Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen

Sabtu, 21 Maret 2026 12:48 WIB

Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal

Sabtu, 21 Maret 2026 12:45 WIB

Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks

Sabtu, 21 Maret 2026 12:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen
  • Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal
  • Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks
  • Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri
  • Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar
  • Wajib Tahu! Ini Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri yang Benar
  • Link Video Ojol Bali 17 Menit! Pakar Ungkap Bahaya Mengerikan yang Mengintai HP Anda
  • Bikin Penasaran, Link Video Ojol Bali 17 Menit Diburu Netizen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kericuhan Demo DPR Disusupi Peran Asing? Begini Kata Pengamat Terorisme

By Aga GustianaRabu, 10 September 2025 08:08 WIB2 Mins Read
Ulta Levenia
Pengamat Terorisme, Ulta Levenia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peneliti dan pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan, menilai bahwa keterlibatan pihak asing dalam kericuhan demonstrasi akhir Agustus lalu sulit dibuktikan secara gamblang.

“Tidak akan ketahuan dan kita sulit untuk menjelaskannya kepada publik,” ujar Ulta saat hadir dalam podcast Deddy Corbuzier, Selasa (9/9/2025).

Ulta menambahkan, kesulitan itu muncul karena permainan pihak asing berjalan sangat kuat. Bahkan jika fakta disampaikan, publik kemungkinan besar akan meragukannya.

“Karena bahkan publik pun mempertanyakan, apa sih, ini memang begini kok [bukan karena andil asing],” jelasnya.

Baca Juga:  Viral, Pria Mengaku Debt Collector Tantang Tarik Kendaraan Milik Aparat: Bukan Soal Kasta!

Strategi Liminal Warfare dalam Demonstrasi

Ia memaparkan bahwa kesulitan menjelaskan keterlibatan asing ini karena mereka bergerak di ranah liminal warfare, yakni strategi di zona abu-abu yang membuat serangan sulit dideteksi.

“Liminal warfare ini di mana mereka menyerang kita itu di zona abu-abu,” tutur Ulta.

Menurut Ulta, tujuan pihak asing dalam kericuhan demonstrasi sebenarnya sudah tercapai. Publik dan pemerintah saling menuding siapa yang bertanggung jawab.

“Kita finger pointing, kita saling tunjuk. Kita pecah, divide at impera itu beda strategi saja gitu loh, sekarang menggunakan media sosial,” ungkapnya.

Baca Juga:  Siapa Salsa Erwina? Sosok yang Menantang Ahmad Sahroni Debat Terbuka

Demonstrasi Awalnya Bersifat Organik

Meski begitu, Ulta menegaskan bahwa demonstrasi awalnya bersifat organik, lahir dari permasalahan yang dirasakan masyarakat. Namun, situasi itu kemudian dimanfaatkan oleh pihak tertentu, termasuk kemungkinan pihak asing sebagaimana disampaikan Hendropriyono.

“Penyusupnya pasti ada ya, memanfaatkan situasi,” katanya.

Kritik terhadap Pemberitaan Majalah Ternama

Ulta juga menyoroti pemberitaan salah satu majalah ternama yang menyimpulkan bahwa kericuhan demonstrasi bukan karena keterlibatan pihak asing.

“Dia punya kesimpulan kayak gini loh, aneh. Jadi bukan antek asing atau pemain luar, apalagi jaringan teroris,” jelasnya.

Baca Juga:  Mengenal Ulta Levenia: Peneliti Terorisme yang Berani Hadapi Konflik Ekstrem

Menurutnya, majalah tersebut salah memahami konteks pernyataan presiden tentang terorisme, yang sempat disinggung oleh Prabowo. Majalah itu menafsirkan terorisme hanya sebagai kelompok radikal berbasis agama, padahal presiden mengartikan terorisme secara lebih luas.

“Yang dimaksud oleh presiden itu, terorisme itu secara general. Teror dalam resolusi UN Security Council Nomor 1566, itu ada 3 indikator utama, adalah criminal acts, nuansa teror, dan intimidasi,” kata Ulta.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Analisis Politik Demonstrasi Agustus Kericuhan Demo Liminal Warfare media sosial Peran Asing terorisme Ulta Levenia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen

Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal

Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks

Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar

Pohon Tumbang di Jalan Bypass Cicalengka, Arus Kendaraan Sempat Macet Panjang

Badai Hujan dan Angin Kencang Terjang Cicalengka, Jalan Tertutup Pohon Tumbang

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Warganet Heboh, Hati-hati Link Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.