Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Buru Pecel Lele Enak di Bandung? Ini 4 Tempat yang Wajib Masuk Daftar Kuliner

Senin, 12 Oktober 2026 03:00 WIB

5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000

Senin, 12 Oktober 2026 01:00 WIB

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Buru Pecel Lele Enak di Bandung? Ini 4 Tempat yang Wajib Masuk Daftar Kuliner
  • 5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cederai Empati Rakyat Miskin, DPRD Jabar Desak Dedi Mulyadi Hentikan ‘Pesta’ Milangkala Tatar Sunda!

By Aga GustianaSenin, 11 Mei 2026 16:54 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat acara Kirab Budaya Tatar Sunda. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat di Ruang Rapat Paripurna, Senin (11/5/2026), mendadak riuh saat Anggota Fraksi PKB, Maulana Yusuf, melayangkan kritik menohok langsung di hadapan Gubernur Dedi Mulyadi. Ia menuding Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mencederai empati rakyat lewat gelaran acara yang dinilai tidak transparan dan ahistoris.

Gugat Akurasi Sejarah: “Ini Mengajarkan Hal yang Salah”

Maulana Yusuf secara spesifik menyoroti rangkaian acara Milangkala Tatar Sunda yang dianggapnya tidak memiliki landasan sejarah yang jelas. Dengan nada tegas, ia mempertanyakan rute perjalanan sejarah yang disusun oleh pemerintah.

“Acara tersebut hanya bersandar pada sejarah tanpa ada referensi pasti bahwa rangkaian harus dilaksanakan selama 16 hari, serta acara tersebut, mohon maaf Pak Gubernur tidak konsisten terhadap urutan sejarah,” ujar Maulana Yusuf di hadapan forum.

Ia menambahkan kekhawatirannya mengenai dampak jangka panjang dari narasi sejarah yang keliru tersebut kepada generasi muda.

Baca Juga:  Sikapi Pesta Gay di Karawang, Dedi Mulyadi Wacanakan Angkut Komunitas LGBT ke Barak Militer

“Bagaimana bisa Tatar Sunda lahir perjalanan dari Sumedang dan berakhir di Bandung, dengan hanya 9 kabupaten saja? Ini sama saja mengajarkan hal yang salah terhadap masyarakat Jawa Barat dan Pemerintah wajib memperbaiki!”

Soroti Anggaran Fantastis Rp2,7 Miliar

Bukan hanya soal narasi, Maulana juga membongkar dugaan ketidakjujuran anggaran. Ia mempertanyakan klaim pemerintah yang menyebut acara tersebut tidak menggunakan APBD, padahal ditemukan alokasi dana miliaran rupiah.

“Pemerintah harus mempertanggungjawabkan secara transparan segala hal anggaran-anggaran yang dikeluarkan untuk acara tersebut. Dengan anggaran mencapai Rp2,7 miliar untuk di 4 kabupaten saja, lalu bagaimana dengan 5 kabupaten lainnya? Apakah dari anggaran mereka sendiri? Serta bagaimana mungkin pemerintah menyatakan bahwa acara tersebut tanpa APBD sama sekali?” cecarnya.

Baca Juga:  Dari Rp37 Triliun ke Rp29 Triliun, Begini Strategi DPRD Jabar Hadapi Tekanan Fiskal

Desak Penghentian “Pesta” di Tengah Kemiskinan

Kritik Maulana memuncak pada isu kemanusiaan. Ia menilai kemewahan acara tersebut sangat kontras dengan realita ekonomi masyarakat Jawa Barat saat ini.

“Pesta tersebut mencederai empati! Ada masyarakat Jawa Barat yang masih dalam garis kemiskinan, apalagi seharusnya pemerintah harus memperbaiki diri yang dihadapkan dengan dokumen LKBN,” tegasnya.

Ia pun meminta pemerintah untuk segera menghentikan kegiatan seremonial tersebut dan beralih ke kerja nyata yang lebih edukatif.

“Maka hentikan pesta itu, dan pertanggungjawabkan! Susun dan buat buku sejarah Sunda yang seutuhnya, kemudian untuk dapat dipelajari anak-anak SD, SMP, SMA dan masyarakat secara umum. Biarkan anak-anak kita kelak mencintai (budayanya), bukan dari paksaan cinta seseorang yang buta terhadap cinta tersebut.”

Baca Juga:  Skandal Suap Ade Kunang Guncang Politik Daerah, Ono Surono Diperiksa KPK

Agenda Paripurna Tetap Berlanjut

Meski diwarnai interupsi keras, Rapat Paripurna tetap menyelesaikan sejumlah agenda penting, di antaranya:

  • LKPJ 2025: Penetapan hasil pembahasan dan penyampaian rekomendasi DPRD kepada Gubernur terkait LKPJ Tahun Anggaran 2025.
  • Masa Persidangan: Penutupan Masa Persidangan II dan resmi dibukanya Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026.
  • Internal: Persetujuan usul Ranperda Prakarsa menjadi Prakarsa DPRD tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah.

DPRD Jabar menegaskan bahwa rangkaian agenda ini adalah bentuk komitmen menjalankan fungsi pengawasan demi tata kelola pemerintahan yang lebih berpihak pada rakyat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jabar DPRD Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.