Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!

Kamis, 13 Agustus 2026 17:58 WIB

Persib Bandung Lepas Gelandang Muda Adzikry Fadlilah ke Persijap Jepara

Kamis, 13 Agustus 2026 17:11 WIB

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Kamis, 13 Agustus 2026 17:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!
  • Persib Bandung Lepas Gelandang Muda Adzikry Fadlilah ke Persijap Jepara
  • Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api
  • Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini
  • Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun
  • Lupa Isi Pulsa atau Kuota? Ini Cara Praktis Beli Lewat DIGI bank bjb
  • Tak Lagi Bergantung Browser, ChatGPT Resmi Bisa Dipakai Langsung di Desktop Linux
  • Daftar Lengkap Keluar-Masuk Pemain Persib 2026/2027: Kuota Asing Menumpuk, Bakal Makan Korban?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan

By SusanaKamis, 14 Mei 2026 16:20 WIB3 Mins Read
Foto/Ilustrasi Virus. (Istockphoto).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meningkatnya populasi tikus di kawasan Bandung Raya mulai memunculkan perhatian terhadap potensi risiko penyakit yang ditularkan hewan pengerat, termasuk hantavirus.

Sejumlah kawasan padat penduduk seperti pasar tradisional, saluran drainase, pusat kuliner, hingga area permukiman dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas tikus dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan tingginya produksi sampah, khususnya limbah makanan yang menjadi sumber pakan utama hewan pengerat di lingkungan perkotaan.

Sampah Makanan Dinilai Picu Peningkatan Populasi Tikus

Berdasarkan data pengelolaan lingkungan, volume sampah di Kota Bandung beberapa tahun terakhir mencapai ribuan ton per hari. Sebagian besar di antaranya merupakan sampah organik atau sisa makanan.

Akumulasi sampah organik yang tidak tertangani secara optimal dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan tikus rumah maupun tikus got.

Selain itu, keterbatasan kapasitas pengelolaan sampah dan tingginya ketergantungan wilayah Bandung Raya terhadap fasilitas pembuangan akhir juga dinilai menjadi tantangan tersendiri.

Fenomena tersebut juga terlihat dari meningkatnya keluhan masyarakat terkait keberadaan tikus di lingkungan rumah, tempat usaha, restoran, hingga gudang penyimpanan makanan.

Hantavirus Ditularkan Melalui Hewan Pengerat

Peneliti menyebut hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang ditularkan melalui rodensia atau hewan pengerat, terutama tikus liar. Beberapa jenis yang dapat menjadi pembawa virus antara lain tikus rumah, tikus got, tikus ladang, dan mencit liar.

Penularan virus umumnya terjadi melalui partikel dari urin, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi, bukan semata-mata melalui gigitan.

BRIN dan Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Tenang

Perhatian terhadap hantavirus meningkat setelah muncul kasus di luar negeri yang menjadi sorotan internasional. Salah satu jenis yang banyak dibahas adalah Andes virus yang ditemukan di kawasan Amerika Selatan. Namun hingga saat ini, peneliti menyatakan galur Andes belum pernah ditemukan di Indonesia.

Kementerian Kesehatan juga menegaskan bahwa jenis hantavirus yang pernah teridentifikasi di Indonesia berbeda dengan kasus yang ramai diperbincangkan saat ini.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional, Ristiyanto, menjelaskan beberapa jenis tikus yang hidup dekat manusia diketahui dapat menjadi reservoir atau pembawa hantavirus.

“Hantavirus merupakan kelompok virus zoonotik yang ditularkan melalui rodensia atau hewan pengerat, terutama tikus liar,” ujar Ristiyanto dalam keterangan resminya.

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Untuk mengurangi risiko paparan penyakit dari hewan pengerat, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana:

  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar
  • Mengelola sampah makanan dengan baik
  • Menutup akses masuk tikus ke rumah atau bangunan
  • Membersihkan area lembap dan saluran air secara berkala
  • Menghindari kontak langsung dengan kotoran atau bangkai tikus

Meningkatnya populasi tikus di kawasan perkotaan menjadi pengingat pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Selain berkaitan dengan kenyamanan, kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hantavirus Bandung hantavirus BRIN hantavirus Indonesia hantavirus Kemenkes kesehatan lingkungan penyakit zoonosis populasi tikus Bandung sampah Bandung tikus Bandung Raya virus dari tikus
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini

Kisah Pahit Relawan Kebakaran Gunung Gede: Tertahan Birokrasi Hingga Akhirnya Masal Angkat Kaki

Pertama Sejak 1433, Negara Ini Alami Gelap Gulita Saat Gerhana Matahari Total Berlangsung

Kasus Dugaan Penistaan Agama The Sound Project Mencuat, 2 Orang Diamankan Polisi

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.