Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Senin, 16 Maret 2026 01:00 WIB
Persib Bandung

Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League

Minggu, 15 Maret 2026 22:48 WIB

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

Minggu, 15 Maret 2026 21:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Keracunan Makanan di Cianjur: Dua Jenis Bakteri Ditemukan dalam Sampel MBG

By Aga GustianaSenin, 5 Mei 2025 15:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi peneltian Lab. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penyelidikan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mulai menunjukkan titik terang. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan, muntahan korban, dan wadah makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya kontaminasi dua jenis bakteri berbahaya.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, menyatakan bahwa hasil pengujian laboratorium dari Provinsi Jawa Barat telah diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bakteri Staphylococcus sp ditemukan pada bawang goreng yang menjadi bagian dari paket makanan MBG, sementara muntahan siswa mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli).

“Kami sudah menerima hasilnya. Ditemukan dua jenis bakteri pada sampel makanan dan muntahan, yakni Staphylococcus sp serta Escherichia coli,” ujar Tono, Senin (5/5/2025).

Lebih mengkhawatirkan lagi, kedua bakteri tersebut juga ditemukan pada wadah makanan (ompreng plastik) yang digunakan dalam distribusi makanan MBG. Bahkan, pengujian pada ompreng menunjukkan adanya bakteri ketiga, yaitu Salmonella.

Bahaya di Balik Kontaminasi

  • E. coli secara alami memang hidup di usus manusia dan hewan, namun beberapa strain berbahaya—seperti E. coli O157:H7—dapat menyebabkan keracunan makanan serius jika tertelan dari makanan atau air yang terkontaminasi.
  • Staphylococcus sp, khususnya Staphylococcus aureus, berasal dari kulit dan saluran pernapasan atas manusia, dan bisa mencemari makanan bila ditangani dengan buruk. Bakteri ini menghasilkan racun yang tahan panas dan menyebabkan gejala seperti mual dan muntah dalam waktu singkat.
  • Salmonella, juga berbahaya, umumnya ditemukan pada makanan yang tidak dimasak sempurna atau terkontaminasi, dan dapat menimbulkan demam, diare, serta kram perut.
Baca Juga:  Menu MBG Kelapa Utuh Jadi Sorotan: Siswa Dapat Makanan Bergizi Plus Bonus Angkat Beban

Tono menambahkan bahwa pihaknya akan berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk memastikan sejauh mana peran bakteri tersebut dalam insiden keracunan ini.

“Kami akan minta keterangan dari ahli untuk memastikan apakah bakteri itu penyebab utama keracunan, atau ada faktor lain,” ujarnya.

Baca Juga:  BGN Perketat Eksekusi MBG Nasional, Semua Dapur Wajib Terapkan SOP Gizi dan Higienitas

Penyelidikan Masih Berlanjut

Kapolres Cianjur, AKBP Rohman Yonky Dilatha, juga menegaskan bahwa pihak kepolisian masih dalam tahap pendalaman kasus dan belum menarik kesimpulan final terkait penyebab keracunan.

“Masih perlu pemeriksaan lebih lanjut dari ahli dan laboratorium. Kita ingin memastikan penyebab keracunan secara akurat,” katanya.

Baca Juga:  BGN Bakal Investigasi Kasus Keracunan Massal MBG di Bandung dan Tasikmalaya

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis. Program ini sejatinya bertujuan mendukung gizi pelajar, namun justru berujung insiden kesehatan massal yang kini tengah diselidiki intensif oleh pihak berwenang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Keracunan makanan MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.