Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000

Senin, 12 Oktober 2026 01:00 WIB

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Minggu, 11 Oktober 2026 20:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan

By SusanaKamis, 14 Mei 2026 16:20 WIB3 Mins Read
Foto/Ilustrasi Virus. (Istockphoto).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meningkatnya populasi tikus di kawasan Bandung Raya mulai memunculkan perhatian terhadap potensi risiko penyakit yang ditularkan hewan pengerat, termasuk hantavirus.

Sejumlah kawasan padat penduduk seperti pasar tradisional, saluran drainase, pusat kuliner, hingga area permukiman dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas tikus dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan tingginya produksi sampah, khususnya limbah makanan yang menjadi sumber pakan utama hewan pengerat di lingkungan perkotaan.

Sampah Makanan Dinilai Picu Peningkatan Populasi Tikus

Berdasarkan data pengelolaan lingkungan, volume sampah di Kota Bandung beberapa tahun terakhir mencapai ribuan ton per hari. Sebagian besar di antaranya merupakan sampah organik atau sisa makanan.

Akumulasi sampah organik yang tidak tertangani secara optimal dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan tikus rumah maupun tikus got.

Selain itu, keterbatasan kapasitas pengelolaan sampah dan tingginya ketergantungan wilayah Bandung Raya terhadap fasilitas pembuangan akhir juga dinilai menjadi tantangan tersendiri.

Fenomena tersebut juga terlihat dari meningkatnya keluhan masyarakat terkait keberadaan tikus di lingkungan rumah, tempat usaha, restoran, hingga gudang penyimpanan makanan.

Hantavirus Ditularkan Melalui Hewan Pengerat

Peneliti menyebut hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang ditularkan melalui rodensia atau hewan pengerat, terutama tikus liar. Beberapa jenis yang dapat menjadi pembawa virus antara lain tikus rumah, tikus got, tikus ladang, dan mencit liar.

Penularan virus umumnya terjadi melalui partikel dari urin, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi, bukan semata-mata melalui gigitan.

BRIN dan Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Tenang

Perhatian terhadap hantavirus meningkat setelah muncul kasus di luar negeri yang menjadi sorotan internasional. Salah satu jenis yang banyak dibahas adalah Andes virus yang ditemukan di kawasan Amerika Selatan. Namun hingga saat ini, peneliti menyatakan galur Andes belum pernah ditemukan di Indonesia.

Kementerian Kesehatan juga menegaskan bahwa jenis hantavirus yang pernah teridentifikasi di Indonesia berbeda dengan kasus yang ramai diperbincangkan saat ini.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional, Ristiyanto, menjelaskan beberapa jenis tikus yang hidup dekat manusia diketahui dapat menjadi reservoir atau pembawa hantavirus.

“Hantavirus merupakan kelompok virus zoonotik yang ditularkan melalui rodensia atau hewan pengerat, terutama tikus liar,” ujar Ristiyanto dalam keterangan resminya.

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Untuk mengurangi risiko paparan penyakit dari hewan pengerat, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana:

  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar
  • Mengelola sampah makanan dengan baik
  • Menutup akses masuk tikus ke rumah atau bangunan
  • Membersihkan area lembap dan saluran air secara berkala
  • Menghindari kontak langsung dengan kotoran atau bangkai tikus

Meningkatnya populasi tikus di kawasan perkotaan menjadi pengingat pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Selain berkaitan dengan kenyamanan, kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.