Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ogah Pikirkan Pemulihan Nama Baik Pasca-SP3, Erwin Pilih Pasrahkan Derajatnya pada Ketetapan Allah

Kamis, 4 Juni 2026 12:35 WIB

Pasca-SP3 Kejari Bandung: Erwin Akui Tetap Kerja Senyap dan Langsung Sowan ke Pimpinan Pesantren

Kamis, 4 Juni 2026 12:32 WIB

Kasus Korupsinya Disetop, Erwin Apresiasi Kejari Bandung hingga Siap Gas Pol Lagi

Kamis, 4 Juni 2026 12:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ogah Pikirkan Pemulihan Nama Baik Pasca-SP3, Erwin Pilih Pasrahkan Derajatnya pada Ketetapan Allah
  • Pasca-SP3 Kejari Bandung: Erwin Akui Tetap Kerja Senyap dan Langsung Sowan ke Pimpinan Pesantren
  • Kasus Korupsinya Disetop, Erwin Apresiasi Kejari Bandung hingga Siap Gas Pol Lagi
  • Satu Bintang Resmi Pergi, Ini 7 Pemain Persib yang Santer Dikabarkan Bakal Menyusul Hengkang!
  • Rupiah Tembus Batas Psikologis Rp18.000 per Dolar AS, Sinyal Waspada Bagi Ekonomi Nasional
  • Video Cut Syifa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Kurs Rupiah Anjlok ke Rp18.020 per Dolar AS, Pasar Keuangan Beri Sinyal Bahaya?
  • Bukan Matematika! Ini Pelajaran ‘Aneh’ di Pedalaman Papua yang Bikin Netizen Menangis Haru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 4 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Spanyol Tak Gentar Ancaman Embargo Trump, PM Sánchez: Kami Bukan Kaki Tangan Perang!

By Aga GustianaKamis, 5 Maret 2026 14:50 WIB3 Mins Read
Bendera Spanyol. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hubungan transatlantik antara Madrid dan Washington kini berada di titik nadir. Sebuah friksi diplomatik terbuka meletus setelah pemerintah Spanyol secara blak-blakan menepis klaim Gedung Putih yang menyebut mereka telah sepakat untuk menjadi mitra dalam operasi militer AS di Timur Tengah.

Drama ini mencuat setelah juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, melontarkan pernyataan yang seolah memojokkan Spanyol. Leavitt mengklaim bahwa Madrid telah menerima “pesan keras” dari Presiden Donald Trump dan akhirnya bersedia melunak untuk memberikan akses penuh. Namun, narasi itu langsung dipatahkan oleh otoritas Spanyol dalam hitungan jam.

Bantahan Keras dari Madrid

Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, tampil ke publik untuk mengklarifikasi posisi negaranya. Dalam wawancara eksklusif dengan Cadena Ser, Albares menegaskan bahwa tidak ada perubahan kebijakan sedikit pun terkait keterlibatan militer.

“Saya menyanggah pernyataan tersebut. Posisi pemerintah Spanyol terkait perang di Timur Tengah, pemboman terhadap Iran, dan penggunaan pangkalan militer kami tidak berubah sedikit pun,” ungkap Albares dengan nada tegas.

Baca Juga:  Catat! Jadwal Final Euro 2024: Spanyol Vs Inggris

Pernyataan ini seolah menjadi tamparan balik bagi klaim sepihak Washington yang mencoba menggambarkan Spanyol sebagai sekutu yang patuh.

Ancaman Embargo dan Tekanan Donald Trump

Di balik layar, situasi sebenarnya jauh lebih panas. Presiden Donald Trump dilaporkan menggunakan taktik tekanan ekonomi dengan melontarkan ancaman embargo perdagangan total terhadap Spanyol. Ketegangan ini berakar pada keputusan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, yang melarang penggunaan pangkalan militer Rota dan Morón untuk misi yang dianggap tidak sejalan dengan piagam PBB.

Sánchez, dalam pidato nasionalnya, dengan tegas menolak posisi Spanyol sebagai “alat” bagi operasi militer yang dinilai berisiko memicu bencana kemanusiaan global. Ia menegaskan kedaulatan negaranya tidak bisa dikompromikan oleh intimidasi ekonomi.

Menanggapi penolakan tersebut, Trump memilih jalur konfrontatif dengan menyiratkan bahwa Washington bisa saja melakukan intervensi sepihak tanpa restu Madrid. “Kita bisa terbang ke sana dan menggunakannya jika kita mau. Tidak ada yang akan melarang kita, tapi kita tidak harus melakukannya,” ujar Trump.

Baca Juga:  Iran Nyatakan Siap Perang Panjang dengan Israel: Dunia Akan Lihat Inovasi Kami di Medan Tempur

Ketahanan Ekonomi Spanyol di Tengah Tekanan

Ancaman embargo perdagangan dari Gedung Putih, yang disuarakan melalui Menkeu AS Scott Bessent, kini menjadi pusat perhatian Uni Eropa. Namun, Brussel menanggapi hal ini dengan kalkulasi matang. Karena Spanyol adalah anggota blok Uni Eropa, negosiasi perdagangan tidak bisa dilakukan secara bilateral oleh AS, melainkan harus melibatkan seluruh negara anggota.

Secara ekonomi, Spanyol sebenarnya memiliki posisi tawar yang cukup kuat. Ekspor strategis mereka ke Amerika Serikat—mulai dari sektor farmasi, minyak zaitun, hingga komoditas gas olahan—memiliki nilai sekitar 16 miliar euro. Bank Sentral Spanyol pun optimis bahwa ekonomi domestik mereka memiliki daya tahan (resiliensi) yang cukup untuk menghadapi potensi tarif tinggi.

Bagi Sánchez, ini bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan soal prinsip moral. Dengan sikap progresif yang selama ini ia usung, ia merangkum posisi negaranya dalam kalimat yang cukup ikonik: “Katakan tidak pada perang.”

Baca Juga:  Amelinda Blaire, Selebgram Cantik Jagokan Inggris dan Spanyol di Euro 2024

Mengapa Hubungan Kedua Negara Memburuk?

Ketegangan saat ini bukanlah fenomena sesaat. Relasi antara Madrid dan Washington memang sudah lama mengalami keretakan, terutama dipicu oleh perbedaan pandangan yang tajam terkait:

  1. Konflik Gaza: Pedro Sánchez telah menjadi salah satu kritikus paling vokal di Eropa terhadap operasi militer Israel.
  2. Anggaran NATO: Keputusan Spanyol untuk menarik diri dari komitmen peningkatan anggaran pertahanan hingga 5% dari PDB menjadi pemicu kemarahan Trump.
  3. Kedaulatan Pangkalan Militer: Madrid bersikeras bahwa pangkalan Rota dan Morón harus memiliki legitimasi internasional yang jelas, untuk menghindari keterlibatan dalam konflik yang dianggap “gelap” seperti yang pernah dialami di Irak atau Afganistan.

Untuk saat ini, bola panas berada di tangan Washington. Apakah Trump akan benar-benar merealisasikan ancaman ekonominya, atau memilih langkah diplomatik yang lebih beradab? Dunia sedang menunggu langkah Madrid selanjutnya dalam mempertahankan kedaulatannya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Donald Trump Hubungan Internasional Konflik Timur Tengah Pedro Sanchez Politik Global Spanyol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ogah Pikirkan Pemulihan Nama Baik Pasca-SP3, Erwin Pilih Pasrahkan Derajatnya pada Ketetapan Allah

Pasca-SP3 Kejari Bandung: Erwin Akui Tetap Kerja Senyap dan Langsung Sowan ke Pimpinan Pesantren

Kasus Korupsinya Disetop, Erwin Apresiasi Kejari Bandung hingga Siap Gas Pol Lagi

Rupiah Tembus Batas Psikologis Rp18.000 per Dolar AS, Sinyal Waspada Bagi Ekonomi Nasional

ilustrasi bansos

Kurs Rupiah Anjlok ke Rp18.020 per Dolar AS, Pasar Keuangan Beri Sinyal Bahaya?

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Dadan Hindayana CS, Mark Up Motor Listrik Rp1 Triliun

Terpopuler
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Rok Hijau Tosca Viral Gegerkan TikTok, Link Asli Bikin Penasaran Warganet
  • Nama Vell Mendadak Trending Lagi, Benarkah Ada Video Viral Berdurasi 10 Menit?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.