bukamata.id – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan serius Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan penanganan sampah tidak bisa lagi ditunda dan harus dibangun dengan sistem yang kuat serta berorientasi jangka panjang.
Hal itu disampaikan Farhan saat menghadiri Pagelaran Seni Wanda Sunda di El Hotel Bandung, Sabtu malam (17/1/2026).
Di hadapan para tamu undangan, Farhan mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir dirinya lebih banyak turun langsung ke lapangan untuk memastikan berbagai persoalan kota, terutama sampah, mendapat perhatian serius.
“Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin kita biarkan begitu saja,” ujar Farhan.
Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa ditangani secara instan dan serba cepat tanpa perencanaan matang. Ia menekankan pentingnya membangun fondasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan agar Bandung tidak terus terjebak pada solusi jangka pendek.
“Sudah saatnya kita membangun dasar-dasar penanganan sampah dalam kerangka jangka panjang lima sampai sepuluh tahun ke depan,” katanya.
Farhan memastikan, Pemkot Bandung tidak ingin berhenti pada wacana dan kebijakan semata. Penanganan sampah, kata dia, harus dibarengi dengan langkah konkret dan terukur di lapangan.
Lebih jauh, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut terlibat aktif. Menurutnya, persoalan sampah tidak akan selesai jika hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan keberlanjutan Kota Bandung,” ucapnya.
Bagi Farhan, sampah bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup warga, kesehatan publik, dan masa depan kota. Karena itu, pembangunan sistem pengelolaan sampah jangka panjang menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Bandung ke depan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










