Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?

Minggu, 28 Juni 2026 20:09 WIB
Zalnando

Resmi! Persib Berpisah dengan Zalnando Usai 6 Musim Penuh Cerita

Minggu, 28 Juni 2026 19:34 WIB

Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat

Minggu, 28 Juni 2026 18:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?
  • Resmi! Persib Berpisah dengan Zalnando Usai 6 Musim Penuh Cerita
  • Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat
  • Messi Menggila! Cetak Gol ke-6, Pimpin Klasemen Top Skor Piala Dunia 2026
  • Tragis! Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ciparang Bandung Barat
  • Guncang Bursa Transfer! Persib Umumkan Perpisahan dengan Rezaldi Hehanussa
  • Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!
  • Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Koi Lokal Indonesia Tembus Harga Rp120 Juta, Potensinya Kian Mendunia

By Aga GustianaSelasa, 26 Agustus 2025 14:59 WIB3 Mins Read
Bos Koi Hartono Soekwanto
Bos Koi Hartono Soekwanto dan Kiki Sutarki. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia ikan koi di Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan. Jika dulu kualitas koi lokal kerap dianggap jauh di bawah Jepang, kini kondisinya berbalik. Koi hasil budidaya peternak dalam negeri tidak hanya mampu bersaing di pasar nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan dalam lingkup internasional.

Salah satu tokoh penting yang banyak mendorong kemajuan tersebut adalah Bos Koi Hartono Soekwanto, pemilik Samurai Collection Center. Ia menilai bahwa perjalanan koi Indonesia selama lebih dari satu dekade terakhir membuktikan adanya lompatan besar dalam kualitas.

Menurut Hartono, rahasia peningkatan kualitas ini terletak pada kombinasi bibit unggul, pakan, dan air yang terjaga. Sejak lebih dari 10 tahun lalu, ia bersama sejumlah pelaku koi di Indonesia rutin membagikan benih berkualitas kepada peternak. Langkah tersebut terbukti efektif.

“Makanya kita bagikan bibit. Harapannya petani bisa produksi koi berkualitas. Dan terbukti, 12-13 tahun lalu semua koi ukuran 0-50 cm di kontes Indonesia dimenangkan koi Jepang. Sekarang koi lokal bisa menang. Artinya apa yang kita lakukan berhasil,” ujar Hartono.

Baca Juga:  Sanke dan Shiro Milik Hartono Soekwanto Jadi Juara Beruntun di Kontes Pati Koi Show 2025

Selain itu, dukungan ekosistem perkoian yang semakin matang membuat peternak berani berinvestasi. Sentra koi kini tersebar di Blitar, Kediri, Tulungagung, hingga Sukabumi dan Bandung.

Harga Fantastis dan Potensi Pasar Global

Perkembangan kualitas tersebut turut memengaruhi nilai jual. Hartono menuturkan bahwa koi lokal pernah terjual dengan harga fantastis, mencapai Rp120 juta. “Koi lokal pernah terjual Rp120 juta. Dulu 12 tahun lalu, harga segitu tidak terpikirkan. Dulu ikan 30-40 cm cuma Rp120 ribu. Jadi hasil dari gerakan ini sudah terlihat,” ujarnya.

Meski regulasi Jepang melarang koi impor kembali masuk untuk kontes, Hartono optimistis koi lokal tetap berpeluang mendunia. Menurutnya, kualitas koi Indonesia sudah cukup untuk bersaing jika regulasi lebih terbuka.

“Oh sangat bisa. Kalau boleh. Tapi regulasi Jepang tidak membolehkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gandeng Irfan Hakim hingga Bos Koi, PWI Ciamis Rayakan HPN dengan Aksi Sosial dan Lingkungan

Koi Lokal Mulai Unggul

Sementara itu, Pemilik Samurai Koi Center, Kiki Sutarki, mengisahkan perjalanan panjangnya menekuni dunia koi sejak tahun 1990. Berawal dari hobi saat masih berprofesi sebagai arsitek, Kiki akhirnya banting setir sepenuhnya ke bisnis koi pada 2006. Fasilitas pertama ia dirikan di rumah pribadinya di Cibabat, kemudian berkembang dengan fasilitas kedua di kawasan Kianjuang, Bandung, yang berdiri sejak 2009.

Menurut Kiki, kualitas koi Indonesia kini tak kalah dari Jepang, khususnya pada ukuran menengah. “Kalau ternakan lokal sekarang maju-maju. Sampai size 50 cm, ikan lokal banyak yang mengalahkan ikan dari Jepang. Ikan polos sudah bisa sampai 90 cm,” jelasnya.

Hal ini tak lepas dari peran sejumlah tokoh perkoian, salah satunya Hartono Soekwanto yang konsisten membagikan benih koi berkualitas kepada para peternak lokal. Tujuannya sederhana: agar Indonesia mampu menghasilkan koi yang bisa bersaing di panggung internasional.

Baca Juga:  Disambut Tangis dan Elusan Hangat, Alasan Hartono Soekwanto Batal Kurbankan Sapi Matilda Bikin Mewek

“Yang jelas idenya banyak, terobosan-terobosan juga banyak. Terkait koi, beliau revolusioner, banyak membantu peternak,” tutur Kiki.

Tantangan dan Harapan

Meski menjanjikan, bisnis koi tidak lepas dari tantangan. Biaya operasional terbilang tinggi. Untuk satu kolam, listrik bisa mencapai Rp5 juta per bulan, ditambah biaya pakan mulai dari Rp70 ribu/kg hingga Rp500 ribu/kg untuk pakan premium.

Namun demikian, baik Kiki maupun Hartono meyakini bahwa hobi koi tetap memiliki masa depan cerah. Saat pandemi COVID-19, misalnya, penjualan koi justru melonjak karena banyak orang menghabiskan waktu di rumah dan mencari hobi baru.

Dengan kualitas yang terus meningkat, harga jual yang fantastis, serta komunitas yang semakin solid, koi lokal Indonesia kini tak hanya jadi kebanggaan nasional, tapi juga memiliki peluang besar untuk menembus panggung dunia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bisnis koi Indonesia Bos Koi Hartono Soekwanto koi lokal Indonesia Samurai Koi Center
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!

Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka

Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya

Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?

Game Free Fire

Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.