Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Jumat, 2 Oktober 2026 20:23 WIB

Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027

Jumat, 2 Oktober 2026 20:12 WIB

Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung

Jumat, 2 Oktober 2026 18:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara
  • Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027
  • Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung
  • Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2
  • Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
  • Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat
  • Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pohon Gasibu Ditebang, Klaim Dedi Mulyadi soal Ukuran Berbeda dengan Data Visual

By Mulki AlbarKamis, 6 Agustus 2026 09:07 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya buka suara terkait polemik penebangan sejumlah pohon di kawasan Gasibu, Kota Bandung, yang belakangan menuai sorotan publik. Dedi menegaskan pohon yang ditebang bukan merupakan pohon besar, melainkan pohon angsana berukuran kecil yang telah diganti dengan jumlah lebih banyak.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi usai menghadiri rapat di Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).

Menurut Dedi, penebangan pohon di kawasan Gasibu merupakan bagian dari penataan ruang, bukan pengurangan ruang hijau. Ia mengklaim setiap satu pohon yang ditebang telah diganti dengan 50 pohon baru yang kini telah ditanam di kawasan belakang Gedung Sate.

“Oh iya pohonnya, pohon kecil, bukan pohon besar. Pohonnya pohon angsana, dan diganti dengan pohon yang lebih banyak lagi dan sudah ditanam. Jadi satu pohon diganti oleh 50 pohon. Dicek tuh pohonnya udah hidup sekarang di belakang Gedung Sate,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Komisi III DPR RI Apresiasi Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Premanisme

Dedi juga menjelaskan alasan pemilihan jenis pohon pengganti. Menurutnya, pohon angsana dinilai kurang sesuai ditanam di tepi jalan karena memiliki karakteristik yang tidak mendukung fungsi ekologis yang diharapkan.

“Angsana itu menurut saya malah harus diganti. Ketika angsana itu ada di pinggir jalan, dia menyerap air, bukan menghasilkan air. Dan burung itu nggak bisa tinggal di angsana,” katanya.

Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih menanam pohon asam jawa yang dinilai lebih mendukung ekosistem perkotaan.

“Makanya sekarang diganti oleh kita. Kita banyak tanam pohon asem jawa sekarang,” ucapnya.

Baca Juga:  Bandara Kertajati Bakal Diambil Alih Kemenhan, Bagaimana Nasib Utang Pemprov Jabar?

Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam pertanyaan publik. Klaim bahwa pohon yang ditebang hanya berukuran kecil memunculkan perbedaan persepsi dengan kondisi visual kawasan sebelum penataan dilakukan.

Berdasarkan penelusuran terhadap Google Maps Street View pada kawasan Gasibu sebelum proyek penataan berlangsung, deretan pohon yang berada di sisi kawasan tersebut tampak memiliki batang dan tajuk yang sudah berkembang. Secara visual, pohon-pohon tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai pohon berukuran sedang, bukan pohon kecil sebagaimana yang disampaikan Dedi Mulyadi. Bahkan, jumlah pohon yang ditebang diketahui mencapai 10 pohon.

Perbedaan antara penjelasan pemerintah dan dokumentasi visual yang masih dapat diakses publik tersebut menjadi sorotan, mengingat Gasibu merupakan salah satu ruang terbuka hijau sekaligus kawasan ikonik di Kota Bandung. Sejumlah pihak mempertanyakan dasar penebangan serta alasan penggantian jenis pohon, meskipun Pemprov Jawa Barat menyatakan telah melakukan penanaman pohon pengganti dengan rasio 1:50.

Baca Juga:  Tegas! Dedi Mulyadi Larang Penjualan dan Penggunaan Knalpot Brong

Dedi meminta masyarakat melihat penataan kawasan secara menyeluruh. Menurutnya, tujuan pemerintah bukan sekadar mengganti pohon, melainkan menghadirkan ruang publik yang lebih tertata dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan melalui penanaman pohon pengganti dalam jumlah lebih banyak.

Meski demikian, polemik penebangan pohon di Gasibu diperkirakan masih akan menjadi perhatian publik. Selain menyangkut aspek estetika kawasan, isu tersebut juga berkaitan dengan transparansi kebijakan penataan ruang dan pelestarian ruang hijau di pusat Kota Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027

Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung

BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat

Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.