Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menguak Duduk Perkara Kasus Hotel Sultan: Konflik 26 Tahun Pontjo Sutowo vs Negara yang Berakhir Eksekusi

Kamis, 18 Juni 2026 09:32 WIB

Gara-gara Blunder Iklan Sensitif, Starbucks Tutup Seluruh Gerai di Negara Ini

Kamis, 18 Juni 2026 09:23 WIB

Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2026: Antam Stagnan di Rp2.733.000, Pasar Global Justru Bergolak

Kamis, 18 Juni 2026 08:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menguak Duduk Perkara Kasus Hotel Sultan: Konflik 26 Tahun Pontjo Sutowo vs Negara yang Berakhir Eksekusi
  • Gara-gara Blunder Iklan Sensitif, Starbucks Tutup Seluruh Gerai di Negara Ini
  • Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2026: Antam Stagnan di Rp2.733.000, Pasar Global Justru Bergolak
  • Kena Mental! Oknum Penghina Beckham Putra Akhirnya Minta Maaf, Ngaku Gak Bisa Tidur Nyenyak
  • Buruan Klik! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 18 Juni 2026: Dapatkan Cuan Tambahan Langsung Cair!
  • Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire FF Juni 2026 Hadirkan Bundle dan Incubator Voucher
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • 7 Klub Indonesia Kena Sanksi FIFA, Persib dan PSM Masuk Daftar Larangan Transfer
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisah Kelam Mantan Pemain Sirkus OCI: Dirantai, Disetrum, hingga Alami Kelumpuhan

By Aga GustianaKamis, 17 April 2025 10:29 WIB2 Mins Read
OCI
Sejumlah mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) audiensi dengan Kemenkum HAM. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah mantan pemain sirkus dari Oriental Circus Indonesia (OCI) mengungkapkan kisah tragis yang mereka alami selama puluhan tahun bekerja di bawah naungan Taman Safari Indonesia. Dalam audiensi bersama Wakil Menteri Hukum dan HAM, Mugiyanto, Selasa (15/4/2025), mereka membeberkan dugaan kekerasan dan pelanggaran HAM yang terjadi sejak era 1970-an.

Kesaksian para korban dibagikan langsung oleh Mugiyanto melalui akun Instagram pribadinya, @mugiyanto.official, pada Rabu (16/4/2025), dan langsung menarik perhatian publik. Dalam unggahan tersebut, terlihat jelas bahwa para mantan pemain sirkus masih menyimpan trauma mendalam.

Salah satu kisah paling memilukan datang dari Butet, mantan pemain sirkus yang mengaku pernah dirantai dengan rantai gajah dan dijejali kotoran binatang selama masa kerjanya.

“Saya sampai dirantai kaki pakai rantai gajah. Pernah juga dijejali kotoran gajah,” ucap Butet mengenang peristiwa pahit itu.

Baca Juga:  Ungkap Alasan Lambatnya Transfer Persib, Bojan Hodak: Anggaran Kami Ketat

Baca Juga: Mirisnya Jalan Berlumpur di Pelosok Bandung Barat, Warga Keluhkan Akses Terhambat

Anak Butet, Fifi, turut membagikan kisah serupa. Ia mengaku tidak tahu siapa orang tuanya saat kecil karena tumbuh besar di lingkungan sirkus. Fifi baru menyadari bahwa Butet adalah ibunya ketika beranjak dewasa. Sayangnya, masa kecilnya diwarnai kekerasan.

“Saya disetrum di badan dan kelamin. Setelah itu saya jatuh lemas dan dipasung selama dua minggu,” cerita Fifi dengan suara lirih, sambil menitikkan air mata.

Baca Juga:  Kata Saddil Ramdani Soal Banyak Pemain Indonesia yang Berkarier di Eropa

Kisah menyayat hati lainnya datang dari Ida Yani. Ia mengalami kelumpuhan seumur hidup akibat terjatuh saat atraksi Trapeze di Lampung. “Saya jatuh dari ketinggian 15 meter. Saat sadar, saya sudah patah tulang belakang dan harus hidup dengan kursi roda,” ungkap Ida sambil duduk di kursi roda.

Menanggapi kesaksian tersebut, Wamenkumham Mugiyanto menyatakan prihatin dan mengaku harus mendengar langsung agar ada kejelasan hukum atas dugaan pelanggaran HAM yang terjadi.

“Ada indikasi banyak kekerasan dan dugaan tindak pidana. Meski kejadian ini terjadi sebelum adanya Undang-Undang HAM pada 1999, bukan berarti tidak bisa diproses. KUHP sudah berlaku sejak kemerdekaan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pengamat Sebut 3 Pemain Ini Jadi Solusi untuk Persib Bandung

Baca Juga: Polisi Tetapkan Dokter Kandungan Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Garut

Sebagai tindak lanjut, Mugiyanto berencana memanggil pihak Taman Safari Indonesia. Sebab, berdasarkan pengakuan para korban, mereka bekerja dalam naungan institusi tersebut.

“Kami akan mengundang pihak Taman Safari untuk dimintai keterangan. Ini juga menyangkut rekomendasi Komnas HAM. Harapan kami, semua pihak dapat mematuhi prinsip-prinsip HAM,” tegasnya.

Mugiyanto juga membuka pintu bagi para korban untuk menempuh jalur hukum dan berjanji mendorong pemulihan hak-hak mereka. Kasus ini, kata dia, menjadi pengingat bahwa keadilan tak mengenal batas waktu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Oriental Circus Indonesia pemain sirkus Taman Safari
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menguak Duduk Perkara Kasus Hotel Sultan: Konflik 26 Tahun Pontjo Sutowo vs Negara yang Berakhir Eksekusi

Gara-gara Blunder Iklan Sensitif, Starbucks Tutup Seluruh Gerai di Negara Ini

Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu

Kecelakaan Maut di Bandung! Motor Terseret Bus Damri di Jalan Dr Djunjunan, Satu Korban Tewas

Kapolda Jabar Apresiasi Aksi Mahasiswa di DPRD Jabar Berjalan Tertib dan Kondusif

Gaduh Subsidi Sekolah Swasta Jabar: Klaim Pemprov Dibantah BMPS, Sebut Anggaran Tidak Masuk Akal

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.