bukamata.id – Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) tiba-tiba menghentikan seluruh operasionalnya pada Rabu siang (6/8/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Penutupan ini mengejutkan banyak pihak, terutama para pengunjung yang sudah membeli tiket secara daring. Bukan karena alasan teknis atau cuaca, melainkan akibat konflik berkepanjangan antar dua kubu pengelola yang kembali memanas.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan aparat kepolisian berjaga ketat di pintu masuk. Ketegangan dipicu oleh aksi sekelompok orang dari Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) – pihak manajemen lama – yang bersama puluhan sekuriti internal menduduki area kebun binatang. Aksi ini membuat operasional lumpuh total.
Dampaknya langsung dirasakan para pengunjung. Salah satunya, Denny, yang datang bersama istri dan anaknya merasa kecewa berat.
“Kami sudah pesan tiket online sejak hari Senin, tapi pas sampai malah tidak bisa masuk. Tidak ada juga informasi soal pengembalian uang,” ujarnya kesal.
Melalui akun Instagram resminya, pihak pengelola Bandung Zoo mengumumkan alasan penutupan:
“MOHON MAAF! HARI INI KAMI TUTUP KARENA ADA OKNUM TSI YANG MENDUDUKI KEBUN BINATANG BERSAMA PULUHAN SECURITY RED GUARD. HARI INI KAMI TIDAK BISA MENJALANKAN OPERASIONAL. TERIMA KASIH.”
Konflik internal ini merupakan kelanjutan dari perseteruan dua pihak yang sama-sama mengklaim memiliki hak pengelolaan Bandung Zoo: Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), sebagai pengelola lama, dan Taman Safari Indonesia (TSI), yang disebut-sebut sebagai manajemen baru.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian soal nasib operasional Bandung Zoo ke depan. Pihak pengelola lama mengaku khawatir terhadap kondisi puluhan satwa, termasuk bayi-bayi hewan eksotik, yang membutuhkan perawatan rutin setiap pagi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











