Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

Terdaftar Bansos atau Tidak? Cek Desil DTSEN Pakai NIK, Begini Caranya

Minggu, 16 Agustus 2026 17:02 WIB

Berburu Promo 17 Agustus! Ada Makan Rp81 Ribu hingga Buy 1 Free 1 di Restoran Ini

Minggu, 16 Agustus 2026 16:02 WIB

BMW X5 Hantam Becak dan Pedagang di Jalan Pungkur Bandung, 2 Orang Dilarikan ke RSHS

Minggu, 16 Agustus 2026 15:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terdaftar Bansos atau Tidak? Cek Desil DTSEN Pakai NIK, Begini Caranya
  • Berburu Promo 17 Agustus! Ada Makan Rp81 Ribu hingga Buy 1 Free 1 di Restoran Ini
  • BMW X5 Hantam Becak dan Pedagang di Jalan Pungkur Bandung, 2 Orang Dilarikan ke RSHS
  • Klasemen Dewata Challenge Series 2026 Berubah! Persib di Puncak, Tinggal Selangkah Angkat Trofi
  • Ga Nyangka! Legenda Kung Fu Beri Penghormatan, Jackie Chan Akhirnya Akui Kekuatan Silat Indonesia
  • Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek BPNT Agustus 2026, Ada Status Rp600 Ribu Diproses
  • Detik-detik Pascagempa M 7,7 NTT: 47 Tewas, Ratusan Bangunan Rusak, Akses Jalan Terputus
  • Belum Main Lawan Sabah FC, Ini Alasan Igor Tolic Tahan Debut Bek 189 Cm Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 16 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cederai Empati Rakyat Miskin, DPRD Jabar Desak Dedi Mulyadi Hentikan ‘Pesta’ Milangkala Tatar Sunda!

By Aga GustianaSenin, 11 Mei 2026 16:54 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat acara Kirab Budaya Tatar Sunda. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat di Ruang Rapat Paripurna, Senin (11/5/2026), mendadak riuh saat Anggota Fraksi PKB, Maulana Yusuf, melayangkan kritik menohok langsung di hadapan Gubernur Dedi Mulyadi. Ia menuding Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mencederai empati rakyat lewat gelaran acara yang dinilai tidak transparan dan ahistoris.

Gugat Akurasi Sejarah: “Ini Mengajarkan Hal yang Salah”

Maulana Yusuf secara spesifik menyoroti rangkaian acara Milangkala Tatar Sunda yang dianggapnya tidak memiliki landasan sejarah yang jelas. Dengan nada tegas, ia mempertanyakan rute perjalanan sejarah yang disusun oleh pemerintah.

“Acara tersebut hanya bersandar pada sejarah tanpa ada referensi pasti bahwa rangkaian harus dilaksanakan selama 16 hari, serta acara tersebut, mohon maaf Pak Gubernur tidak konsisten terhadap urutan sejarah,” ujar Maulana Yusuf di hadapan forum.

Ia menambahkan kekhawatirannya mengenai dampak jangka panjang dari narasi sejarah yang keliru tersebut kepada generasi muda.

“Bagaimana bisa Tatar Sunda lahir perjalanan dari Sumedang dan berakhir di Bandung, dengan hanya 9 kabupaten saja? Ini sama saja mengajarkan hal yang salah terhadap masyarakat Jawa Barat dan Pemerintah wajib memperbaiki!”

Soroti Anggaran Fantastis Rp2,7 Miliar

Bukan hanya soal narasi, Maulana juga membongkar dugaan ketidakjujuran anggaran. Ia mempertanyakan klaim pemerintah yang menyebut acara tersebut tidak menggunakan APBD, padahal ditemukan alokasi dana miliaran rupiah.

“Pemerintah harus mempertanggungjawabkan secara transparan segala hal anggaran-anggaran yang dikeluarkan untuk acara tersebut. Dengan anggaran mencapai Rp2,7 miliar untuk di 4 kabupaten saja, lalu bagaimana dengan 5 kabupaten lainnya? Apakah dari anggaran mereka sendiri? Serta bagaimana mungkin pemerintah menyatakan bahwa acara tersebut tanpa APBD sama sekali?” cecarnya.

Desak Penghentian “Pesta” di Tengah Kemiskinan

Kritik Maulana memuncak pada isu kemanusiaan. Ia menilai kemewahan acara tersebut sangat kontras dengan realita ekonomi masyarakat Jawa Barat saat ini.

“Pesta tersebut mencederai empati! Ada masyarakat Jawa Barat yang masih dalam garis kemiskinan, apalagi seharusnya pemerintah harus memperbaiki diri yang dihadapkan dengan dokumen LKBN,” tegasnya.

Ia pun meminta pemerintah untuk segera menghentikan kegiatan seremonial tersebut dan beralih ke kerja nyata yang lebih edukatif.

“Maka hentikan pesta itu, dan pertanggungjawabkan! Susun dan buat buku sejarah Sunda yang seutuhnya, kemudian untuk dapat dipelajari anak-anak SD, SMP, SMA dan masyarakat secara umum. Biarkan anak-anak kita kelak mencintai (budayanya), bukan dari paksaan cinta seseorang yang buta terhadap cinta tersebut.”

Agenda Paripurna Tetap Berlanjut

Meski diwarnai interupsi keras, Rapat Paripurna tetap menyelesaikan sejumlah agenda penting, di antaranya:

  • LKPJ 2025: Penetapan hasil pembahasan dan penyampaian rekomendasi DPRD kepada Gubernur terkait LKPJ Tahun Anggaran 2025.
  • Masa Persidangan: Penutupan Masa Persidangan II dan resmi dibukanya Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026.
  • Internal: Persetujuan usul Ranperda Prakarsa menjadi Prakarsa DPRD tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah.

DPRD Jabar menegaskan bahwa rangkaian agenda ini adalah bentuk komitmen menjalankan fungsi pengawasan demi tata kelola pemerintahan yang lebih berpihak pada rakyat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anggaran APBD Berita Jabar DPRD Jawa Barat Maulana Yusuf Milangkala Tatar Sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Terdaftar Bansos atau Tidak? Cek Desil DTSEN Pakai NIK, Begini Caranya

BMW X5 Hantam Becak dan Pedagang di Jalan Pungkur Bandung, 2 Orang Dilarikan ke RSHS

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek BPNT Agustus 2026, Ada Status Rp600 Ribu Diproses

Detik-detik Pascagempa M 7,7 NTT: 47 Tewas, Ratusan Bangunan Rusak, Akses Jalan Terputus

Viral Video Siswa SMK Kebumen Diduga Dibully, Polisi Langsung Amankan Terduga Pelaku

DI LUAR NALAR! Limbah Daun Nanas dari Bogor Disulap Jadi Karya Mewah, Laras Bikin Australia Bertekuk Lutut

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • Kehabisan Akal Promosi? Brand Miras Buat Challenge Ayat Al-Qur’an Berhadiah Alkohol!
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.