Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Erick Thohir Buka Opsi Baru! Timnas Indonesia Bisa Hadapi Lawan di Luar Jazirah Arab

Selasa, 13 Oktober 2026 18:42 WIB

Sasar Mahasiswa Jabar, inDrive Rampungkan Edukasi Keselamatan Berkendara ‘Drive Your Future Phase 2’

Selasa, 13 Oktober 2026 18:21 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Selasa, 13 Oktober 2026 18:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Erick Thohir Buka Opsi Baru! Timnas Indonesia Bisa Hadapi Lawan di Luar Jazirah Arab
  • Sasar Mahasiswa Jabar, inDrive Rampungkan Edukasi Keselamatan Berkendara ‘Drive Your Future Phase 2’
  • BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker
  • Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama
  • Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol
  • Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian
  • Diprotes Ulama, Turnamen Domino di Kota Tasikmalaya Batal Dihelat
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gedung Sate dan Gasibu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terpadu Ikonik Jawa Barat

By SusanaMinggu, 12 April 2026 16:45 WIB2 Mins Read
Gedung Sate. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menggagas penataan ulang kawasan strategis yang mencakup Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu.

Ketiga area tersebut akan dikembangkan menjadi satu kesatuan ruang publik terintegrasi yang merepresentasikan identitas pusat pemerintahan sekaligus ikon budaya Jawa Barat.

Rencana penataan ini dijadwalkan berlangsung pada 8 April 2026 hingga 6 Agustus 2026 dengan fokus utama pada penguatan fungsi kawasan sebagai ruang terbuka publik yang modern, inklusif, dan tetap berakar pada nilai budaya lokal.

Mengembalikan Sumbu Ikonik Gedung Sate–Gasibu

Berdasarkan data dari Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat, konsep penataan ini mengembalikan poros utama Gedung Sate–Jalan Diponegoro–Gasibu sebagai sumbu monumental yang mencerminkan identitas pemerintahan daerah.

Kawasan tersebut dirancang sebagai representasi “center point” Jawa Barat dengan total cakupan penataan mencapai 14.642 meter persegi dan panjang koridor sekitar 97 hingga 144 meter.

Didesain Jadi Ruang Publik Terintegrasi

Selain aspek simbolik, penataan juga menitikberatkan pada fungsi ruang publik. Pemerintah berencana memperkuat desain kawasan melalui pembaruan pedestrian, akses pejalan kaki, serta pengembangan elemen ruang terbuka yang lebih nyaman.

Kawasan ini nantinya diharapkan menjadi ruang yang tidak hanya terhubung secara fisik, tetapi juga merepresentasikan nilai budaya Sunda dalam satu kesatuan desain urban yang harmonis.

Ruang Publik Ramah Pejalan Kaki

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mendorong integrasi antara halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu agar tercipta ruang terbuka publik yang lebih ramah bagi masyarakat.

Dengan konsep ini, kawasan diharapkan menjadi lebih mudah diakses, nyaman, dan mampu menarik masyarakat untuk beraktivitas di ruang publik yang tertata dengan baik.

Simbol Pemerintahan dan Aktivitas Publik

Gedung Sate selama ini dikenal sebagai kantor pusat pemerintahan sekaligus simbol administratif Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, Lapangan Gasibu menjadi ruang publik yang kerap digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Melalui penataan ini, pemerintah berharap fungsi administratif dan aktivitas publik dapat berjalan berdampingan dalam satu kawasan terpadu yang lebih representatif.

Komitmen Penguatan Identitas Kawasan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat fungsi kawasan Gedung Sate sebagai pusat kegiatan pemerintahan sekaligus ruang interaksi publik.

Dengan integrasi ini, kawasan diharapkan menjadi ikon baru tata ruang perkotaan Bandung yang modern namun tetap mempertahankan nilai sejarah dan budaya daerah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Diprotes Ulama, Turnamen Domino di Kota Tasikmalaya Batal Dihelat

Ilustrasi video syur

Sakit Hati Usai Cerai, Pria Garut Nekat Sebar Video Syur Mantan Istri di Media Sosial

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.