Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM

Kamis, 13 Agustus 2026 19:18 WIB

Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah

Kamis, 13 Agustus 2026 18:34 WIB

Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan

Kamis, 13 Agustus 2026 18:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM
  • Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah
  • Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan
  • Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!
  • Persib Bandung Lepas Gelandang Muda Adzikry Fadlilah ke Persijap Jepara
  • Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api
  • Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini
  • Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Siap-siap Pilah Sampah di Rumah! Pemkot Bandung Targetkan 25.000 Komposter RW Demi Atasi Krisis Sarimukti

By Aga GustianaSenin, 11 Mei 2026 18:44 WIB3 Mins Read
TPA Sarimukti mulai menyusut. (Foto: dok Humas Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Kota Bandung harus mulai bersiap mengubah kebiasaan membuang sampah. Menyusul kebijakan pengurangan jatah pembuangan ke TPA Sarimukti yang dilakukan setiap dua minggu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini mengambil langkah darurat dengan mempercepat kemandirian pengolahan sampah di tingkat wilayah.

Jika biasanya Kota Bandung bisa mengirim 980 ton sampah harian ke Sarimukti, ke depan jumlah ini akan dipangkas drastis menjadi hanya 600 ton per hari.

Antisipasi Penumpukan: TPS Libur Jumat-Minggu

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan sinyal waspada terkait kondisi ini. Menurutnya, pengendalian sampah saat ini memang masih stabil, namun tidak bisa dianggap remeh karena ruang gerak menuju tempat pembuangan akhir semakin sempit.

“Kondisi sampah saat ini masih terkendali, tetapi harus diwaspadai karena kuota terus berkurang. Ini membutuhkan langkah antisipasi yang serius,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (11/5/2026).

Salah satu gebrakan ekstrem yang disiapkan adalah menutup operasional Tempat Penampungan Sementara (TPS) setiap akhir pekan, mulai dari hari Jumat hingga Minggu. Kebijakan ini bertujuan “memaksa” warga untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada jasa angkut sampah kota.

“Warga harus mulai mencari solusi di wilayah masing-masing, khususnya untuk sampah organik. Tidak bisa lagi sepenuhnya bergantung pada TPS,” tegas Farhan.

Target Ambisius: 25.000 Unit Komposter di Tiap RW

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, mengungkapkan bahwa senjata utama melawan krisis ini adalah pengolahan sampah organik di level akar rumput. Saat ini, baru tersedia sekitar 1.510 unit kompos pit, jumlah yang dinilai masih sangat minim.

Target besar pun dicanangkan: membangun hingga 25.000 unit komposter di seluruh wilayah RW di Bandung.

“Setiap RW minimal memiliki empat unit komposter agar sampah organik bisa dikelola di wilayah masing-masing selama kurang lebih tiga bulan sebelum dipanen,” jelas Darto.

Selain komposter, Pemkot Bandung juga tengah menggalakkan metode alternatif seperti:

  • Budidaya Maggot: Mengubah sampah sisa makanan menjadi nilai ekonomi.
  • Loseda & Pakan Ternak: Memanfaatkan limbah dapur untuk keberlangsungan ternak lokal.
  • Teknologi Baru: Pengoperasian alat pengolah sampah berteknologi Air Pollution Control (APC) untuk meningkatkan kapasitas harian.

Jaga Perbatasan dan Edukasi Mandiri

Tak hanya fokus ke dalam, Farhan juga menginstruksikan penjagaan ketat di wilayah perbatasan agar tidak ada “sampah impor” yang masuk ke Kota Bandung. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan transisi ini ada pada kedisiplinan kolektif masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.

Terkait solusi jangka panjang, rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) oleh Pemprov Jabar di Sarimukti masih terus digodok dengan memperhatikan regulasi yang ada. Namun, sebelum teknologi besar itu rampung, kemandirian warga tetap menjadi tumpuan utama.

“Kita harus bergerak bersama. Kalau tidak, kondisi ini bisa semakin berat,” tutup Farhan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung krisis sampah lingkungan hidup Muhammad Farhan sampah Bandung TPA Sarimukti
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM

Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah

Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan

Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.