Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Harga Emas Galeri24 2 Juli 2026, Cek Harga Jual dan Buyback Terbaru Lengkap

Kamis, 2 Juli 2026 11:20 WIB
Bansos

Ada yang Cair Rp600 Ribu Sekaligus, Ini Daftar 5 Bansos Pemerintah yang Cair Juli 2026

Kamis, 2 Juli 2026 11:00 WIB

Ini 10 Negara yang Amankan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026

Kamis, 2 Juli 2026 10:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Harga Emas Galeri24 2 Juli 2026, Cek Harga Jual dan Buyback Terbaru Lengkap
  • Ada yang Cair Rp600 Ribu Sekaligus, Ini Daftar 5 Bansos Pemerintah yang Cair Juli 2026
  • Ini 10 Negara yang Amankan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
  • Benarkah Agen LGBT Sudah Masuk Kampus Negeri? Menjawab Tuduhan yang Sedang Viral
  • Mau Saldo DANA Gratis Langsung Cair? Ini 3 Cara Resmi Dapat Cuan Tambahan per 2 Juli 2026
  • Kuliner Bandung Paling Dicari! Hidden Gems Warkop Lokal yang Bikin Nagih Parah
  • Bansos Juli 2026 Cair! PKH, BPNT, PIP hingga Beras 20 Kg Masuk Tahap 3
  • Geger Transfer Pemain Timnas! Romeny ke Eredivisie, Emil Audero Pulang, Persib Ikut Disebut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gugat Narasi Keliru Milangkala Tatar Sunda, DPRD Jabar: Jangan Ajarkan Sejarah Ngawur ke Generasi Muda!

By Aga GustianaSenin, 11 Mei 2026 17:10 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat acara Kirab Budaya Tatar Sunda. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lantai bursa politik di Gedung DPRD Jawa Barat mendadak riuh pada Senin (11/5/2026). Agenda rutin penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur 2025 berubah menjadi panggung kritik pedas terhadap seremoni “Milangkala Tatar Sunda” yang dianggap tidak hanya salah secara literasi sejarah, tapi juga mencederai rasa keadilan sosial.

Sejarah yang Dipaksakan?

Sorotan tajam datang dari Maulana Yusuf, anggota DPRD Jawa Barat. Ia menilai pemerintah provinsi tengah melakukan eksperimen sejarah yang berbahaya dengan memunculkan narasi rute Sumedang-Bandung yang hanya mencakup 9 kabupaten. Bagi Yusuf, narasi ini tidak memiliki fondasi akademik yang kuat dan justru membingungkan publik.

Yusuf mendesak agar pemerintah mengalihkan fokus dari pesta pora ke pembuatan buku sejarah yang valid untuk kurikulum sekolah, guna menghindari distorsi informasi bagi generasi muda.

“Ini sama saja mengajarkan hal yang salah terhadap masyarakat Jawa Barat. Bagaimana bisa Tatar Sunda lahir dengan urutan sejarah seperti itu? Pemerintah wajib memperbaiki ini,” ujar Maulana di hadapan Gubernur Dedi Mulyadi.

Baca Juga:  Dari Rp37 Triliun ke Rp29 Triliun, Begini Strategi DPRD Jabar Hadapi Tekanan Fiskal

Sorotan Dana “Gelap” Rp2,7 Miliar

Isu paling sensitif dalam interupsi tersebut adalah transparansi finansial. Di tengah klaim pemerintah bahwa acara ini “non-APBD”, ditemukan aliran dana fantastis yang belum terjelaskan secara gamblang kepada publik.

  • Beban Anggaran: Terungkap angka Rp2,7 miliar yang terserap hanya untuk kebutuhan operasional di 4 kabupaten.
  • Ketidakpastian: Adanya kekosongan informasi mengenai pembiayaan di 5 kabupaten sisa, menimbulkan spekulasi adanya beban biaya lokal yang dipaksakan.
  • Kontras Kemiskinan: Pemanfaatan dana miliaran untuk acara seremonial dianggap sangat kontras dengan realita angka kemiskinan di Jawa Barat yang masih memprihatinkan.
Baca Juga:  Pengawasan APBD 2026, Rafael Situmorang Pastikan Manfaat Belanja Sosial Tepat Sasaran

Maulana Yusuf secara eksplisit meminta penghentian kegiatan yang dianggap sebagai pemborosan tersebut.

“Maka hentikan pesta itu, dan pertanggungjawabkan! Jangan biarkan anak-anak kita kelak mencintai sejarah dari paksaan seseorang yang buta terhadap sejarah itu sendiri,” tambahnya secara tegas.

Kelanjutan LKPJ dan Agenda Legislasi

Di luar hujan interupsi, Paripurna tersebut secara administratif berhasil menetapkan beberapa poin strategis:

  1. Pengesahan Rekomendasi: DPRD secara resmi memberikan poin-poin evaluasi atas kinerja Pemerintah Provinsi sepanjang tahun anggaran 2025.
  2. Pergantian Masa Sidang: Menandai berakhirnya Masa Persidangan II dan memasuki Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026.
  3. Inisiatif Baru: Disetujuinya Ranperda Prakarsa tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah sebagai instrumen penguatan regulasi di Jawa Barat.
Baca Juga:  Tolak Kenaikan Pajak UMKM, Rafael Situmorang: Negara Harus Beri Stimulus Bukan Beban!

Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Provinsi. Publik menantikan apakah ada revisi atas narasi sejarah yang dipersoalkan serta transparansi penuh atas penggunaan dana Rp2,7 miliar yang menjadi pergunjingan di parlemen.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anggaran APBD DPRD Jawa Barat Maulana Yusuf Milangkala Tatar Sunda sejarah Sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Benarkah Agen LGBT Sudah Masuk Kampus Negeri? Menjawab Tuduhan yang Sedang Viral

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Juli 2026 Cair! PKH, BPNT, PIP hingga Beras 20 Kg Masuk Tahap 3

Kasus TH Makin Panjang! Usai Sekap YTR, Kini Dilaporkan Rampas Motor saat Jadi DC

Kuliti Profil Bupati Purwakarta Om Zein: Mantan Aktivis HMI dan Sarjana Agama yang Kini Diamuk Publik!

Buntut Lirik Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejat’, Bupati Purwakarta Om Zein Diancam UU ITE Hingga UU TPKS!

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Dituding Mengandung Stereotip, Om Zein Beberkan Asal-usul Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Viral di TikTok! Ini Fakta Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Bikin Warganet Penasaran
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.