Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Sekali! Jejak Insiden Mobil Travel di Tol Cipularang hingga Pasteur Bandung Kembali Disorot

Minggu, 19 April 2026 19:03 WIB

Run For Humanity 2026 Bandung: 2.750 Pelari Padukan Gaya Hidup Sehat dan Aksi Kemanusiaan

Minggu, 19 April 2026 18:29 WIB

Jadwal Lengkap Piala Thomas dan Uber 2026, Indonesia Hadapi Thailand dan Taiwan

Minggu, 19 April 2026 18:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekali! Jejak Insiden Mobil Travel di Tol Cipularang hingga Pasteur Bandung Kembali Disorot
  • Run For Humanity 2026 Bandung: 2.750 Pelari Padukan Gaya Hidup Sehat dan Aksi Kemanusiaan
  • Jadwal Lengkap Piala Thomas dan Uber 2026, Indonesia Hadapi Thailand dan Taiwan
  • Link Video Syakirah 16 Part Viral, Netizen Ramai Cari di Telegram dan TikTok
  • Shock Transfer! Persib Incar Striker 62 Gol, Ini Dampaknya ke Skuad
  • Siapa Bu Atun? Guru SMAN 1 Purwakarta yang Viral Dilejek Siswa, Ternyata Punya Jasa Luar Biasa di Luar Sekolah!
  • Viral! Ronald Sinaga Sebut Bupati Purwakarta ‘Agak Laen’ Usai Kasus Pengeroyokan Hajatan Warga
  • Link Video Telegram ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Asli? Ini Fakta Mengejutkannya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 19 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Spanyol Tak Gentar Ancaman Embargo Trump, PM Sánchez: Kami Bukan Kaki Tangan Perang!

By Aga GustianaKamis, 5 Maret 2026 14:50 WIB3 Mins Read
Bendera Spanyol. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hubungan transatlantik antara Madrid dan Washington kini berada di titik nadir. Sebuah friksi diplomatik terbuka meletus setelah pemerintah Spanyol secara blak-blakan menepis klaim Gedung Putih yang menyebut mereka telah sepakat untuk menjadi mitra dalam operasi militer AS di Timur Tengah.

Drama ini mencuat setelah juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, melontarkan pernyataan yang seolah memojokkan Spanyol. Leavitt mengklaim bahwa Madrid telah menerima “pesan keras” dari Presiden Donald Trump dan akhirnya bersedia melunak untuk memberikan akses penuh. Namun, narasi itu langsung dipatahkan oleh otoritas Spanyol dalam hitungan jam.

Bantahan Keras dari Madrid

Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, tampil ke publik untuk mengklarifikasi posisi negaranya. Dalam wawancara eksklusif dengan Cadena Ser, Albares menegaskan bahwa tidak ada perubahan kebijakan sedikit pun terkait keterlibatan militer.

“Saya menyanggah pernyataan tersebut. Posisi pemerintah Spanyol terkait perang di Timur Tengah, pemboman terhadap Iran, dan penggunaan pangkalan militer kami tidak berubah sedikit pun,” ungkap Albares dengan nada tegas.

Baca Juga:  Final Euro 2024: Spanyol Menang Dramatis atas Inggris

Pernyataan ini seolah menjadi tamparan balik bagi klaim sepihak Washington yang mencoba menggambarkan Spanyol sebagai sekutu yang patuh.

Ancaman Embargo dan Tekanan Donald Trump

Di balik layar, situasi sebenarnya jauh lebih panas. Presiden Donald Trump dilaporkan menggunakan taktik tekanan ekonomi dengan melontarkan ancaman embargo perdagangan total terhadap Spanyol. Ketegangan ini berakar pada keputusan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, yang melarang penggunaan pangkalan militer Rota dan Morón untuk misi yang dianggap tidak sejalan dengan piagam PBB.

Sánchez, dalam pidato nasionalnya, dengan tegas menolak posisi Spanyol sebagai “alat” bagi operasi militer yang dinilai berisiko memicu bencana kemanusiaan global. Ia menegaskan kedaulatan negaranya tidak bisa dikompromikan oleh intimidasi ekonomi.

Menanggapi penolakan tersebut, Trump memilih jalur konfrontatif dengan menyiratkan bahwa Washington bisa saja melakukan intervensi sepihak tanpa restu Madrid. “Kita bisa terbang ke sana dan menggunakannya jika kita mau. Tidak ada yang akan melarang kita, tapi kita tidak harus melakukannya,” ujar Trump.

Baca Juga:  Tiga Rumah Sakit Iran Diserang, Ketegangan dengan Israel Semakin Meningkat

Ketahanan Ekonomi Spanyol di Tengah Tekanan

Ancaman embargo perdagangan dari Gedung Putih, yang disuarakan melalui Menkeu AS Scott Bessent, kini menjadi pusat perhatian Uni Eropa. Namun, Brussel menanggapi hal ini dengan kalkulasi matang. Karena Spanyol adalah anggota blok Uni Eropa, negosiasi perdagangan tidak bisa dilakukan secara bilateral oleh AS, melainkan harus melibatkan seluruh negara anggota.

Secara ekonomi, Spanyol sebenarnya memiliki posisi tawar yang cukup kuat. Ekspor strategis mereka ke Amerika Serikat—mulai dari sektor farmasi, minyak zaitun, hingga komoditas gas olahan—memiliki nilai sekitar 16 miliar euro. Bank Sentral Spanyol pun optimis bahwa ekonomi domestik mereka memiliki daya tahan (resiliensi) yang cukup untuk menghadapi potensi tarif tinggi.

Bagi Sánchez, ini bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan soal prinsip moral. Dengan sikap progresif yang selama ini ia usung, ia merangkum posisi negaranya dalam kalimat yang cukup ikonik: “Katakan tidak pada perang.”

Baca Juga:  Israel Larang Peliputan Lokasi Serangan Iran: Siapa Pun yang Membocorkan Akan Diburu

Mengapa Hubungan Kedua Negara Memburuk?

Ketegangan saat ini bukanlah fenomena sesaat. Relasi antara Madrid dan Washington memang sudah lama mengalami keretakan, terutama dipicu oleh perbedaan pandangan yang tajam terkait:

  1. Konflik Gaza: Pedro Sánchez telah menjadi salah satu kritikus paling vokal di Eropa terhadap operasi militer Israel.
  2. Anggaran NATO: Keputusan Spanyol untuk menarik diri dari komitmen peningkatan anggaran pertahanan hingga 5% dari PDB menjadi pemicu kemarahan Trump.
  3. Kedaulatan Pangkalan Militer: Madrid bersikeras bahwa pangkalan Rota dan Morón harus memiliki legitimasi internasional yang jelas, untuk menghindari keterlibatan dalam konflik yang dianggap “gelap” seperti yang pernah dialami di Irak atau Afganistan.

Untuk saat ini, bola panas berada di tangan Washington. Apakah Trump akan benar-benar merealisasikan ancaman ekonominya, atau memilih langkah diplomatik yang lebih beradab? Dunia sedang menunggu langkah Madrid selanjutnya dalam mempertahankan kedaulatannya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Donald Trump Hubungan Internasional Konflik Timur Tengah Pedro Sanchez Politik Global Spanyol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Sekali! Jejak Insiden Mobil Travel di Tol Cipularang hingga Pasteur Bandung Kembali Disorot

Run For Humanity 2026 Bandung: 2.750 Pelari Padukan Gaya Hidup Sehat dan Aksi Kemanusiaan

Siapa Bu Atun? Guru SMAN 1 Purwakarta yang Viral Dilejek Siswa, Ternyata Punya Jasa Luar Biasa di Luar Sekolah!

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Viral! Ronald Sinaga Sebut Bupati Purwakarta ‘Agak Laen’ Usai Kasus Pengeroyokan Hajatan Warga

Bukan Sekadar Hujan! Inilah ‘Biang Kerok’ Banjir Bandung Selatan yang Terungkap

Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Revitalisasi Gedung Sate, Tegaskan Bukan Bangun Ulang

Terpopuler
  • Ole Romeny
    Rumor Transfer Persib: Skenario Gila Datangkan Ole Romeny dan Lepas Eliano ke Eropa
  • Rumor Transfer Persib: Antara Ronald Koeman Jr yang Dilirik Raksasa Belanda dan Kode Keras untuk Kadu
  • Viral! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi No Sensor dari Kebun Sawit ke Dapur
  • Shock Transfer! Persib Incar Striker 62 Gol, Ini Dampaknya ke Skuad
  • Diusir Secara Hukum, Dicintai Secara Nurani: Tragedi Dr. Badjora yang Mengguncang Padangsidimpuan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.