bukamata.id – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Insiden terbaru menimpa belasan siswa SMP Bina Karya di Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, pada Selasa (11/11/2025) siang.
Para siswa dilaporkan mengalami mual, sakit perut, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan dari program MBG saat jam istirahat siang. Gejala pertama mulai muncul sekitar pukul 12.00 WIB dan jumlah siswa yang terdampak terus bertambah.
13 Siswa Terdata, 1 Dirujuk ke Rumah Sakit
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Bandung Barat, Edy Saprudin, membenarkan adanya kasus keracunan tersebut.
“Betul, korban keracunan yang sementara dilaporkan ada 13 orang, semuanya siswa SMP Bina Karya,” ujar Edy.
Ia menambahkan, jumlah korban kemungkinan masih bertambah karena beberapa siswa lainnya mulai mengeluhkan gejala serupa.
Tenaga medis dari Puskesmas Ngamprah langsung diterjunkan ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan, observasi, dan tindakan darurat. Hingga sore hari, satu siswa telah dirujuk ke RS Cahya Kawaluyan akibat gejala lebih berat.
Sudah Ada 8 Klaster Keracunan MBG di Bandung Barat
Kasus ini semakin memperpanjang daftar insiden keracunan terkait program MBG di Bandung Barat. Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat delapan klaster keracunan massal terjadi di berbagai wilayah, antara lain:
- Cipongkor: 2 kasus
- Cihampelas: 1 kasus
- Cisarua: 2 kasus
- Padalarang: 1 kasus
- Lembang: 2 kasus
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, total korban keracunan MBG di wilayah tersebut sudah mencapai lebih dari 2.110 orang, terdiri dari pelajar, guru, hingga orang tua murid.
Pemkab KBB Diminta Evaluasi Total Program MBG
Rentetan kasus keracunan membuat pelaksanaan program MBG di Bandung Barat kembali disorot. Publik mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan higienitas makanan, kualitas bahan baku, proses distribusi, serta standar penyajian agar tidak kembali memakan korban.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











