah dikonsolidasi, dengan fokus pada penerima manfaat yang tepat sasaran,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sekda Herman Siapkan Tiga Strategi Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Jabar

Saifullah menuebut, program bansos ini akan mencakup bantuan tunai yang langsung disalurkan ke rekening penerima manfaat melalui Himbara atau PT Pos, sesuai dengan keputusan yang diambil oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait penundaan penyaluran yang berhubungan dengan Pilkada.

“Bantuan sosial yang akan disalurkan meliputi bantuan pangan, pendidikan, ibu hamil, lansia, dan lainnya. Semua itu akan disesuaikan dengan arahan Mendagri,” ungkapnya.

Salah satu fokus utama Kemensos adalah mendorong para penerima bantuan sosial agar bisa mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan.

Melalui pendampingan dari kementerian terkait seperti Kementerian Koperasi dan UKM, para penerima manfaat yang sudah mengalami gradiasi akan diarahkan untuk mengakses pemberdayaan, misalnya melalui bantuan modal usaha atau alat produksi, guna meningkatkan kesejahteraan mereka secara jangka panjang.

Baca Juga:  Pencairan PKH dan BPNT Tahap 3 2025 Resmi Dimulai, Saldo Mulai Masuk ke KPM

“Pemberdayaan akan terus dilakukan, termasuk melalui pendampingan. Kami ingin agar masyarakat yang sudah tidak bergantung pada bansos, tetapi mulai beralih ke pemberdayaan ekonomi, seperti usaha mikro dan UMKM,” terangnya.

Pemerintah, melalui sinergi ini, berharap dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama yang solid antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah serta peran aktif masyarakat dalam proses ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

data Kemensos kemiskinan Saifullah Yusuf
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.