Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 21:02 WIB

Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:56 WIB
Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
  • Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust
  • The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BPJS PBI Dicabut Massal di Bogor, Fetty Anggraeni Minta Pemerintah Bertindak Cepat

By SusanaSenin, 6 Oktober 2025 11:03 WIB2 Mins Read
Ilustrasi BPJS Kesehatan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, Fetty Anggraeni, menyoroti banyaknya peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang bersumber dari APBN dan APBD dinonaktifkan.

Menurutnya, hal ini menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama di daerah pemilihannya, Kota Bogor.

Untuk menindaklanjuti keluhan warga, Fetty mengundang Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor dalam agenda Pengawasan terhadap Penyelenggaraan Pemerintah Kota Bogor Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Gedung Thoha Building, Kecamatan Bogor Barat, Senin (6/10/2025).

“Banyak masyarakat yang mengadu soal BPJS PBI yang tiba-tiba dinonaktifkan. Karena itu, kami mengundang Dinsos untuk menjelaskan penyebab dan solusi ke depan,” ujar Fetty.

Baca Juga:  Paripurna DPRD Jabar: Masa Sidang II Dimulai, Struktur AKD 2026 Disahkan

APBD Jabar untuk BPJS PBI Hanya Rp700 Juta

Fetty menjelaskan, anggaran BPJS PBI dari APBD Provinsi Jawa Barat kini hanya sebesar Rp700 juta.

Kondisi tersebut terjadi karena adanya penyesuaian terhadap program-program prioritas nasional dari Presiden Prabowo Subianto yang wajib diikuti oleh pemerintah daerah.

“Program seperti Danantara, MBG, dan Koperasi Merah Putih membutuhkan biaya besar. Akibatnya, sektor lain seperti BPJS dan infrastruktur ikut terdampak,” jelasnya.

Meski begitu, Fetty menegaskan bahwa bantuan sosial di sektor kesehatan seharusnya tidak menjadi korban kebijakan anggaran.

Baca Juga:  Rafael Situmorang Kritik Ketidakpastian Beasiswa Pemprov Jabar: Lebih Jelas Skema BPU yang Dulu?

“Pelayanan kesehatan ini kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai dikorbankan,” tegasnya.

Dorong Solusi di Tingkat Provinsi dan Pusat

Fetty memastikan akan terus memperjuangkan agar BPJS PBI tetap berjalan dan terbayarkan. Ia berencana mendorong pembahasan tambahan anggaran melalui Banggar DPRD Jabar dan menjalin komunikasi dengan wakil rakyat di DPR RI.

“Kami akan dorong di provinsi dan pusat agar alokasi untuk BPJS PBI diperbesar. Saat ini bantuannya terlalu kecil, kasihan Pemkot Bogor,” ujarnya.

Dinsos Kota Bogor Jelaskan Basis Data DTSEN

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Bogor, Yosep Berliana, menjelaskan bahwa pihaknya kini menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan dalam penyaluran berbagai bantuan sosial, termasuk BPJS PBI, PKH, dan BSM.

Baca Juga:  Ono Surono Ungkap Strategi DPRD Jabar Kawal Infrastruktur dan Pendidikan Pro-Rakyat

“DTSEN ini masih dalam proses perbaikan dan ground checking. Tujuannya agar data penerima bantuan benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Yosep menyebut, jumlah penerima BPJS PBI yang bersumber dari APBD Kota Bogor saat ini sekitar 180 ribu orang, sementara penerima PKH mencapai 80 ribu orang.

“Kami sudah instruksikan seluruh operator kelurahan untuk melakukan verifikasi data hingga akhir Oktober. Hasilnya nanti akan menjadi basis data utama,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.