Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tradisi Kemenangan Persib Dipertaruhkan, Port FC Menanti di Thailand

Kamis, 8 Oktober 2026 12:56 WIB

Bandung Bakal Punya Sentra Wisata Kuliner di Tiap Kecamatan, PKL Dapat Ruang Dagang

Kamis, 8 Oktober 2026 12:26 WIB

Dibikin Kaget DJ No 1 Dunia! Aksi Musisi Lokal Kendari Pake Keyboard Ini Bikin Lil Jon Ajak Colab?

Kamis, 8 Oktober 2026 10:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tradisi Kemenangan Persib Dipertaruhkan, Port FC Menanti di Thailand
  • Bandung Bakal Punya Sentra Wisata Kuliner di Tiap Kecamatan, PKL Dapat Ruang Dagang
  • Dibikin Kaget DJ No 1 Dunia! Aksi Musisi Lokal Kendari Pake Keyboard Ini Bikin Lil Jon Ajak Colab?
  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000, Cek Daftar Lengkapnya
  • Wisata Kuliner di Kota Intan: 10 Rekomendasi Tempat Makan Legendaris di Garut
  • 6 Destinasi Wisata Alam Hits di Garut, Cocok Buat Healing Bareng Bestie!
  • Wajib Tahu! Penerima Lama Bansos PKH dan BPNT Terancam Dicoret Jika Lewatkan Hal Ini
  • Anggaran Belum Siap, Pilkades Serentak 2026 di Cianjur Terpaksa Diundur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BPS Ungkap Fakta Kemiskinan 2026: Jawa Terbanyak, Kalimantan Paling Sedikit

By Aga GustianaKamis, 6 Agustus 2026 10:41 WIB3 Mins Read
Ilustrasi kemiskinan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengumumkan pemutakhiran data tingkat kemiskinan nasional per Maret 2026. Berdasarkan laporan tersebut, dinamika kesejahteraan masyarakat di berbagai pulau besar menunjukkan pergeseran yang menarik, di mana Pulau Jawa mendominasi jumlah penduduk prasejahtera secara absolut, sementara Kalimantan mencatatkan rekor paling minim.

Laporan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai sebaran ketimpangan ekonomi di Tanah Air, sekaligus membawa angin segar lewat tren penurunan angka kemiskinan secara nasional dalam kurun waktu setengah tahun terakhir.

Dominasi Pulau Jawa dalam Peta Kemiskinan

Sebagai pusat konsentrasi populasi terpadat di Nusantara, Pulau Jawa secara otomatis menyerap proporsi penduduk miskin terbesar dibanding wilayah regional lainnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M Edy Mahmud, memaparkan secara transparan dalam sesi jumpa pers yang digelar pada Selasa (5/8/2026). Ia menegaskan bahwa mayoritas warga prasejahtera di Indonesia masih terpusat di pulau ini.

Baca Juga:  BPS Catat Ada 3,67 Juta Penduduk Miskin di Jabar

“Jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa yaitu sebanyak 12,02 juta atau sekitar 52,42 persen dari keseluruhan penduduk miskin yang ada di Indonesia,” ujar Edy.

Faktor demografi menjadi alasan utama mengapa angka absolut di Jawa melonjak tinggi. Tingginya tingkat kepadatan penduduk secara langsung berdampak pada besarnya jumlah warga yang masuk dalam kategori miskin secara nasional.

Kalimantan Catat Rekor Penduduk Prasejahtera Paling Minim

Berbanding terbalik dengan Jawa, kawasan Kalimantan justru memperlihatkan kondisi sebaliknya. Berdasarkan catatan BPS, wilayah pulau Borneo ini menjadi region dengan jumlah warga miskin paling sedikit di antara pulau-pulau besar lainnya.

Total populasi prasejahtera di Kalimantan berada di angka sekitar 870 ribu jiwa, atau hanya mencakup 3,79 persen dari total keseluruhan penduduk miskin di Indonesia. Capaian ini menempatkan Kalimantan di posisi paling buncit dalam hal jumlah kemiskinan jika dikomparasikan dengan Sumatera, Sulawesi, kepulauan Bali-Nusa Tenggara, hingga kawasan Indonesia Timur meliputi Maluku dan Papua.

Baca Juga:  Akhir 2024, Jawa Barat Alami Inflasi 0,35 Persen

Rincian Sebaran Penduduk Miskin per Wilayah (Maret 2026)

Untuk melihat lebih jeli bagaimana distribusi kemiskinan menyebar di berbagai penjuru nusantara, berikut adalah rekapitulasi data resmi yang dirilis oleh BPS:

Wilayah RegionalJumlah Penduduk MiskinPersentase terhadap Nasional
Pulau Jawa12,02 juta orang52,42%
Sumatera5 juta orang21,81%
Bali dan Nusa Tenggara1,83 juta orang7,98%
Sulawesi1,77 juta orang7,72%
Maluku dan Papua1,44 juta orang6,28%
Kalimantan870 ribu orang3,79%

Data statistik di atas menegaskan bahwa lebih dari setengah total kemiskinan nasional terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan porsi terkecil dipegang teguh oleh wilayah Kalimantan.

Tren Positif: Angka Kemiskinan Nasional Menyusut

Di balik dominasi angka absolut di Pulau Jawa, terselip kabar menggembirakan menyangkut perbaikan taraf hidup masyarakat secara makro. BPS mengonfirmasi adanya reduksi signifikan pada angka kemiskinan nasional.

Baca Juga:  Neraca Perdagangan Jabar Maret 2024 Surplus 2,15 Miliar Dolar AS

Sepanjang periode Maret 2026, jumlah penduduk miskin di Indonesia menyentuh angka 22,93 juta jiwa, atau merepresentasikan sekitar 8,07 persen dari total keseluruhan populasi.

Jika ditarik perbandingan dengan posisi data pada September 2025, terjadi penyusutan yang cukup impresif sebanyak 430 ribu jiwa. Angka ini merefleksikan adanya progres positif pada pemulihan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, kendati agenda pengentasan kemiskinan tetap membutuhkan pengawalan intensif dari berbagai pemangku kebijakan.

Penurunan Terdalam Terjadi di Pulau Jawa

Menariknya, meskipun memegang predikat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, Pulau Jawa sekaligus mencatatkan performa terbaik dalam hal kecepatan penurunan tingkat kemiskinan dibanding region lainnya.

Merujuk pada hasil analitis BPS, perbaikan kesejahteraan merata di seluruh wilayah Indonesia sejak September 2025, namun laju penurunan paling masif justru berpusat di Pulau Jawa dengan persentase reduksi mencapai 0,21 persen.

“Jika dibandingkan dengan September 2025, penurunan tingkat kemiskinan terjadi di semua wilayah di Indonesia. Penurunan paling dalam terjadi di Pulau Jawa yaitu turun sebesar 0,21 persen,” pungkas Edy.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bandung Bakal Punya Sentra Wisata Kuliner di Tiap Kecamatan, PKL Dapat Ruang Dagang

Anggaran Belum Siap, Pilkades Serentak 2026 di Cianjur Terpaksa Diundur

Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung

Dikatain Pelit dan Banyak Mau! Senator Bali Bongkar Alasan Pekerja Lokal Lebih Sayang Bule

Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai

Pastikan Regulasi Siap, Pemkot Bandung Dukung Penuh Percepatan Program Bedah Rumah

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.