Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM

Kamis, 13 Agustus 2026 19:18 WIB

Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah

Kamis, 13 Agustus 2026 18:34 WIB

Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan

Kamis, 13 Agustus 2026 18:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM
  • Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah
  • Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan
  • Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!
  • Persib Bandung Lepas Gelandang Muda Adzikry Fadlilah ke Persijap Jepara
  • Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api
  • Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini
  • Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Bikin Dunia Panik, WHO Buka Fakta Mengejutkan

By SusanaMinggu, 10 Mei 2026 11:11 WIB3 Mins Read
Foto/Ilustrasi Virus. (Istockphoto).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Munculnya kasus Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memicu perhatian dunia internasional. Namun, World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa disamakan dengan awal pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

Epidemiolog penyakit menular WHO, Maria van Kerkhove, menekankan bahwa pola penularan Hantavirus sangat berbeda dibandingkan virus pernapasan seperti Covid-19 maupun influenza.

“Ini bukan Covid, ini bukan influenza, cara penyebarannya sangat, sangat berbeda,” ujarnya dalam konferensi pers.

WHO: Risiko Global Hantavirus Masih Rendah

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa hingga saat ini risiko Hantavirus terhadap kesehatan masyarakat global masih berada pada tingkat rendah.

WHO menjelaskan bahwa kasus awal yang terdeteksi berasal dari dua penumpang kapal yang melakukan perjalanan observasi burung di wilayah Argentina, Chile, dan Uruguay, termasuk area yang menjadi habitat hewan pengerat pembawa virus.

Selain itu, WHO juga menerima laporan adanya sejumlah orang lain yang menunjukkan gejala setelah kontak dengan kasus terkonfirmasi.

Karena masa inkubasi Hantavirus dapat mencapai enam minggu, kemungkinan tambahan kasus masih dapat terjadi dalam waktu dekat.

Sudah Ada Kasus Kematian, Pelacakan Kontak Diperketat

Hingga Kamis, 7 Mei 2026, WHO melaporkan bahwa dari delapan kasus dugaan, lima di antaranya telah terkonfirmasi positif Hantavirus.

Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk seorang perempuan asal Belanda berusia 69 tahun, suaminya, serta seorang perempuan asal Jerman.

Kasus ini kemudian memicu pelacakan kontak besar-besaran oleh berbagai negara, termasuk Inggris, Afrika Selatan, Belanda, Amerika Serikat, dan Swiss.

Kepala petugas ilmiah UK Health Security Agency, Robin May, menyebut proses pelacakan kontak menjadi pekerjaan besar yang masih berlangsung.

Negara-Negara Lakukan Pemantauan Penumpang Kapal

Sejumlah negara telah meningkatkan pengawasan terhadap penumpang kapal yang sudah kembali ke negara masing-masing.

Di Inggris, beberapa penumpang menjalani isolasi mandiri meski tidak menunjukkan gejala. Sementara di Amerika Serikat, otoritas kesehatan di Georgia dan Arizona juga memantau beberapa penumpang yang kembali dari perjalanan tersebut.

Hingga kini, sebagian besar orang yang dipantau dilaporkan dalam kondisi tanpa gejala.

Penularan Hantavirus Masih Dalam Kajian Ilmiah

Para ahli menjelaskan bahwa Hantavirus umumnya menular melalui hewan pengerat, terutama melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi di lingkungan tertentu.

Penularan antarmanusia memang memungkinkan pada jenis tertentu, namun tidak semudah virus pernapasan seperti flu atau Covid-19.

Hingga saat ini, sumber pasti wabah di kapal MV Hondius masih dalam tahap penyelidikan.

WHO Imbau Waspada Tanpa Panik

Meski situasi ini menjadi perhatian global, WHO menegaskan masyarakat tidak perlu panik.

Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi pelancong yang berada di wilayah dengan risiko paparan hewan pengerat.

Pemerintah dan lembaga kesehatan di berbagai negara terus memantau perkembangan kasus untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Wabah Hantavirus di kapal MV Hondius menjadi pengingat bahwa penyakit zoonosis masih menjadi ancaman kesehatan global. Meski demikian, WHO menegaskan bahwa risiko penyebaran global masih rendah dan situasi ini tidak dapat disamakan dengan pandemi Covid-19.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kesehatan dunia Hantavirus MV Hondius Maria van Kerkhove pandemi global penyakit zoonosis Tedros Adhanom Ghebreyesus update WHO virus tikus wabah virus terbaru 2026 WHO Hantavirus
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM

Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah

Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan

Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.