Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen

Minggu, 1 November 2026 13:30 WIB

Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan

Minggu, 1 November 2026 13:27 WIB

Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak

Minggu, 1 November 2026 12:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen
  • Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
  • Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI
  • Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB
  • Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih
  • Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah
  • Tolic Dihukum, Persib Tetap Ganas Hadapi Kalteng FC di Si Jalak Harupat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisah Kelam Mantan Pemain Sirkus OCI: Dirantai, Disetrum, hingga Alami Kelumpuhan

By Aga GustianaKamis, 17 April 2025 10:29 WIB2 Mins Read
OCI
Sejumlah mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) audiensi dengan Kemenkum HAM. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah mantan pemain sirkus dari Oriental Circus Indonesia (OCI) mengungkapkan kisah tragis yang mereka alami selama puluhan tahun bekerja di bawah naungan Taman Safari Indonesia. Dalam audiensi bersama Wakil Menteri Hukum dan HAM, Mugiyanto, Selasa (15/4/2025), mereka membeberkan dugaan kekerasan dan pelanggaran HAM yang terjadi sejak era 1970-an.

Kesaksian para korban dibagikan langsung oleh Mugiyanto melalui akun Instagram pribadinya, @mugiyanto.official, pada Rabu (16/4/2025), dan langsung menarik perhatian publik. Dalam unggahan tersebut, terlihat jelas bahwa para mantan pemain sirkus masih menyimpan trauma mendalam.

Salah satu kisah paling memilukan datang dari Butet, mantan pemain sirkus yang mengaku pernah dirantai dengan rantai gajah dan dijejali kotoran binatang selama masa kerjanya.

“Saya sampai dirantai kaki pakai rantai gajah. Pernah juga dijejali kotoran gajah,” ucap Butet mengenang peristiwa pahit itu.

Baca Juga:  Arema FC Dukung Pemain di Timnas, Siap Rotasi Demi Konsistensi

Baca Juga: Mirisnya Jalan Berlumpur di Pelosok Bandung Barat, Warga Keluhkan Akses Terhambat

Anak Butet, Fifi, turut membagikan kisah serupa. Ia mengaku tidak tahu siapa orang tuanya saat kecil karena tumbuh besar di lingkungan sirkus. Fifi baru menyadari bahwa Butet adalah ibunya ketika beranjak dewasa. Sayangnya, masa kecilnya diwarnai kekerasan.

“Saya disetrum di badan dan kelamin. Setelah itu saya jatuh lemas dan dipasung selama dua minggu,” cerita Fifi dengan suara lirih, sambil menitikkan air mata.

Baca Juga:  Bojan Hodak Bicara Soal Pemain Baru Persib Bandung

Kisah menyayat hati lainnya datang dari Ida Yani. Ia mengalami kelumpuhan seumur hidup akibat terjatuh saat atraksi Trapeze di Lampung. “Saya jatuh dari ketinggian 15 meter. Saat sadar, saya sudah patah tulang belakang dan harus hidup dengan kursi roda,” ungkap Ida sambil duduk di kursi roda.

Menanggapi kesaksian tersebut, Wamenkumham Mugiyanto menyatakan prihatin dan mengaku harus mendengar langsung agar ada kejelasan hukum atas dugaan pelanggaran HAM yang terjadi.

“Ada indikasi banyak kekerasan dan dugaan tindak pidana. Meski kejadian ini terjadi sebelum adanya Undang-Undang HAM pada 1999, bukan berarti tidak bisa diproses. KUHP sudah berlaku sejak kemerdekaan,” jelasnya.

Baca Juga:  Gawat! Dua Pilar Persib Absen Kontra Semen Padang

Baca Juga: Polisi Tetapkan Dokter Kandungan Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Garut

Sebagai tindak lanjut, Mugiyanto berencana memanggil pihak Taman Safari Indonesia. Sebab, berdasarkan pengakuan para korban, mereka bekerja dalam naungan institusi tersebut.

“Kami akan mengundang pihak Taman Safari untuk dimintai keterangan. Ini juga menyangkut rekomendasi Komnas HAM. Harapan kami, semua pihak dapat mematuhi prinsip-prinsip HAM,” tegasnya.

Mugiyanto juga membuka pintu bagi para korban untuk menempuh jalur hukum dan berjanji mendorong pemulihan hak-hak mereka. Kasus ini, kata dia, menjadi pengingat bahwa keadilan tak mengenal batas waktu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pemain
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.