bukamata.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI turut menanggapi rencana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang akan merelokasi masyarakat Palestina dari tanah Gaza dan meminta Mesir dan Yordania untuk menerima lebih banyak warga.
Kemlu RI dengan tegas menyampaikan penolakan atas upaya relokasi paksa warga Palestina.
“Indonesia dengan tegas menolak segala upaya untuk secara paksa merelokasi warga Palestina atau mengubah komposisi demografis Wilayah Pendudukan Palestina,” tulis Kemlu RI dalam akun X resminya, dikutip Kamis (6/2/2025).
Kemlu RI menilai, Palestina seharusnya menjadi negara yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
“Tindakan semacam itu menghambat terwujudnya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat sebagaimana dicita-citakan oleh Solusi Dua Negara berdasarkan perbatasan 1967,” imbuhnya.
Selain itu, Indonesia menyerukan kepada komunitas internasional untuk memastikan penghormatan terhadap hukum internasional. khususnya hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri serta hak mendasar untuk kembali ke tanah air mereka.
“Indonesia kembali menegaskan bahwa satu-satunya jalan layak menuju perdamaian abadi di kawasan adalah dengan menyelesaikan akar penyebab konflik, pendudukan ilegal dan berkepanjangan oleh Israel atas wilayah Palestina,” katanya.
Untuk diketahui, Presiden AS, Donald Trump berencana akan merelokasi masyarakat Gaza dan meminta Mesir dan Yordania untuk menerima lebih banyak warga.
“Saya akan meminta Yordania dan meminta Mesir mengambil langkah dan melihat hal-hal yang tidak terealisasi dengan baik di Gaza, tidak pernah terealisasi,” ujar Trump dikutip Aljazeera.
Trump juga menyampaikan pandangannya bahwa warga Palestina hanya perlu beberapa area untuk bisa ditinggali dan itu tidak harus di Gaza.
“Saya punya pandangan yang berbeda dengan Gaza dari sebagian besar orang. Saya kira mereka (masyarakat Gaza) hanya perlu mendapatkan sejengkal tanah yang indah. Lalu, kita mendapat beberapa orang untuk menyumbang uang dan membangun Gaza menjadi lebih baik, bisa ditinggali, dan dinikmati,” tuturnya.
Trump bahkan berpendapat masyarakat Gaza lebih baik menjalani hidup di tempat lain dibandingkan dengan memulai lagi kehidupan di Gaza.
“Saya tidak tahu mengapa mereka (masyarakat Gaza) harus merasa perlu untuk menetap, ini adalah tempat hancur lebur,” ujarnya.
“Kalau kita bisa menemukan sebagian tanah atau beberapa tanah dan mendirikan bangunan di tempat yang baik dengan tentunya banyak uang di area tersebut, saya rasa itu akan jauh lebih baik dari pada mereka kembali ke Gaza,” tambahnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











