bukamata.id – Ketimpangan upah yang semakin tajam antara rakyat dan elite politik kembali mencuat lewat suara dua figur publik, Indah G dan Cinta Laura. Dalam sebuah video singkat untuk audiens internasional, keduanya menyoroti realitas pahit: pekerja masih bertahan dengan gaji rendah, sementara anggota DPR menikmati tunjangan yang dinilai terlalu besar.
“Kami memanggil media internasional, organisasi HAM, dan masyarakat dunia, dan juga kalian netizen global untuk mengawasi, melaporkan, dan menggaungkan apa yang terjadi di Indonesia,” tulis Indah G dalam unggahannya di Instagram, Rabu (3/9/2025).
Ia menegaskan, seluruh donasi yang dikumpulkan dari publik global akan dikelola secara transparan, disertai laporan keuangan dan bukti distribusi bantuan.
Upah Rakyat Rendah, Tunjangan DPR Membengkak
Dalam video tersebut, keduanya memperlihatkan jurang kontras: gaji pekerja yang pas-pasan berhadapan dengan fasilitas wakil rakyat yang justru kian melimpah. Kesenjangan itu mereka anggap sebagai sumber keresahan sosial yang terus memicu kemarahan publik.
“Video ini adalah untuk penonton internasional di luar Indonesia yang bersedia menyisihkan sedikit dolar dan beberapa menit untuk membantu. Negara kami yang memiliki 285 juta orang sedang menghadapi demokrasi yang terancam. Warga sipil meninggal, informasi yang disensor oleh pemerintah, dan kami membutuhkan pertolongan kalian,” kata Cinta Laura.
Indah G menimpali, “Protes telah terjadi di seluruh negeri sejak 25 Agustus, karena kita dikecewakan oleh kondisi sosial, politik, dan ekonomi di negara ini.”
Gelombang Protes dan Tuntutan Rakyat
Kekecewaan atas jurang upah ini ikut melahirkan gelombang demonstrasi di berbagai kota. Publik menuntut pemerintah agar serius memperbaiki kesejahteraan pekerja sekaligus menata ulang kebijakan anggaran bagi pejabat.
“Saat ini, kami sangat membutuhkan dua hal: pengawasan global dan donasi. Dari mana pun kalian berada di dunia, kalian bisa membantu menekan pemerintah kami untuk mengambil tindakan dengan memperluas jangkauan pemberitaan internasional,” seru Indah.
Donasi Internasional untuk Aksi Lapangan
Untuk memperkuat perjuangan rakyat, Indah G membuka donasi global melalui platform Ko-Fi dengan target 5.000 dolar AS atau sekitar Rp81,9 juta. Dana ini rencananya akan disalurkan ke organisasi terpercaya guna menyediakan perlengkapan medis bagi demonstran.
“Donasi sekecil satu dolar bisa sangat berarti bagi kami di lapangan. Anda bisa mengikuti/memantau saya di @itsindahg di Instagram untuk laporan keuangan + bukti donasi dan distribusi bantuan demi transparansi,” jelas Indah.
Dukungan Mengalir
Aksi Indah G dan Cinta Laura menuai dukungan luas. Sutradara Joko Anwar ikut menyebarkan unggahan mereka melalui fitur kolaborasi di Instagram. Publik pun memberi apresiasi, menilai langkah keduanya penting untuk menyoroti jurang sosial-ekonomi yang semakin tajam di Indonesia.
Dari Protes ke Aksi Kolektif: 17+8 Tuntutan Rakyat
Sebelumnya, gelombang perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan ini juga terwujud dalam gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat pada akhir Agustus 2025. Aksi tersebut diarahkan ke DPR, Presiden, TNI, Polri, partai politik, hingga kementerian ekonomi.
Tuntutan ini lahir dari kekecewaan publik terhadap fasilitas DPR yang dinilai berlebihan dan tindakan represif aparat. Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi konsolidasi masyarakat sipil.
Influencer Andovi Da Lopez mengungkap bahwa daftar tuntutan dirumuskan hanya dalam waktu tiga jam melalui diskusi telepon. Selain dirinya, sejumlah tokoh ikut terlibat, termasuk Jerome Polin dan aktivis diaspora Salsa Erwina Hutagalung.
Pada Kamis (4/9/2025), kolektif yang menamakan diri 17+8 Indonesia Berbenah mendatangi Kompleks DPR Senayan untuk menyerahkan surat berisi 25 tuntutan resmi kepada anggota dewan. Gerakan ini menandai kolaborasi luas antara influencer, musisi, dan aktivis dalam menyuarakan perlawanan terhadap jurang sosial-ekonomi yang kian melebar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








