bukamata.id – Nasib malang menimpa seorang remaja berinisial FN (15) asal Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Hanya karena mengenakan atribut Persib Bandung, pelajar tersebut menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang berpakaian hitam pada Minggu (10/5/2026) malam.
Kejadian bermula saat FN diminta keluarganya untuk membeli bensin dan kebutuhan dapur. Namun, perjalanan tersebut justru berujung di ruang perawatan Rumah Sakit (RS) Linggarjati akibat luka serius yang dideritanya.
Kronologi Penyerangan di Kawasan Caracas
Arian, adik ipar korban, menceritakan bahwa insiden terjadi setelah waktu Magrib. Saat itu, FN sedang dalam perjalanan menjalankan amanah dari mertua Arian untuk membeli BBM dan sayuran di wilayah Caracas.
“Pulang ngaji habis magrib disuruh isi bensin sama mertua saya untuk bensin motor. Dan setelah isi bensin, diminta tolong untuk membeli sayur-sayuran di Caracas juga, sama, tidak jauh dari pom bensin tersebut. Kebetulan adik saya menggunakan pakaian Persib. Kebetulan dari arah timur ke arah barat itu ada rombongan yang menggunakan pakaian hitam-hitam, tidak menggunakan atribut baik itu Persija maupun apa, tidak ada. Tapi yang jelas adik saya langsung dipepet, ditendang, dipukuli, diseret, dibawa ruko. Dipukuli di situ,” ungkap Arian, Senin (11/5/2026).
Korban Dihajar Benda Tumpul dan Motor Dirusak
Aksi brutal massa tersebut baru berhenti setelah warga setempat beramai-ramai membubarkan kerumunan. Meski nyawanya tertolong, FN mengalami luka lebam di sekujur tubuh karena dihantam benda tumpul. Tak hanya fisik, sepeda motor korban juga menjadi sasaran perusakan.
“Adik saya pun tidak luput dipukul juga menggunakan alat-alat benda tumpul dan juga tangan kosong. Lukanya kaki kanan lebam dan juga bengkak, sikut sebelah kiri, lalu punggung. Di punggung itu lumayan agak parah karena kan dia posisinya tengkurap melindungi kepala dan jongkok gitu. Lalu motor dirusak pakai benda-benda berat, batu, besi, dan lain-lain,” jelas Arian.
Korban Mengaku Tidak Melakukan Provokasi
Pihak keluarga menegaskan bahwa FN tidak melakukan tindakan yang memancing keributan. Korban saat itu sedang sendirian dan murni hanya ingin berbelanja kebutuhan rumah tangga.
“Adik saya pulang sendirian. Saksi juga banyak, CCTV juga silahkan dilihat. Adik saya sudah tanya sebelum saya menyalahkan orang lain, saya tanya dulu adik saya: ‘Kamu melakukan tindakan provokasi atau memancing-mancing atau tidak?’. Saya tanya seperti itu dengan nada tajam. Dia jawab dengan nada polosnya: ‘Aa, saya juga nggak tahu dipukuli karena apa’. Dia dengan polosnya menjawab seperti itu,” tutur Arian menirukan jawaban lirih adiknya.
Kasus Dibawa ke Jalur Hukum
Kecewa dengan aksi premanisme tersebut, keluarga korban telah resmi melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Mereka mendesak agar Polres Kuningan segera menangkap para pelaku yang terekam dalam video amatir warga.
“Sudah. Tadi malam bapak mertua saya langsung ke Polsek Cilimus melakukan laporan, lalu diakomodir oleh Polsek Cilimus ke Polres Kabupaten Kuningan untuk ditindaklanjuti oleh Reskrim,” tegas Arian.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran kepolisian dari Polsek Cilimus maupun Polres Kuningan belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus pengeroyokan yang menimpa suporter muda Persib tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










