bukamata.id – Sektor keagamaan di Kabupaten Bogor tengah bersiap melakukan lompatan besar menuju era modern. Melalui kolaborasi strategis antara bank bjb syariah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bogor, dan platform iSalaam, ribuan masjid di wilayah tersebut akan segera bertransformasi ke sistem digital.
Langkah ambisius ini bahkan mendapat atensi khusus dari pemerintah pusat. Kepala Staf Presiden, Muhammad Qodari, secara khusus mengundang para inisiator program ini ke Istana Negara untuk memaparkan visi besar digitalisasi ekosistem rumah ibadah tersebut.
Membedah Cetak Biru Masjid Digital
Transformasi ini bukan sekadar tren, melainkan solusi atas pengelolaan masjid yang selama ini masih bersifat konvensional. Terdapat empat pilar utama dalam proyek ini:
- Database Terintegrasi: Pendataan menyeluruh dan terverifikasi untuk seluruh masjid di Kabupaten Bogor.
- Transparansi Finansial: Digitalisasi administrasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar lebih akuntabel.
- Ekosistem Perbankan Syariah: Sinergi langsung dengan layanan bank bjb syariah.
- Pemberdayaan Umat: Membangun platform layanan jamaah yang berbasis pada ekonomi kerakyatan.
Direktur Utama bank bjb syariah, Arief Setyahadi, menegaskan bahwa digitalisasi adalah kunci untuk meningkatkan profesionalisme pengurus masjid.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah secara fisik, tetapi juga pusat peradaban dan ekonomi umat. Dengan transformasi digital, kita membuka pintu transparansi dan kemudahan akses bagi jamaah,” ujar Arief.
Mengubah Wajah Pengelolaan Tradisional
Dengan ribuan masjid yang tersebar hingga ke pelosok Bogor, tantangan pencatatan manual yang rentan kesalahan menjadi isu utama. Dukungan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik (public trust) karena laporan keuangan kini bisa diakses secara terbuka.
Arief menambahkan bahwa peran bank bjb syariah melampaui sekadar penyedia layanan keuangan.
“bank bjb syariah terus berupaya menjadi mitra utama dalam memperkuat ekonomi syariah di Jawa Barat, khususnya dalam memastikan nilai-nilai keislaman tetap relevan dan berdaya saing di era digital,” kata Arief.
Kolaborasi Lintas Sektor
Semangat yang sama diusung oleh CEO iSalaam, Prof. H. Munawar Fuad. Ia melihat sinergi antara perbankan, pemerintah, dan komunitas adalah syarat mutlak untuk memakmurkan masjid di abad ke-21.
“Inilah bentuk kolaborasi antara iSalaam, bank bjb syariah, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bogor yang terus berjalan dan semakin menguat,” jelas Munawar.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DMI Kabupaten Bogor, H. TB Irwan Kurniawan, menargetkan proses pendataan digital ini bisa segera tuntas untuk menjawab kebutuhan mendesak di lapangan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat proses ini bisa rampung. Ini adalah kebutuhan yang sangat mendesak agar seluruh masjid terdata dengan baik,” tutur Irwan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











