Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi isi BBM

Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat

Sabtu, 4 April 2026 11:23 WIB

Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two

Sabtu, 4 April 2026 11:18 WIB

Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram

Sabtu, 4 April 2026 10:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
  • Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
  • Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun
  • Daftar Lengkap Harga Emas 17K hingga 24K per 4 April 2026: Ada yang Stabil, Ada yang Turun!
  • Banjir Item Sultan! Kode Redeem FF 4 April 2026: Klaim AK47 Unicorn Ice Age & Rampage Evo Bundle Gratis
  • Bocoran Kode Redeem FF 4 April 2026: Kesempatan Emas Ambil Legendary Rampage Bundle Varclasher!
  • Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ketua KPPS di Ujungberung Bandung Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di Rumah Sakit

By Putra JuangSabtu, 17 Februari 2024 18:25 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Meninggal Dunia
Ilustrasi Meninggal Dunia. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kota Bandung meninggal dunia usai menjalankan tugas Pemilu 2024, Jumat (16/2/2024). Diketahui, korban bernama Jajang Safaat yang merupakan Ketua KPPS 18 Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung.

Hal ini pun dibenarkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Wenti Frihadianti. Meski begitu, KPU Kota Bandung belum dapat memastikan penyebab Jajang Safaat meninggal dunia.

“Iya betul (meninggal dunia),” ucap Wenti, Jumat (16/2/2024).

Wenti mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendatangi rumah duka. Karena itu, KPU Kota Bandung belum dapat memastikan penyebab almarhum meninggal dunia.

Di sisi lain, Juju Juariah selaku adik kandung almarhum Jajang memastikakan, sang kakak tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

“Enggak (punya penyakit), termasuk orang sehat, baru dibawa ke rumah sakit itu kemarin saja,” ucap Juju saat ditemui di rumah duka, di RW 05 Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Sabtu (17/2/2024).

Baca Juga:  Tak Halangi Hak Pilih Para Pemain, Bojan Liburkan Sesi Latihan Besok

Menurutnya, kondisi Jajang mulai menurun dua hari menjelang pencoblosan. Saat itu, keluhannya hanya tidak enak badan saja.

“H-2 Pemilu sudah mulai terasa tidak enak badan. Sudah gitu, pas hari Pemilu jam setengah 3 subuh, sudah tidak kuat sampai pulang, itu muntah juga mual,” ungkapnya.

“Setengah 3 subuh masih penghitungan suara, akhirnya lemes terus pulang. Sudah lemes, napasnya sesak sama diare, badan tuh, pada sakit,” tambahnya.

Karena kondisi Jajang yang tak kunjung membaik, akhirnya Jajang dibawa ke dokter umum untuk mendapatkan pengobatan pada Kamis (15/2/2024).

“Tapi gak ada reaksi obatnya tuh, seharian itu,” imbuhnya.

Pada Jumat (16/2/2024), Juju membawa Jajang ke Rumah Sakit Al-Islam untuk mendapatkan perawatan. Saat diperiksa di RS Al-Islam, kondisi Jajang sudah memburuk.

Baca Juga:  AMIN Janjikan Bangun 40 Kota Setara Jakarta, Berikut Daftarnya

Selepas ashar, kondisi Jajang semakin memburuk dan detak jantungnya melemah. Dokter sempat berupaya menggunakan alat pacu jantung tapi nyawa Jajang tak tertolong.

Jajang meninggalkan seorang istri dan dua anak. Selama ini, Jajang dikenal sebagai pribadi yang baik dan begitu aktif dalam berbagai kegiatan di wilayah tempat tinggalnya.

“Dengan kejadian ini, ini udah takdirnya, udah menerima dengan ikhlas,” jelasnya.

Juju berharap, peristiwa wafatnya petugas KPPS tak terjadi lagi. Menurutnya, petugas KPPS yang bertugas harus diatur sedemikian rupa ritme kerjanya agar tak terlalu kelelahan.

“Paling sibuk KPPS. Saya menyaksikan banget, capek memang. Tambah dia (Jajang) tuh buka lahan baru di sini kan (tempat TPS). Itu kan banyak rumput, harus dia bersihkan dulu, memang sudah diforsir,” tandasnya.

Sebelumnya, KPU Jabar mengungkapkan sebanyak 6 orang anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan satu orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) meninggal dunia selama proses pemungutan suara berlangsung, Rabu (14/2/2024) kemarin. Mereka diduga mengalami kelelahan.

Baca Juga:  Tampung Aspirasi Forum PKL, Arfi: Penanganan Harus Humanis dan Inovatif

“Total meninggal 6 orang KPPS dan satu orang PPS,” ucap Komisioner KPU Jabar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat Hedi Ardhia, Jumat (16/2/2024).

Hedi mengatakan, anggota KPPS yang meninggal berasal dari daerah Kabupaten Garut 2 orang, Kabupaten Sukabumi 1 orang, Kabupaten Tasik 1 orang dan satu orang PPS. Kemudiam dua orang KPPS di Kabupaten Bogor.

Selain itu, terdapat 1.335 KPPS yang mendapatkan perawatan karena mengalami kelelahan. Termasuk dari anggota PPK 51 orang, PPS 336 orang dan Linmas 243 orang.

“Kami ikut berbelangsungkawa atas kepergian almarhum, terima kasih atas dedikasi dan pengabdian kepada negara. Secara kelembagaan KPU akan memberikan perhatian kepada keluarga korban,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung KPPS KPU meninggal dunia Pemilu 2024 Ujungberung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.